Menanggulangi HIV/AIDS dan Narkoba Penerapan Nilai-nilai Agama dalam Penanggulangan HIV/AIDS dan Narkoba

Penutupan Pesantren 27 Ramadhan 1434H (25)
Oleh : H. Mas’oed Abidin[1]

Pendahuluan

1.            Pengidap HIV/AIDS dalam catatan WHO kian tahun bertambah. Di Indonesia jumlahnya mengalami peningkatan  termasuk Sumatera Barat sudah terdeteksi adanya pengidap HIV/AIDS tersebut.
2.            Pengidap HIV/AIDS dan penularannya disebabkan oleh hubungan kelamin gonta-ganti, baik terhadap lain jenis ataupun hubungan kelamin sama sejenis. Penularan kedua disebabkan oleh pemakaian suntikan atau mungkin juga oleh infeksi darah. Bila dilakukan di Rumah Sakit, kecil kemungkinan bisa terjadi, karena adanya sterilisasi. Kecuali kalau adanya kelalaian. Penggunaan alat suntik banyak dilakukan oleh pemakai obat bius, Narkoba.
3.            Agama Islam menyebut hubungan kelamin gonta ganti pasangan itu ZINA dan dengan lawan sejenis namanya LIWATH (homosexual) yang sangat dicela dan pernah dilakukan oleh umat Nabi Luth. Untuk kasus umat Nabi Luth ini jawaban penyelesaiannya adalah negeri itu ditelungkupkan oleh Allah. Peristiwa ini diceritakan oleh Kitab-kitab Suci yang ada.
4.            Beberapa negara didunia yang menganut faham libaralisme dan teguh memperjuangkan hak asasi manusia sangat melindungi kebebasan individu dan masyarakat untuk memiliki kebebasan, sampai kepada kebebasan melakukan hubungan sex dengan siapa saja atas dasar suka sama suka. Bahkan kaum homosex perlu dilindungi keberadaannya dan dibuatkan undang-undang yang menjamin akan kebebasan mereka untuk saling menjual diri sesama termasuk perlindungan kepada wanita-wanita pekerja sex, yang tidak lebih kerjanya hanya sebgai pelacur atau pezina.
5.            Agama menetapkan pezina itu tidak boleh berhubungan kelamin dengan orang baik-baik (mukmin) kecuali sesama mereka ahli pezina yakni antara pelacur laki-laki sesama pelacur laki-laki, atau pelacur laki-laki dengan pelacur perempuan.
6.            Bila terjadi hubungan dengan pelacur (laki-laki atau perempuan) kemudian berhubungan dengan keluarga baik-baik, inilah yang menyebabkan terjadinya penularan penyakit berbahaya itu.
7.            Laporan Kasus Narkoba 1999 Kapolda Sumbar hampir seluruh Resort Kepolisian (8 Polres) telah ditangkap banyak pelaku pengedar Narkoba (Ganja, Shabu-Shabu dan ectacy). Pelakunya berbagai kalangan Swasta, Penganggur, Mahasiswa, Pelajar SMU, pedagang, PNS, tani, sopir). Data yang tidak ada hanya di Polres Pasaman.[2]
8.            Berita-berita dari TV dan Radio bahwa masyarakat menyatakan perang terhadap Narkoba. Ungkapan Koran setiap hari menyebut tentang bahaya Narkoba ini. Narkoba sebenarnya saudara kembar Pekat. Kedua-duanya anak kandung dari keluarga GelapJahili.

 

Bahayanya sangat besar

(1). Pezina membahayakan dirinya dan orang lain, terutama keluarga terdekat, menjadi penyebarnya penyakit sipilis, kelamin, HIV/AIDS dan lain-lain.
(2). Pencandu Narkoba-Miras, adalah petaka pemakainya,
  • merubah kepribadian secara drastic, penantang, pemarah dan pelawan,
  • masa bodoh terhadap dirinya, semangat belajar menurun, berperangai seperti orang gila,
  • kejahatan sexual meruyak termasuk anak-anak dibawah umur,
  • hilang norma-norma hidup beradat, beragama, berhukum,
  • bisa menjadi penyiksa, putus asa, pemalas,
  • tidak punya harapan masa depan.
(3). Membahayakan sendi kehidupan bermasyarakat,
  • mengambil milik orang (mencuri),berbuat mesum,
  • mengganggu ketertiban umum,
  • tidak ada penyesalan berbuat kesalahan.
(4). Membahayakan bangsa dan negara.
·         Mengancam ketahanan nasional. Rusak generasi pewaris bangsa.
·         Hilangnya patriotisme. Musnah rasa cinta berbangsa.
·         Mengancam stabilitas keamanan kawasan.
Konspirasi internasional.
Pertentangan diantara penguasa dan pengusaha dalam percaturan politik internasional sering mengarah kepada persekongkolan. Lahirnya kekuatan anti agama bergulir menjadi konspirasi internasional. Sasaran utama di arahkan kepada kelompok beragama (islam) sejagat. Dengan melumpuhkan umat secara sistematik. Berkembangnya citra (imej) bahwa paham-ajaran agama adalah musuh bagi kehidupan manusia.
·         Tatanan dunia akan makmur mengikut lobi-lobi kebebasan.
·         Penerapannya berbingkai ethnic cleansing.
·         Tuduhan teroris ditujukan kepada gerakan dakwah dan penggelaran fundamentalis, radikalisme, keterbelakangan, tidak sesuai dengan kemajuan zaman.
·         Sasaran akhir kalangan generasi muda.
·         Dunia remaja menjadi enggan menerima ajaran agama dalam  kehidupan kesehariannya.
·         Konsepsi Islam dilihat hanya sebatas ritual dan seremonial.
·         Agama dianggap tidak cocok untuk menata kehidupan sosial ekonomi dan politik bangsa-bangsa.
·         Hubungan manusia secara internasional tidak pantas di kover oleh ajaran agama.
·         Pemahaman picik bahwa agama hanya bisa di terapkan untuk kehidupan akhirat tampak berkembang pesat. Agama tidak pantas menjawab tantangan dan penyelia tatanan masa kini.
·         Gejala lain adalah maraknya kehidupan sekuler materialisma. Dalam Islam diamati sebagai suatu tadzkirah (warning dan peringatan) wahyu, bila mampu dipahami secara jelas tertera dalam Al Quran (lihat QS. Al-Baqarah 120).
Hak asasi manusia.
Hak asasi akan selalu terpelihara dan terjamin, selagi kemerdekaan bertumpu kepada terpeliharanya kesopanan umum dan ketertiban negeri.
Hak asasi manusia secara pribadi tetap akan terlindungi bila setiap orang memandang dengan sadar bahwa setiap orang memiliki hak untuk tidak berbuat sesuka hati. Bila dalam mempertahankan hak asasinya mulai bertindak dengan tidak mengindahkan hak-hak orang lain, pada saat yang sama semua hak asasi itu tidak terlindungi lagi.
Kewajiban asasi untuk tidak melanggar kehormatan orang lain akan memberikan penghormatan kepada kemerdekaan orang lain, senyatanya adalah bingkai dari hak asasi manusia yang sebenarnya.
Perangi sungguh-sungguh.
(1). HIV/AIDS dan NARKOBA mestinya diperangi secara terpadu oleh seluruh lapisan masyarakat, petugas kemananan, kalangan pendidikan, sekolah dan kampus, alim ulama, ninik mamak, pendeknya seluruh elemen masyarakat.
(2). Iklan-iklan HIV/AIDS pada masa sekarang ini lebih banyak menguntungkan bagi produk kondom daripada takutnya kalangan pecandu sex bebas untuk melakukan perzinaan terang-terangan. Karena itu perlu diperankan agama dalam melawannya.
(3). Untuk Narkoba bisa dilaksanakan dengan,
  • Musnahkan.
  • Putuskan jaringan pengedaran.
  • Tegakkan hukum yang tegas.
  • Berikan penyuluhan masyarakat. Lakukan pencegahan.
  • Bina keluarga, remaja dan lingkungan,
  • Lakukan kegiatan edukasi. Menghilangkan factor penyebab dalam kerangka pre-emtif.
  • Preventif, mengawasi ketat jalur dan oknum pengedarnya, sehingga police hazard (potensi kejahatan) tidak berkembang menjadi ancaman factual.
  • Represif, penindakan tegas. Penegakan hukum secara tegas, dasarnya diatur oleh UU No.22 tahun 1997, UU.No.5 tahun 1997 yang dikenakan terhadap pemakai, pengedar, pembuat, pemasok, pemilik, penyimpan, pembawa untuk tujuan penyalah gunaan.
  • Narkoba diperangi dengan memutus jalur pengedaran.
Membongkar sindikasinya.
Mengungkap secara radikal latar belakang jaringannya.
Aparat keamanan dan kepolisian mesti bertindak konsekwen.
Melakukan rehabilitasi, overhead cost-nya sangat tinggi.
Hancurnya satu generasi, dan punahnya satu bangsa. Inilah yang sangat ditakutkan. Namun ada negara dunia yang terselubung menjadi sarang mafia pengedaran Narkoba Internasional.

Perspektif Agama

Agama Islam menempatkan NARKOBA dan MIRAS sebagai barang haram, menurut dalil Al Qurani.
a.                  Khamar, segala minuman (ic. Makanan) yang memabukkan, dan judi. Disebutkan dalam QS.2: 219 “ Pada keduanya itu terdapat dosa besar, dan beberapa manfaat bagi manusia, tetapi “dosa keduanya lebih besar dari manfaatnya”.
b.                  Khamar, judi (al-maysir), berkurban untuk berhala (al-anshab) dan mengadu nasib dengan anak panah (al-azlam), adalah keji (rijsun) dari amalan syaithan. Jauhilah agar menang. (QS.5, al-Maidah:90).
c.                   Permusuhan dan kebencian (kekacauan) ditengah kehidupan masyarakat ditimbulkan lantaran minuman khamar dan judi. Inilah kerja syaitan. Berakibat kepada lalai mengingat Allah dan meninggalkan shalat. Karena itu berhentilah. (QS.5:91).
d.                 Hadist diriwayatkan Tirmidzi dari Shahabat Anas RA, bahwa “Rasul SAW melaknat sepuluh orang disebabkan khamar (la’ana Rasulullah SAW fil-khamr ‘asyaratan):
  • Orang yang memerasnya (pembuatnya, ‘aa-shirahaa),
  • yang menyuruh memeras (produsen, mu’tashirahaa),
  • peminumnya (konsumen, syaa-ribahaa),
  • pembawanya (distributor, haa-milahaa),
  • yang minta diantarinya (pemesan, al-mahmulata ilaihi),
  • yang menuangkannya (pelayan, saa-qiyahaa),
  • penjualnya (retailer, baa-I’a-haa),
  • pemakan hasil penjualannya (aa-kila tsamanihaa),
  • pembelinya (al-musytariya lahaa),
  • yang minta dibelikannya (al-musytaraa-ta-lahu).
Hadist ini terdapat didalam Jami’ Tirmizi.[3]
e. Zina yang menjadi penyebab HIV/AIDS perlu diperangi sesuai bimbingan Agama. Disekolah-sekolah perlu diajarkan kembali etika pergaulan yang semestinya berisi ajaran bahwa pergaulan bebas itu terlarang oleh agama dan adat. Tidak semua kebisaaan dari Barat itu baik untuk ditiru.

Pandangan Adat di Ranah Minang

Di Ranah Minang, delapan perbuatan terkutuk, sangat dibenci. Pelakunya dikucilkan, digantung tinggi, dibuang jauh dan kebawah tak berurat keatas tak berpucuk dan ditengah digiriak kumbang.
Sumpah masyarakat sangat ditakuti oleh masyarakat beradat terhadap bahaya tuak, arak, sabuang, judi, rampok, rampeh, candu dan madat.
Rampok rampeh adalah penggambaran terhadap pelacur dan penjaja sex, dan perampas kebahagiaan rumah tangga, perampok kesehatan keluarga.

buya-bersama-walikota-padang-fauzi-bahar-dalam-satu-pengajian

Kesimpulan

            (1). Hanya satu kesimpulan; NARKOBA dan MIRAS, dalam pandangan dan ajaran agama Islam, adalah haram secara syar’i. Sangat membahayakan. Berdosa besar. Walau manfaatnya ada, tetapi mudharatnya lebih besar.
Perlu di berantas dengan berbagai cara. Secara adat dibenci. Ditinjau dari segi keamanan dan stabilitas, sangat berbahaya.
Menurut UU No.22/1997 pasal 78 ayat 1, ancaman pidana sepuluh tahun atau denda 500 juta rupiah.
UU. No.5/1997 pasal 59 ayat 1, pengguna, memproduksi, pengimpor,  penyimpan, pembawa, bisa diancam pidana 15 tahun dan denda 750 juta rupiah. Pasal 59 ayat 2, bila terorganisir diancam pidana 20 tahun atau denda 750 juta rupiah, Dan pasal 59 ayat 3 bila korporasi, jaringan sindikasi, diancam pidananya tambah lagi dengan denda 5 milyar rupiah.
Sudah cukup berat bukan ???
Pertanyaannya, kenapa belum dilaksanakan ???
(2). Sulitnya memberantas peredaran Narkoba ini, menimbulkan dugaan kuat adanya jaringan luas secara internasional. Dan tidak tertutup kemungkinan bahwa para Mafia Yahudi Internasional bermain padanya. Sebagaima diyakini bahwa gerakan Kristenisasi Internasional itu tidak semata batasnya isu agama tetapi lebih banyak kepada konspirasi politik, ekonomi, dan penguasaan suatu wilayah negara asing dengan kekuatan apa saja.
(3). Maka petugas keamanan terutama kepolisian perlu membersihkan diri dan citranya ditengah masyarakat luas.

 

Categories: ABS-SBK, Adat Basandi Syarak, Amar Makruf Nahi Munkar, Education, Masjid Raya Al Munawwarah Siteba, Tulisan Buya | Leave a comment

Berhisab sebelum membuat Perhitungan

 

Gambar

Oleh : H. Mas’oed Abidin

 “Dan Kami telah jadikan malam dan siang dua tanda”. 

Detik demi detik, berlanjut menjadi hari demi hari, siang dan malam menjadi bukti kekuasaan Allah, bagi manusia yang senantiasa mau berpikir, bahwa sejarah selalu berjalan meniti waktu.

“Maka Kami hapuskan tanda malam dan Kami jadikan tanda siang”,

sebagai pertanda bahwa pergantian sesuatu telah menjadi sunnatullah. Di samping itu, ada masa gelap ada pula masa terang, dan akan datang pula masanya pergantian waktu itu, hanya …

“untuk mencari karunia dari Tuhanmu”…

Semua peredaran waktu menjadi saksi bagi sejarah perjalanan manusia,

“Dan supaya kamu ketahui bilangan tahun dan hisab (perhitungan)”.

Semua manusia wajib menghitung, tentang waktu yang telah dilalui dan dimanfaatkan untuk diri, keluarga, masyarakat, bangsa, untuk kepentingan dunia usaha, serta keperluan hidup di dunia, dan terakhir untuk persiapan akhiratnya.,

Dan tiap-tiap sesuatu kami jelaskan sejelas-jelasnya”. (QS.17:12).

Allah mengatur kehidupan tidak semata dalam soal-soal besar, tetapi sampai kepada persoalan sekecil-kecilnya. Untuk itu, manusia selalu diperintah untuk melakukan perhitungan, dalam istilah agama..;

“Hasibuu anfusakum qabla an tuhasabuu”,

artinya berhitunglah sebelum dihitung.

Di dalam Alquran disebutkan,

“Dan tiap-tiap manusia kami gantungkan catatan ‘amalannya dikuduknya”,

berarti setiap gerak gerik manusia,  tidaklah terlepas dari tanggung jawab yang senantiasa menjadi pikulan beban di kuduknya, tidak dapat dilepas dari pertanggungan jawabnya, sebagai ditegaskan,

“Dan Kami keluarkan baginya di hari kiamat sesuatu kitab catatan yang akan didapatinya dalam keadaan terbuka” (QS.17:13).

Terbuka, boleh dibaca, tidak ada yang tersembunyi,

“Bacalah olehmu, cukuplah dirimu sendiri pada hari ini menjadi penghitung atas dirimu” (QS.17:14).

Kepada sesama makhluk, mungkin seseorang dapat menyembunyikan diri, namun kepada kedua malaikat yang mencatat setiap perbuatan, perkataan, kelakuan, yang selalu berada dikiri kanan kita, kita tidak bisa berahasia. Ketika semua itu diingat akan berdebar jantung, berdenyut darah, bahwa “kitab terbuka” di hari kiamat. Masya Allah.

Jalan menghindar hanya satu.

Gambar

Kerjakan yang baik, jangan dustai diri dan bangsa.

“Barang siapa yang mendapat petunjuk, maka sesungguhnya itu, lain tidak adalah petunjuk untuk dirinya sendiri”.

Mengikut petunjuk Allah berarti membahagiakan diri sendiri. Menjauhi perintah Allah berakibat menyiksa diri sendiri pula.

“Dan barang siapa yang sesat, sesungguhnya lain tidak adalah sesat untuk dirinya pula”.

Ajaran Agama menunjukkan manusia jalan yang lurus, dengan selalu dibimbing hidayah petunjuk itu.

“Dan tidaklah menanggung seseorang penanggung atas tanggungan, orang lain”.

Rasulullah SAW telah mengingatkan Fathimah binti Muhammad, anak kandung beliau sendiri, agar berusahalah menebus dirinya dari bahaya api neraka.

“Dan tidaklah Kami akan mengazab sehingga Kami utus seorang Rasul”. (QS.17:15).

Lantaran itu tidak ada Sunnah Allah yang berlaku dengan aniaya. Allah tidak menghukum seorang atau segolongan orang, karena dendam, namun hanyalah karena manusia telah melampaui batas perbuatan mereka. “

Dan jika Kami hendak membinasakan sebuah negeri, Kami perintahkan orang-orangnya yang mewah (para elit), tetapi mereka berbuat fasiq padanya (berbuat kebodohan)”.

Keangkuhan dan kemewahan, dapat m,eruntuh sebuah negeri, ketika yang kaya dan yang mewah berbuat fasik, bersilantas angan.

Seseorang yang memikul tanggung jawab terhadap orang banyak, bangsa dan negara, diperintah untuk selalu menjaga amanah itu. Ketika amanah telah dilalaikan, seketika terjadi perbuatan aniaya yang membawa rakyat banyak kepada kehancuran,  dan sudahlah pasti, hancur pula negeri itu.

Di saat jiwa tidak lagi terkendali oleh Iman, maka perlakuan makshiyat akan menjadi-jadi, dan membuka lebar pintu kedurhakaan. Di awali dari perbuatan fasiq, di mana lidah mengakui, tetapi membantah dalam hati, dan tidak lagi sesuai kata dengan amalan. Kata lidah berbuat ishlah, tetapi yang lahir dalam tindakan adalah bencana.  

“Lantaran itu patutlah diturunkan keatas mereka azab, maka Kami hancurkanlah mereka sehancur hancurnya”  (QS.17:16).           

Bila kita mau belajar kepada sejarah, Allah mengingatkan kita semua

“Dan berapa banyak negeri yang telah kami hancurkan dari sesudah Nuh. Dan cukuplah Tuhanmu terhadap hamba-hambanya, Mengetahui dan Melihat” (QS.17:17).

Marilah berhitung masak-masak sebelum melakukan tindak perbuatan.

Categories: Uncategorized | Leave a comment

2013 in review

The WordPress.com stats helper monkeys prepared a 2013 annual report for this blog.

Here’s an excerpt:

The concert hall at the Sydney Opera House holds 2,700 people. This blog was viewed about 21,000 times in 2013. If it were a concert at Sydney Opera House, it would take about 8 sold-out performances for that many people to see it.

Click here to see the complete report.

Categories: Komentar, Uncategorized | Leave a comment

2013 in review

The WordPress.com stats helper monkeys prepared a 2013 annual report for this blog.

Here’s an excerpt:

The concert hall at the Sydney Opera House holds 2,700 people. This blog was viewed about 21,000 times in 2013. If it were a concert at Sydney Opera House, it would take about 8 sold-out performances for that many people to see it.

Click here to see the complete report.

Categories: Uncategorized | Leave a comment

Zikrullah Menata Hubungan dengan Allah

 

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا اذْكُرُوا اللَّهَ ذِكْرًا كَثِيرًا

“Hai orang-orang yang beriman, berzikirlah (dengan menyebut) Nama Allah, zikir dengan sebanyak-banyakya.” (Q.S.33, Al Ahzab: 41).

Salah satu cara agar selalu terjaga komunikasi dengan Allah adalah dengan berzikir (Zikrullah).

Zikir secara harfiah berarti ingat dan sebut. Ingat adalah gerak hati, sedangkan  sebut adalah gerak lisan. Zikrullah berarti mengingat Allah, baik itu dengan zikrul lafzhy berzikir dengan lidah dan zikrul ma’nawy berzikir dalam hati dengan makna menyadari nikmat Allah dan mengiringi dengan perbuatan amaliyah yang disukai oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Kedua bentuk zikir ini tidak dapat dipisahkan, ia saling berkaitan satu dengan lainnya. Idealnya zikir itu berangkat dari kekuatan hati ditangkap oleh akal,dan diucapkan dengan lisan, lalu dibuktikan dengan ketaqwaan dalam  amal nyata di dunia ini.

Zikir adalah perintah Allah kepada orang-orang yang beriman untuk senantiasa  berzikir mengingati nikmat Allah SWT. ” dan bertasbihlah kepada-Nya diwaktu pagi dan petang.”

Maka berzikir berarti menelusuri ketaatan  kepada melaksanakan perintah Allah. Prakteknya, zikir bisa dilakukan dalam keadaan berdiri, duduk atau berbaring. Allah SWT berfirman:

فَإِذَا قَضَيْتُمُ الصَّلاَةَ فَاذْكُرُوا اللَّهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَى جُنُوبِكُمْ

“Maka apabila kamu telah menyelesaikan shalat(mu), ingatlah Allah (fazkurullaha) di waktu berdiri, di waktu duduk, dan diwaktu berbaring …” (Q.S. An Nisa’ : 103). Tempat zikir berada di dalam hati, bukan diujung lidah semata, ketika qalbu menjadi khusyu’ (menyerah), khudhu’ (tunduk), tadharru’ (merendahkan diri dgn rasa takut), tawadhu’ (patuh selalu berjalan dijalan lurus), dan yang melahirkan rasa khauf dan raja’ (harap) yang dilakukan di setiap kesempatan, pagi dan petang, siang dan malam. Allah SWT berfirman :

وَاذْكُرْ رَبَّكَ فِي نَفْسِكَ تَضَرُّعًا وَخِيفَةً وَدُونَ الْجَهْرِ مِنَ الْقَوْلِ بِالْغُدُوِّ وَاْلآصَالِ وَلاَ تَكُنْ مِنَ الْغَافِلِينَ

“Dan sebutlah (Nama) Tuhanmu dalam hatimu dengan merendahkan diri dan rasa takut, dan dengan tidak mengerasakan suara, di waktu pagi dan petang, dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai.” (Q.S. Al-A’raf: 205). Zikir adalah pangkal ketentraman, ketenangan dan kedamaian. Allah adalah sumber ketenangan dan kedamaian. Allah SWT berfirman:

.. فاذْكُُُرُونِي أَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوا لِي وَلاَ تَكْفُرُونِ

“… Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku, niscaya Aku ingat (pula) kepadamu…” (Q.S. Al Baqarah: 152). Zikir itulah jalan pembersamaan dengan Allah (ma’rifatullah).

 « Dialah – Allah – yang memberi rahmat kepadamu dan Malaikat-Nya (memohonkan ampunan untukmu), supaya Dia mengeluarkan kamu dari kegelapan kepada cahaya (yang terang). dan adalah Dia Maha Penyayang kepada orang-orang yang beriman. » (QS.33, al-Ahzab : 43).

“Ketahuilah bahwa orang-orang yang memandang dengan cahaya bashirah mengetahui bahwa tidak ada keselamatan kecuali dalam pertemuan dengan Allah SWT. Tidak ada jalan untuk bertemu Allah kecuali kematian hamba dalam keadaan menyintai Allah dan mengenal Allah (hubbullah dan ma’rifatullah). Hatinya akan selalu tenteram dan terbimbing hidayah Allah Azza wa Jalla.

الَّذِينَ ءَامَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلاَ بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ

“(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tentram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allahlah hati menjadi tentram.” (Q.S. Ar Ra’d: 28)

Meninggalkan zikrullah akan membuka kesempatan kepada syetan menguasai diri kita. Allah SWT berfirman:

اسْتَحْوَذَ عَلَيْهِمُ الشَّيْطَانُ فَأَنْسَاهُمْ ذِكْرَ اللَّهِ أُولَئِكَ حِزْبُ الشَّيْطَانِ أَلاَ إِنَّ حِزْبَ الشَّيْطَانِ هُمُ الْخَاسِرُونَ

“Syetan telah menguasai mereka dan menjadikan mereka lupa mengingat Allah (zikrullah); mereka itulah golongan syetan. Ketahuilah, bahwa sesungguhnya golongan syetan itulah golongan yang merugi.”  (Q.S. Mujadilah: 19)

Mengenal Allah dengan mensyukuri nikmat Nya. Memohon ampun atas kelalaian yang telah dilakukan.

Zikrullah adalah menjaga iman dengan menjauhi yang dilarang serta mengerjakan suruhan dengan segala senanghati. « Salam penghormatan kepada mereka (orang-orang mukmin itu) pada hari mereka menemui-Nya Ialah: Salam (Artinya: sejahtera dari segala bencana); dan Dia menyediakan pahala yang mulia bagi mereka. » (QS.33 : 44)

Sesungguhnya cinta dan keakraban tidak akan tercapai kecuali dengan selalu mengingat yang dicintai.

Rasulullah diutus menjelaskan bagaimana semestnya memelihara kecintaan kepada Allah Subhanahu wa ta’ala. « Hai Nabi, Sesungguhnya Kami mengutusmu untuk Jadi saksi, dan pembawa kabar gemgira dan pemberi peringatan …, dan untuk Jadi penyeru kepada agama Allah dengan izin-Nya dan untuk Jadi cahaya yang menerangi … Dan sampaikanlah berita gembira kepada orang-orang mukmin bahwa Sesungguhnya bagi mereka karunia yang besar dari Allah. » (QS.33 :45-47)

Gambar 

Seorang hamba yang berzikrullah (mengingati Allah) meraih tiga kejayaan besar.

Pertama, akan terpilih diberi taufik untuk mengingati-Nya. Jika bukan kerana kurnia Allah pasti lidah anda tidak layak mengingati dan menyebut nama Allah.

Kedua, akan diingat oleh Allah, yakni menjadi hamba yang dekat kepada-Nya.

Dan ketiga menjadi buah mulut dalam kalangan malaikat yang berada di sisi Allah sambil memohonkan ampunan.

Firman Allah ; « (malaikat-malaikat) yang memikul ‘Arsy dan Malaikat yang berada di sekelilingnya bertasbih memuji Tuhannya dan mereka beriman kepada-Nya serta memintakan ampun bagi orang-orang yang beriman (seraya mengucapkan): “Ya Tuhan Kami, rahmat dan ilmu Engkau meliputi segala sesuatu, Maka berilah ampunan kepada orang-orang yang bertaubat dan mengikuti jalan Engkau dan peliharalah mereka dari siksaan neraka yang menyala-nyala, »

«  Ya Tuhan Kami, dan masukkanlah mereka ke dalam syurga ‘Adn yang telah Engkau janjikan kepada mereka dan orang-orang yang saleh di antara bapak-bapak mereka, dan isteri-isteri mereka, dan keturunan mereka semua. Sesungguhnya Engkaulah yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana, »

«  dan peliharalah mereka dari (balasan) kejahatan. dan orang-orang yang Engkau pelihara dari (pembalasan) kejahatan pada hari itu Maka Sesungguhnya telah Engkau anugerahkan rahmat kepadanya dan Itulah kemenangan yang besar. » (QS.40, Al Mukmin, ayat 7-9)

Sesungguhnya Hubbullah dan ma’rifatullah hanya dapat dicapai dengan mengoptimalkan waktu-waktu malam dan siang untuk bertafakkur dan berzikir. Dengan itu kita raih nikmat Allah untuk menjadi hamba yang beruntung.

وَالْعَصْرِ -إِنَّ الاِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ -إِلا الَّذِينَ ءَامَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ.

“Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shaleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.” (Q.S. Al-’Ashr:1-3)

Ÿ« dan janganlah kamu menuruti orang-orang yang kafir dan orang- orang munafik itu, janganlah kamu hiraukan gangguan mereka dan bertawakkallah kepada Allah. dan cukuplah Allah sebagai Pelindung. » (QS.33 al-Ahzab : 48)

 

اللَّهُمَّ اصْلِحْ لَنَا دِيْنَنَا الَّذِي هُوَ عِصْمَةُ أَمْرِنَا، وَ اصْلِحْ لَنَا دُنْيَانَا الَّتيِ فِيْهَا مَعَاشِنَا، وَ اصْلِحْ لَنَا آخِرَتِنَا الَّتيِ إِلَيْهَا مَعَادُنَا، وَ اجْعَلِ اْلحَيَاةَ زِيَادَةً لَنَا فيِ كُلِّ خَيْرٍ، وَاجْعَلِ المَوْتَ رَاحَةً لَنَا مِنْ كُلِّ سَرٍ، اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ اْلعَفْوَ وَ العَافِيَةَ فيِ دِيْنِنَا وَ دُنْيَاناَ وَ أَهْلِيْنَا وَ أَمْوَالِنَا، رَبَّنَا آتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَ فِى الآخِرَةِ حَسَنَةً وَ قِنَا عَذَابَ النَّارِ. وَ اْلحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالَمِيْنَ.

Categories: Uncategorized | Leave a comment

SELALULAH TEGUH DAN BERSABAR

Nabi kita Muhammad –shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda,

مَا يُصِيبُ الْمُسْلِمَ مِنْ نَصَبٍ وَلاَ وَصَبٍ وَلاَ هَمٍّ وَلاَ حُزْنٍ وَلاَ أَذًى وَلاَ غَمٍّ حَتَّى الشَّوْكَةِ يُشَاكُهَا ، إِلاَّ كَفَّرَ اللَّهُ بِهَا مِنْ خَطَايَاهُ

” Tidaklah seorang muslim tertimpa suatu keletihan dan penyakit (yang terus menimpa), kekhawatiran dan kesedihan, dan tidak juga gangguan dan kesusahan bahkan duri yang melukainya melainkan Allah akan menghapus kesalahan-kesalahannya.”
( HR. Bukhari no. 5641)

Pesan Rasulullah ini mengingatkan kita bahwa keletihan yang di lalui dengan kesabaran akan menggugurkan dosa dosa satu demi satu.
Maka janganlah terlalu bersedih sehingga kesabaran menjadi hilang …

فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا

“Karena sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan.” (QS. Alam Nasyroh: 5)

Jalanilah kehidupan dengan tenang, karena disebalik kesulitan selalu ada kemudahan yang amat banyak.
Pahamilah pula bahwa mustahillah satu kesulitan dapat mengalahkan dua kemudahan.
Karenanya tidak perlu bersedih sehingga kesabaran jadi punah ….

وَأَنَّ النَّصْرَ مَعَ الصَّبْرِ

“Sesungguhnya pertolongan akan datang bersama kesabaran”( HR. Ahmad 1/307, shahih)

Bagi orang yang bertaqwa tersedia jalan keluar yang sangat banyak dalam menghadapi kesulitan kesulitannya. Pertolongan akan sangat mudah datang jika seseorang bersabar. Karenanya tidak perlu bersedih akan tetapi bersabarlah selalu …

Gambar

Jagalah hati, lisan dan anggota badan agar jangan berkeluh kesah.
Ridholah dengan takdir ilahi dan bersabar serta teguhlah meraih pertolongan.

Musibah akan menjadikan diri lebih dewasa dan semakin meninggikan derajat di sisi Allah. Musibah adalah suasan yang bermakna ujian iman seseorang sehingga senantiasa mendekatkan diri kepada Khalik dengan harapan sepenuh hati semoga Allah menjadikan badai cepat berlalu.

Moga Allah menjadikan diri kita menjadi orang yang bersabar.
Insya Allah, sesuai janji Rabb bahwa akan selalu membalasi orang yang bersabar dengan JANNAH ….
Amin …

Categories: Uncategorized | Leave a comment

Marilah kita berdo’a (meminta) kepada Allah subhanahu wata’ala sebanyak mungkin

Dari Mu’adz Aljuhani radhiAllahu anhu. berkata, Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. bersabda, “Barang siapa membaca al Quran dan mengamalkan isi kandungannya, maka kedua orang tuanya akan di pakaikan mahkota pada hari kiamat, yang sinarnya lebih terang dari pada cahaya matahari jika sekiranya matahari itu berada di rumah-rumah kamu di dunia ini. Bagaimana menurut perkiraan kalian mengenai orang yang mengamalkannya sendiri?” (Hr. Ahmad dan Abu Dawud).

Dengan keberkahan membaca al Quran dan memgamalkan isinya, maka kedua orang tua si pembaca akan di pakaikan mahkota kemuliaan yang sinarnya dapat melebihi sinar matahari jika matahari itu berada di dalam rumah.

Matahari itu letaknya sangat jauh dari tempat kita tetapi cahayanya sangat terang, apalagi jika matahari itu berada dalam rumah kita. Maka pasti luar biasa terangnya. Sedangkan cahaya mahkota yang dipakaikan kepada orang tua si pembaca al Quran adalah lebih terang lagi.

 

Jika kedua orang tuanya saja sudah di berikan kemuliaan begitu banyak, maka pastilah si pembacanya itu sendiri akan mendapat pahala yang berlipat-lipat lagi banyaknya.

Rasulullah sallallahu alaihi wasallam bersabda : “Sesungguhnya termasuk orang yang paling kucintai di antara kamu dan paling dekat tempat duduknya denganku pada hari kiamat adalah orang-orang yang paling baik akhlaqnya di antara kamu.

Dan sesungguhnya orang yang paling kubenci di antara kamu dan paling jauh tempat duduknya denganku pada hari kiamat adalah ats-tsartsarun (Banyak bicara sia sia), al-mutasyaddiqun (mengganggu), dan al-mutafaihiqun. Para sahabat berkata: “Wahai Rsulullah, kami telah mengetahui al-tsartsarun dan al-mutasyaddiqûn, tetapi apakah al-mutafaihiqûn? Beliau menjawab: “Orang-orang yang sombong”. (HR Tirmidzi, no. 2018).

Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam bersabda ; “Barangsiapa yang tidur dalam keadaan suci, maka malaikat akan bersamanya di dalam pakaiannya. Dia tidak akan bangun hingga malaikat berdo’a: “Ya Allah, ampunilah hambamu si fulan karena tidur dalam keadaan suci.” (H.R. Imam Ibnu Hibban dari Abdullah bin Umar).

Mari kita wudhu dulu sebelum tidur…

 

Apabila bangun dari tidur, maka Rasullallah sallallahu alaihi wasallam membaca doa:

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَحْيَانَا بَعْدَ مَا أَمَاتَنَا وَإِلَيْهِ النُّشُورُ
‘ALHAMDU LILLAAHIL LADZII AHYAANAA BA’DA MAA AMAATANAA WAILAIHINNUSYUURU’ Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan kami kembali setelah mematikan kami dan hanya kepada-Nyalah tempat kami kembali.’ (HR. Muslim:2711)
Dari Abu Hurairah dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam, beliau bersabda:  “Setan mengikat tiga ikatan pada tengkuk salah seorang di antara kalian, pada setiap ikatan ia membisikkan; malam masih panjang, maka tidurlah dengan nyenyak!.” Dan satu kali ia mengatakan: “pada setiap ikatan ia membisikkan kepadanya; malam masih panjang!.”
Beliau berkata:  “jika ia terbangun lalu berdzikir(berdo’a) kepada Allah `Azza wa Jalla maka terurailah satu ikatan,  lalu jika ia berwudhu maka terurailah dua ikatan, dan jika ia melaksanakan shalat maka terurailah ketiga ikatan itu dan ia akan menyongsong esok hari dengan hati yang lapang dan semangat membara,  namun jika ia tidak (melakukan hal itu) maka keesokan harinya ia akan merasakan kesempitan hati dan kemalasan.” (HR. Ahmad 7007).
“Dari ‘Aisyah Radhiallahu Anha ;
 “Nabi Sallalahu ‘Alaihi Wasallam apabila berbaring di tempat tidurnya pada setiap malam Baginda mengangkat kedua tangannya (seperti berdo’a), lalu meniup Dan membaca surah al-Ikhlas, surah al-Falaq, surah an-Nas, kemudian Baginda menyapukan tangannya itu ke seluruh badan yang dapat disapunya mulai dari kepalanya dan mukanya dan bagian depan dari badannya, Baginda melakukannya sebanyak tiga kali.” (Diriwayatkan oleh at-Tirmizi).
Membaca ayat kursi …
اللَّهُ لآ إِلَهَ إِلأ هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ لآ تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلآ نَوْمٌ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الأَرْضِ مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلأ بِإِذْنِهِ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ وَلآ يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلآ بِمَا شَاءَ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضَ وَلآ يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيم [البقرة: 255
Sebagaimana dalam hadits Abu Hurairah; Jika kamu beranjak ke tempat tidurmu maka bacalah ayat Al-kursi sampai selesai, karena kamu akan selalu mendapat penjagaan dari Allah, dan syaitan tidak akan mendekatimu sampai pagi. [Sahih Bukhari dan Muslim].
BerDo’a sebelum dan sesudah tidur
بسم الله الرحمن الرحيم
Hudzaifah berkata: Rasulullah sallallahu ‘alaihi wasallam jika hendak tidur membaca …
بِاسْمِكَ اللَّهُمَّ أَمُوتُ وَأَحْيَا
“Dengan nama-Mu ya Allah aku mati dan hidup”.
Dan jika bangun dari tidur membaca …
الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَحْيَانَا بَعْدَ مَا أَمَاتَنَا وَإِلَيْهِ النُّشُورُ
“Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan kami setelah mematikan kami, dan hanya kepada-Nya lah tempat kembali”. [Sahih Bukhari].
Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Jika seseorang keluar dari rumahnya lalu membaca (zikir):
بِسْمِ اللَّهِ تَوَكَّلْتُ عَلَى اللَّهِ، لاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللَّهِ
Bismillahi tawakkaltu ‘alallahi, walaa haula wala quwwata illa billah (Dengan nama Allah, aku berserah diri kepada-Nya, dan tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan-Nya), maka malaikat akan berkata kepadanya: “(sungguh) kamu telah diberi petunjuk (oleh Allah Ta’ala), dicukupkan (dalam segala keperluanmu) dan dijaga (dari semua keburukan)”, sehingga setan-setanpun tidak bisa mendekatinya, dan setan yang lain berkata kepada temannya: Bagaimana (mungkin) kamu bisa (mencelakakan) seorang yang telah diberi petunjuk, dicukupkan dan dijaga (oleh Allah Ta’ala)” [HR.Abu Dawud].
Semoga kita senantiasa bisa mengamalkannya, Dan selalu berusaha dan tawakal kepada Allah subhanahu wata’ala, sehingga kita selalu dijaga dan dicukupi oleh Allah Azza wa Jalla.
“Setiap pagi setiap persendian salah seorang diantara kalian harus (membayar) sadaqah, maka setiap tasbih adalah sadhaqah, setiap tahmid adalah sadhaqah, setiap tahlil adalah sadaqah, setiap takbir adalah sadaqah, amar ma’ruf adalah sadaqah, mencegah kemungkaran adalah sadaqah, tetapi dua raka’at dhuha sudah mencukupi semua hal tersebut” (HR Muslim).
Doa Dhuha ;
“Ya Allah, bahwasanya waktu dhuha itu waktu dhuha (milik) Mu, kecantikan ialah kencantikan (milik) Mu, keindahan itu keindahan (milik) Mu, kekuatan itu kekuatan (milik) Mu, kekuasaan itu kekuasaan (milik) Mu, dan perlindungan itu perlindungan Mu. Ya Allah, jika rizqiku masih diatas langit, turunkanlah, dan jika ada di didalam bumi, keluarkanlah, jika sukar, mudahkanlah, jika haram maka berikanlah yang halal, jika masih jauh dekatkanlah, berkat waktu dhuha, keagungan, keindahan, kekuatan dan kekuasaan Mu, limpahkanlah kepada kami segala yang telah Engkau limpahkan kepada hamba-hamba Mu yang shaleh”.
Allah berfirman: “Apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah) sesungguhnya Aku dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi segala perintah-Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku agar mereka selalu berada dalam kelurusan.” (Al-Baqarah: 186).
Dan semua do’a, oleh Allah subhanahu wata’ala akan dikabulkan. mengenai kapan itu, kita tidak mengetahuinya…
Rasulullah sallallahu alaihi wasallam bersabda : “Tidak ada seorang muslim pun yang berdoa kepada Allah dengan satu doa yang tidak ada di dalamnya dosa dan pemutusan silaturahmi, kecuali Allah memberikan kepadanya dengan doa tersebut salah satu dari tiga perkara: Bisa jadi permintaannya disegerakan, bisa jadi permintaannya itu disimpan untuknya di akhirat nanti, dan bisa jadi dipalingkan/dihindarkan kejelekan darinya yang sebanding dengan permintaannya.”.
Ketika mendengar penjelasan seperti itu, para shahabat berkata: “Kalau begitu kita akan memperbanyak doa.”  Nabi Shallalahu ‘alaihi wa Sallam  menjawab: “Allah lebih banyak lagi yang ada di sisi-Nya (atau pemberian-Nya).” (HR. Ahmad ).
Marilah kita berdo’a (meminta) kepada Allah subhanahu wata’ala sebanyak mungkin, Dan kita adukan semua masalah kita, hajat (keperluan) kita, hanya kepada Allah subhanahu wata’ala.
 

 

Categories: Amar Makruf Nahi Munkar, Buya Masoed Abidin, dakwah ilaa Allah, Pendidikan, Surau, Tauhid, Uncategorized | Leave a comment

ZAKAT Rukun Islam Yang TERLALAIKAN

Suaro Surau Singgalang

(HU Singgalang, Syiar Ramadhan, Senin 29 Juli 2013 (21 Ramadhan 1434H) hal.A-6)

 

 

Firman Allah, “ Ingatlah, kamu ini orang-orang yang diajak untuk menafkahkan (hartamu) pada jalan Allah. Maka di antara kamu ada yang kikir, dan siapa yang kikir sesungguhnya dia hanyalah kikir terhadap dirinya sendiri. dan Allah-lah yang Maha Kaya sedangkan kamulah orang-orang yang berkehendak (kepada-Nya); dan jika kamu berpaling niscaya Dia akan mengganti (kamu) dengan kaum yang lain; dan mereka tidak akan seperti kamu ini.” (Q.S. Muhammad 38).

Senyatanya dalam hidup sellalu ada saja orang-orang kekenyangan selesai menyantap makanan sementara tempat lainnya banyak pula orang yang menekan perutnya menahan lapar.

Ada pula orang yang bingung mencari menu makanan enak pemenuhan seleranya sementara ditempat lainnya ada yang bingung apakah masih ada orang yang berbelas kasihan padanya memberikan makan dihari ini.

Begitulah kepincangan yang sering terlihat dengan nyata di depan mata sehari hari.

Gambar

Agama Islam sebagai agama rahmatan lil’alamin memerintahkan kepada orang-orang yang memiliki rahmat kelebihan harta agar selalu memperhatikan para dhu’afa’ yang tak mampu ini.

Mengasihi dan menolong sesama umat agar terlepas dari belenggu kesusahan kemiskinan adalah salah satu ciri agama Islam yang mulia ini. Kepada orang yang memiliki harta benda dalam ukuran tertentu atau satu nisab diwajibkan mengeluarkan sebagian harta mereka (2,5%) untuk diberikan kepada mustahiqun sesuai ketetapan Al Qur’an sebagai zakat.

Di negeri ini mudah dijumpai anak-anak putus sekolah yang tak mampu membiayai dirinya. Banyak kaum melarat yang terlantar. Hal ini dapat juga terjadi karena kaum muslimin yang diberi nikmat harta benda enggan mengeluarkan zakat hartanya. Kewajiban zakat adalah salah satu Rukun Islam namun sering terabaikan. Dapat juga terjadi karena lembaga pengelola zakat yang diberi amanat melaksanakan pengelolaan zakat kurang berperan semestinya. Atau karena upaya pendistribusiannya belum mencapai sasaran pembebas umat dari belenggu kemiskinan struktural maupun kultural.

Dalam sistem ekonomi kapitalis dikembangkan ajaran bertahan untuk hidup. Sering berlaku yang kuat yang dapat bertahan dan yang lemah tersingkir dengan sendirinya.

Gambar

Dalam ajaran Islam orang-orang lemah (dhuafa) dan orang-orang yang kuat (aghniya’) saling bertolongan menciptakan kemakmuran dan kesejahteraan dalam masyarakatnya.

Rasulullah saw. bersabda: “Tidak mungkin terjadi, seorang fakir menderita kelaparan atau kekurangan sandang dan pangan kecuali dikarenakan kebakhilan para hartawan (aghniya’). Ingatlah bahwa, Allah SWT akan melakukan perhitungan yang teliti serta meminta pertanggung jawaban mereka, lalu akan menyiksa mereka dengan siksaan yang amat pedih.” (HR. Imam Al Ashbahani).

Dipahami bahwa derita kemiskinan para fakin miskin tidak semata karena kemalasan mereka dalam bekerja. Boleh saja terjadi karena kurangnya pemerataan yang bertanggung jawab dari orang kaya yang enggan menyisihkan sebagian kecil hartanya guna menciptakan masyarakat yang makmur melalui membayar zakat dengan amanah. Allah SWT berfirman. “Ambillah zakat dari sebagian dari harta mereka.” (Q.S. At Taubah 103).

Disamping itu wajib pula optimalisasi pengelolaannya secara efektif-efisien, tepat guna dan tepat sasaran. Seringkali terjadi pendistribusian zakat terkonsentrasi kepada kelompok tertentu. Pendistribusia yang tidak merata akan berakibat pendayagunaan dana zakat yang terkumpul tidak optimal.

Gambar

Kebanyakan pula al mustahiqun selama ini selalu « diberi ikan dan bukannya diberikan pancing ». Sehingga upaya menjadikan Mustahiq sebagai Muzakki di suatu saat kelak hanya impian belaka. Banyak pula umat yang kurang mengetahui hukum fiqih zakat dan menejemen pengelolaan zakat.

Masalah utama bukan terletak pada adanya kaya dan miskin, akan tetapi mengupayakan kesejahteraan berkeadilan terwujud di tengah-tengah umat adalah sebuah suruhan agama yang tak boleh diabaikan.***

Categories: Uncategorized | Leave a comment

Penutupan Pesantren Ramadhan di Masjid Raya Al Munawwarah Siteba Padang

Penutupan Pesantren Ramadhan di Masjid Raya Al Munawwarah Siteba Padang

Pesantren Ramadhan ini diikuti oleh 360 orang peserta terdiri dari siswa siswi SD, SMP dan SMA dengan dibimbing oleh 36 orang guru pembimbing dan kepanitian dikoordinir oleh Seksi Pendidikan Masjid Raya Al Munawwarah Drs. Faishal Lubis.
Pesatren Ramadhan selama 20 hari dimulai 7 Ramadhan dan berakhir 27 Ramadhan 1434 H.

Categories: Uncategorized | Tags: | Leave a comment

IKTIKAF DI MASJID

Surau Singgalang
(HU Singgalang, Syiar Ramadhan, Senin 5 Agustus 2013 (28 Ramadhan 1434H) hal.A-6)

Oleh  Masoed Abidin Jabbar

Diriwayatkan dari Anas ra, ia berkata Rasulullah SAW biasa melakukan iktikaf pada sepuluh hari terakhir pada bulan Ramadhan. Kemudian beliau pernah tidak beriktikaf pada suatu tahun, lalu pada tahun berikutnya beliau beriktikaf selama dua puluh hari“ (HR. Ahmad dan Tirmidzi). Bulan Ramadhan adalah bulan ibadah.

Salah satu ibadah disenangi di bulan ini adalah berdiam diri di Masjid untuk sementara waktu dengan niat ibadah atau melaksanakan  Iktikaf dengan memperbanyak shalat sunah, membaca Al Quran dan memperdalam tsaqafah wawasan keislaman.

Hakikatnya Iktikaf adalah memisahkan diri sementara waktu dan bertaqarrub meningkatkan ketaqwaan kepada Allah Azza wa Jalla. Apabila ketaqwaan melemah dalam jiwa dan kehidupan bermasyarakat salah satu solusinya adalah iktikaf. Siti Aisyah Radhiallahu ‘anha berkata, “Nabi Muhammad SAW. apabila hendak beriktikaf beliau shalat subuh lalu masuk ke tempat iktikaf” (Muttafaqunlaih).

Rasulullah SAW. tidak pulang pergi ketika beriktikaf kecuali apabila ada keperluan. Siti Aisyah r.a mengatakan, “Rasulullah SAW. mengulurkan kepalanya kepada saya, sedang beliau berada di masjid, kemudian saya menyisir rambutnya, dan beliau tidak masuk rumah apabila sedang beriktikaf, kecuali beliau ada keperluan”. (HR. Bukhari).
Gambar
Sebaiknya iktikaf diperbanyak pada sepuluh hari terakhir Ramadhan, berdasarkan contoh yang telah diberikan oleh Rasulullah SAW. Dan Aisyah r.a. berkata, “adalah Rasulullah SAW. apabila telah masuk sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan dibangunkanlah keluarganya dan senantiasa mengencangkan ikat pinggang” (Muttafaqunalaih). Demikian Rasulullah SAW pada masa iktikaf itu beliau memperbanyak membaca Al-quran serta berdoa kepada Allah SWT. Maka, pada bulan Ramadhan Mubarak ini mari kunjungi Masjid untuk beriktikaf.

Meluangkan sedikit waktu untuk lebih mendekatkan diri kepada Khaliq. Memuji kebesaran-Nya dan merenungi ke MahakuasaanNya. Memohon ampunan atas segala kelalaian. Membanyakkan berdo’a agar umat Islam dimanapun berada diberi kesabaran serta kekuatan dalam memecahkan segala permasalahan hidup yang semakin kompleks.

Anjuran iktikaf berkaitan erat dengan informasi datangnya Lailatulqadar yaitu malam kemuliaan. Sabda Rasulullah saw, “Carilah (malam qadar) itu pada sepuluh akhir dari bulan Ramadhan” (HR. Ahmad dan Bukhari). Pernyataan Rasulullah ini mendorong umat Islam semestinya lebih giat beribadah menjelang berakhirnya puasa Ramadhan  untuk mencapai kematangan dan kesempurnaan jiwa beribadah. Memiliki kesiapan mental menerima kehadiran malam kemuliaan di bulan Ramadhan yang agung ini.
Gambar
Seharusnya pula dipahami bahwa penyambutan lailatul qadar itu tempatnya adalah di Masjid. Bukan di rumah atau di hotel hotel. Cara penyambutannya dengan melakukan iktikaf. Karena masjid adalah tempat suci dan tempat dilakukannya berbagai kebajikan. Masjid adalah juga tempat di mana kita berusaha untuk melepaskan diri dari berbagai hiruk-pikuk kehidupan dunia yang menyesakkan melalui penggapaian pencerahan iman dan rohani kita.

Senyatanya anjuran ibadah puasa dengan iktikaf lebih dikuatkan pelaksanaannya pada sepuluh malam terakhir Ramadhan ini agar dapat mengantar umat Islam meraih lailatul qadar itu. Melalui penantian lailatul qadar umat Islam melakukan perubahan hidup setiap tahun dari kehidupan yang gelap menuju kehidupan terang-benderang di bawah petunjuk sinaran hidayah Allah SWT. Maka iktikaf  adalah suatu ibadah terpuji dan disenangi dilakukan di bulan Ramadhan.
Gambar
Sabda Rasulullah SAW, “Siapa yang beriktikaf sehari demi mengharapkan keridhaan Allah Ta’ala, maka Allah benkenan membuat antara dia dan api (neraka) tiga buah parit, tiap parit lebih jauh dari masyriq dan maghrib” (HR. Thabrani).

Semoga dengan melaksanakan iktikaf di bulan suci Ramadhan penuh berkah ini Allah SWT memasukkan kita ke dalam golongan para muttaqien.
Amin Yaa Rabbal Alamin. ***

Categories: Uncategorized | Leave a comment

Blog at WordPress.com. The Adventure Journal Theme.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 3,242 other followers