<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>BUYA H.MAS'OED ABIDIN's Weblog</title>
	<atom:link href="http://hmasoed.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://hmasoed.wordpress.com</link>
	<description>Kumpulan Tulisan, Makalah, Pikiran, Komentar, Dakwah Komprehensif, Pesan Pesan Dakwah Mohamad Natsir, Nilai-Nilai Adat Basandi Syarak dalam Masyarakat Adat di Minangkabau, serta Buku Buya yang belum diterbitkan</description>
	<pubDate>Sun, 17 Aug 2008 04:10:15 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=MU</generator>
	<language>en</language>
			<item>
		<title>Tauhid adalah Ruh Pendidikan Madrasah</title>
		<link>http://hmasoed.wordpress.com/2008/08/17/tauhid-adalah-ruh-pendidikan-madrasah/</link>
		<comments>http://hmasoed.wordpress.com/2008/08/17/tauhid-adalah-ruh-pendidikan-madrasah/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 17 Aug 2008 04:10:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Buya Masoed Abidin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Buya Masoed Abidin]]></category>

		<category><![CDATA[Education]]></category>

		<category><![CDATA[Komentar]]></category>

		<category><![CDATA[Masyarakat Adat]]></category>

		<category><![CDATA[Minangkabau]]></category>

		<category><![CDATA[Surau]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hmasoed.wordpress.com/?p=138</guid>
		<description><![CDATA[Akidah dan Akhlak 
Ruh Dakwah Pendidikan, Strategi Menghidupkan 
Pembinaan Madrasah, di Sumatera Barat
Oleh : H. Mas’oed Abidin
 
 
Pendahuluan                                                                  
Upaya dan usaha umat Islam di Sumatera Barat di dalam menghidupkan perguruan Islam yang disebut Madrasah (kini lazim disebut Pesantren) sepanjang sejarah pendidikan Islam di Indonesia. 
Khusus untuk daerah Minangkabau, Provinsi Sumatera Barat, upaya itu tampak jelas sejak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><h1 style="line-height:115%;text-align:center;margin:0;"><strong><span style="font-size:14pt;line-height:115%;font-family:&quot;font-variant:small-caps;text-shadow:auto;">Akidah dan Akhlak </span></strong></h1>
<h1 style="line-height:115%;text-align:center;margin:0;"><strong><span style="font-size:14pt;line-height:115%;font-family:&quot;font-variant:small-caps;text-shadow:auto;">Ruh Dakwah Pendidikan, Strategi Menghidupkan </span></strong></h1>
<h1 style="line-height:115%;text-align:center;margin:0;"><strong><span style="font-size:14pt;line-height:115%;font-family:&quot;font-variant:small-caps;text-shadow:auto;">Pembinaan Madrasah, di Sumatera Barat</span></strong><strong><span style="font-size:14pt;line-height:115%;font-family:&quot;font-variant:small-caps;text-shadow:auto;"></span></strong></h1>
<h2 style="line-height:115%;text-align:center;margin:0;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;">Oleh : H. Mas’oed Abidin</span></h2>
<h3 style="line-height:115%;margin:6pt 0 0;"><span style="font-family:&quot;font-variant:small-caps;"><span style="font-size:small;"> </span></span></h3>
<h3 style="line-height:115%;margin:6pt 0 0;"><span style="font-family:&quot;font-variant:small-caps;"><span style="font-size:small;"> </span></span></h3>
<h3 style="line-height:115%;margin:6pt 0 0;"><span style="font-family:&quot;font-variant:small-caps;"><span style="font-size:small;">Pendahuluan<span>                                                                  </span></span></span></h3>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:1cm;line-height:115%;margin:6pt 0 0;"><span style="font-family:&quot;"><span style="font-size:small;">Upaya dan usaha umat Islam di Sumatera Barat di dalam menghidupkan perguruan Islam yang disebut Madrasah (kini lazim disebut Pesantren) sepanjang sejarah pendidikan Islam di Indonesia. </span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:1cm;line-height:115%;margin:6pt 0 0;"><span style="font-family:&quot;"><span style="font-size:small;">Khusus untuk daerah Minangkabau, Provinsi Sumatera Barat, upaya itu tampak jelas sejak dari mula pendiriannya oleh ulama di nagari dan masyarakat selingkarannya. Demikian pula dengan pengembangan madrasah-madrasah itu, sejak dari surau, mulai dari wirid ke madrasah, sampai ke perguruan tinggi, selalu dengan perlibatan dan pemberdayaan semua potensi masyarakat, sejak dari kampong sampai ke rantau. </span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:1cm;line-height:115%;margin:6pt 0 0;"><span style="font-family:&quot;"><span style="font-size:small;">Usaha-usaha terpadu ini, telah melahirkan berbagai tingkat pendidikan, sejak dari tingkat awaliyah, ibtidaiyah, tsanawiyah, ‘aliyah, hingga ketingkat kulliyah. Hasilnya, hingga saat ini, kita temui sebagai upaya bersama masyarakat, yang sesungguhnya sudah melalui rentang waktu yang panjang. </span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:1cm;line-height:115%;text-align:justify;margin:6pt 0 0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:&quot;">Selama dua abad sampai sekarang, sejak kembalinya </span><span style="font-family:&quot;" lang="FR">tiga serangkai ulama zuama Minangkabau (1802), yaitu <strong><em>Haji Miskin</em></strong> di Pandai Sikek, Luhak Agam, <strong><em>Haji Abdur Rahman</em></strong>, di Piobang, Luhak Limopuluah, dan <strong><em>Haji Muhammad Arief</em></strong><em>,</em> di Sumanik, Luhak nan Tuo, Tanah Datar, lazim dikenal bergelar <em>Tuanku Lintau.</em> Ketiga mujahid dakwah ini telah membawa penyadaran pemikiran dan memacu semangat umat mengamalkan agama Islam yang benar di dalam kehidupan beradat di Minangkabau. Jalan yang mesti ditempuh adalah menggiatkan masyarakat menuntut ilmu. </span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="line-height:115%;text-align:justify;margin:0;"><strong><span style="font-size:14pt;color:black;line-height:115%;font-family:&quot;font-variant:small-caps;">Perkembangan Intelektual Pengujung Abad ke-19</span></strong><span style="font-size:14pt;color:black;line-height:115%;font-family:&quot;font-variant:small-caps;"> </span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:1cm;line-height:115%;text-align:justify;margin:6pt 0 0;"><span style="color:black;font-family:&quot;"><span style="font-size:small;">Sumatera Barat menandai satu masa perkembangan <em>sosial </em><span>dan</span><em> intelektual</em><span> yang deras dipengujung abad ke 19.</span> Diawali pulangnya putra-putra Minangkabau dari menimba ilmu di Mekah. </span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:1cm;line-height:115%;text-align:justify;margin:6pt 0 0;"><span style="font-size:small;"><span style="color:black;font-family:&quot;">Mereka membawa ruh pembaharuan pendidikan Islam sebagaimana digerakan <em>Muhammad Abduh</em> dan <em>Jamaluddin al-Afghani </em>dari Mesir. <strong>Ruh pendidikan madrasah di Minangkabau itu, tidak dapat dilepaskan dari pelajaran-pelajaran yang diberikan </strong></span><span style="font-family:&quot;">seorang pelopor gerakan pembaruan di Minangkabau yang banyak menyebarkan pikirannya dari Mekah pada awal abad ke-20 Beliau adalah <strong>Syekh Ahmad Khatib</strong> <strong>EL Minangkabawy (1855)</strong><a name="_ednref1" href="http://hmasoed.wordpress.com/wp-admin/#_edn1"><span class="MsoEndnoteReference"><span><span class="MsoEndnoteReference"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">[1]</span></span></span></span></a><strong>, </strong>turunan dari seorang hakim gerakan Paderi yang sangat anti penjajahan Belanda.<span class="MsoEndnoteReference"> <a name="_ednref2" href="http://hmasoed.wordpress.com/wp-admin/#_edn2"><span><span class="MsoEndnoteReference"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">[2]</span></span></span></a></span> </span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:1cm;line-height:115%;text-align:justify;margin:6pt 0 0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:&quot;">Di samping itu ada s</span><span style="font-family:&quot;" lang="FR">eorang pembaru yang tidak dapat dilupakan, walau lebih dikenal di tanah serantau, yaitu <strong><em>Syekh Taher Djalaluddin</em> (1869-1956)<a name="_ednref3" href="http://hmasoed.wordpress.com/wp-admin/#_edn3"><span class="MsoEndnoteReference"><span><span class="MsoEndnoteReference"><strong><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;" lang="FR">[3]</span></strong></span></span></span></a>.</strong> </span><span style="font-family:&quot;">Syekh Taher Djalaluddin terbilang seorang tertua dan pelopor ajaran Ahmad Khatib di Minangkabau dan di tanah Melayu. Dia juga adalah guru kalangan pembaru Minangkabau. Pengaruhnya tersebar pada murid-muridnya melalui majalah <strong><em>Al-Imam</em></strong> dan melalui sekolah yang didirikannya di Singapura bersama Raja Ali Haji bin Ahmad pada tahun 1908. Sekolah yang bernama <strong><em>Al-Iqbal al-Islamiyah</em></strong>, menjadi model <em>Sekolah Adabiyah</em> yang didirikan oleh Haji Abdullah Ahmad di Padang pada tahun 1908. </span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:1cm;line-height:115%;text-align:justify;margin:6pt 0 0;"><span style="color:black;font-family:&quot;"><span style="font-size:small;">Ulama-ulama Minangkabau itu, di antaranya <strong>Muhammad Djamil Djambek</strong> atau <em>Inyik Djambek </em>(1860-1947)</span></span><a name="_ednref4" href="http://hmasoed.wordpress.com/wp-admin/#_edn4"><span class="MsoEndnoteReference"><span style="text-transform:uppercase;font-family:&quot;"><span><span class="MsoEndnoteReference"><span style="font-size:12pt;text-transform:uppercase;font-family:&quot;">[4]</span></span></span></span></span></a><span style="font-size:small;"><span style="color:black;font-family:&quot;">, <strong>M. Thaib Umar</strong> di Sungayang (1874-1920), </span><strong><span style="font-family:&quot;" lang="FR">Haji Abdul Karim Amarullah</span></strong><span style="font-family:&quot;" lang="FR"> atau <em>Inyik Rasul</em> </span><span style="font-family:&quot;" lang="FR">(1879-1945)<a name="_ednref5" href="http://hmasoed.wordpress.com/wp-admin/#_edn5"><span class="MsoEndnoteReference"><span><span class="MsoEndnoteReference"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;" lang="FR">[5]</span></span></span></span></a></span><span style="font-family:&quot;" lang="FR">, </span><strong><span style="font-family:&quot;" lang="FR">Haji Abdullah Ahmad </span></strong><span style="font-family:&quot;" lang="FR">(1878 – 1933)<a name="_ednref6" href="http://hmasoed.wordpress.com/wp-admin/#_edn6"><span class="MsoEndnoteReference"><span><span class="MsoEndnoteReference"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;" lang="FR">[6]</span></span></span></span></a>, dan <strong><span style="color:black;">Syekh Ibrahim Musa</span></strong></span></span><a name="_ednref7" href="http://hmasoed.wordpress.com/wp-admin/#_edn7"><span class="MsoEndnoteReference"><span style="font-family:&quot;"><span><span class="MsoEndnoteReference"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">[7]</span></span></span></span></span></a><span style="font-size:small;"><strong><span style="color:black;font-family:&quot;" lang="FR">. </span></strong><span style="color:black;font-family:&quot;" lang="FR">Mereka menyebarkan<strong> </strong>peranannya dalam mendirikan lembaga pendidikan Islam yang bersifat modern.</span><span style="font-family:&quot;" lang="FR"> </span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:1cm;line-height:115%;text-align:justify;margin:6pt 0 0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:&quot;" lang="FR">Nafas yang ditiupkan oleh ruh dakwah pendidikan membawa satu perubahan besar dan signifikan di masanya. Para <strong><em>ulama suluah bendang</em></strong> di nagari memasuki era baru. Mereka menjadi kelompok pembaru di sisi ehidupan sosial masyarakat. Di antaranya </span><strong><em><span style="color:black;font-family:&quot;" lang="FR">Zainuddin Labai al-Yunusi </span></em></strong><strong><em><span style="font-family:&quot;" lang="FR">(1890- 1934)</span></em></strong></span><a name="_ednref8" href="http://hmasoed.wordpress.com/wp-admin/#_edn8"><span class="MsoEndnoteReference"><span style="font-family:&quot;"><span><span class="MsoEndnoteReference"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">[8]</span></span></span></span></span></a><span style="font-size:small;"><strong><span style="font-family:&quot;"> </span></strong><span style="font-family:&quot;" lang="FR">di Padangpanjang.</span><strong><em><span style="color:black;font-family:&quot;" lang="FR"> </span></em></strong><span style="font-family:&quot;" lang="FR"><span> </span></span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="line-height:115%;text-align:justify;margin:0;"><strong><span style="font-size:14pt;line-height:115%;font-family:&quot;font-variant:small-caps;" lang="FR">Madrasah dan Surau Mengawal Ruhul Islam</span></strong></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:1cm;line-height:115%;text-align:justify;margin:6pt 0 0;"><span style="font-size:small;"><span style="color:black;font-family:&quot;" lang="FR">Umumnya para murid bekas ulama-ulama tersebut kemudian menjadi pelopor pembaruan pemikiran Islam di Ranah Minang melalui surau. </span><span style="font-family:&quot;" lang="FR">Keadaan ini bergerak terus, sesuai dinamika dan tuntutan zaman, hingga ke masa pergerakan kemerdekaan. </span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:1cm;line-height:115%;text-align:justify;margin:6pt 0 0;"><span style="font-family:&quot;" lang="FR"><span style="font-size:small;">Madrasah telah menjadi markas <em>pergerakan bawah tanah</em> (silent operation) menentang kaum penjajah, sehingga berakibat semua gerak dan geliatnya selalu dicurigai oleh penguasa penjajahan semasa. Dicatat oleh sejarah bahwa benang merah yang dipunyai para pejuang adalah terpelajar, beragama yang taat dan peribadi mandiri. </span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:1cm;line-height:115%;text-align:justify;margin:6pt 0 0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:&quot;" lang="FR">Dari surau penguatan madrasah dimulai. Orientasi pendid</span><span style="font-family:&quot;">ikan ditekankan pada penanaman aqidah. Didukung dengan ilmu‑ilmu agama, pembinaan fisik, dan mental (melalui latihan silat), pelajaran kesenian dan ketrampilan. Lulusan surau ideal inilah kombinasi ulama, pejuang, jiwa seni, mandiri dan terampil. </span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:1cm;line-height:115%;text-align:justify;margin:6pt 0 0;"><span style="font-family:&quot;"><span style="font-size:small;">Setelah masuknya pendidikan modern awal abad ke 20 (1929) surau berkembang dengan sistem klasikal. Contohnya <em>Madrasah Irsyadin Naas</em> (MIN), Perguruan <strong>Diniyah</strong> <strong>Puteri, Thawalib </strong><span>dan</span><strong> Perguruan Muhammadiyah.</strong></span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="line-height:115%;text-align:justify;margin:0;"><strong><span style="font-size:14pt;line-height:115%;font-family:&quot;font-variant:small-caps;" lang="FR">Berurat ke <span> </span>Hati<span>  </span>Masyarakat</span></strong></p>
<p class="MsoBodyTextIndent2" style="text-indent:1cm;line-height:115%;margin:6pt 0 0;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;" lang="FR"><span style="font-family:Book Antiqua;">Para pemuka masyarakat di masa itu umunya jebolan madrasah. Mereka memiliki pikiran maju rasional dan cinta tanah airnya. Sesuai bimbingan agama Islam yang diterima dari pelajaran surau dan madrasah. Para thalabah lulusan madrasah Thawalib dan pendidikan sistim surau, umumnya berkiprah di kampung halaman setelah selesai menuntut ilmu, dengan mendirikan sekolah-sekolah agama, bersama-sama dengan masyarakat, memulainya dari akar rumput. </span></span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent2" style="text-indent:1cm;line-height:115%;margin:6pt 0 0;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;" lang="FR"><span style="font-family:Book Antiqua;">Pemberdayaan potensi masyarakat digerakkan secara maksimal dan terpadu untuk menghidupkan pendidikan Islam. Untuk mencerdaskan umat dan menanamkan budi pekerti (akhlak Islami). Seiring pula dengan berlakunya kaedah adat bersendi syarak, syarak bersendi Kitabullah, para ulama adalah tempat meminta kata putus (<strong>bamuti</strong>).</span><a name="_ednref9" href="http://hmasoed.wordpress.com/wp-admin/#_edn9"><span class="MsoEndnoteReference"><span><span class="MsoEndnoteReference"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;" lang="FR">[9]</span></span></span></span></a><span style="font-family:Book Antiqua;"> </span></span><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:&quot;"></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:1cm;line-height:115%;text-align:justify;margin:6pt 0 0;"><span style="font-family:&quot;" lang="FR"><span style="font-size:small;">Pandangan dan pemahaman para lulusan madrasah sangat nyata berbeda dengan anutan jebolan sekolah gubernemen di masa penjajahan. Maka tidak jarang terjadi di masa itu, ada pandanagan dan anggapan pemisah antara kaum ulama (santri, urang siak, mualim, urang surau) yang bersekolah di madrasah dengan kalangan ambtenaren berdasi berpentalon. </span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:1cm;line-height:115%;text-align:justify;margin:6pt 0 0;"><span style="font-family:&quot;" lang="FR"><span style="font-size:small;">Perbedaan tajam itu, berakibat kepada perlakuan pemerintah masa itu, dalam melihat dan menilai madrasah, sebagai lembaga pendidikan kelas dua, bahkan terkesan berlawanan dengan pihak pemerintah.<span>  </span></span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:1cm;line-height:115%;text-align:justify;margin:6pt 0 0;"><span style="font-family:&quot;" lang="FR"><span style="font-size:small;">Di masa perjalanan kemerdekaan, dan pembangunan sentralistik madrasah mengalami pembedahan-pembedahan pula pada tubuhnya. </span></span></p>
<h4 style="line-height:115%;margin:0;"><span style="font-size:14pt;line-height:115%;font-family:&quot;font-variant:small-caps;" lang="FR">Dekat Mendekati</span></h4>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:1cm;line-height:115%;text-align:justify;margin:6pt 0 0;"><span style="font-family:&quot;" lang="FR"><span style="font-size:small;">Pada dua decade 1970 pemerintah mulai membuka akses lebih besar ke dunia pendidikan madrasah Islam, dengan mulai melakukan rekonsiliasi dengan Islam melalui <strong>dekat mendekati dan penyesuaian penyesuaian</strong> (rapprochement). Terjadi penyeragaman. Ciri khas dari Madrasah mulai tiada. </span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:1cm;line-height:115%;text-align:justify;margin:6pt 0 0;"><span style="font-family:&quot;" lang="FR"><span style="font-size:small;">Konsekwensinya, pendidikan dan program madrasah disejajarkan dan bergayut kepada pemerintah, maka akibat yang terasa adalah kurangnya kemandirian perguruan madrasah dinagari-nagari dan dampak negatifnya potensi masyarakat melemah.</span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:1cm;line-height:115%;text-align:justify;margin:6pt 0 0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:&quot;" lang="FR">Padahal pada awal keberadaan madrasah itu, sejak abad 18 sebagai kita sebut di atas para ulama penggagas dan pengasuh madrasah memiliki jalinan hubungan yang kuat dengan masyarakat. </span><span style="font-family:&quot;">Ada suatu hubungan saling menguntungkan (<em>symbiotic relationship</em>). Sehingga madrasah menjadi kekuatan perlawanan membisu (<em>silent opposition</em>) dan <em>respon</em> pemimpin serta komunitas Muslim terhadap penjajahan. </span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:1cm;line-height:115%;text-align:justify;margin:6pt 0 0;"><span style="font-family:&quot;"><span style="font-size:small;">Merosotnya peran kelembagaan pendidikan madrasah di Minangkabau dalam bentuk surau, telah mendorong pengasuh untuk mengadopsi sistim pendidikan seperti perguruan tradisional di Jawa.</span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:1cm;line-height:115%;text-align:justify;margin:6pt 0 0;"><span style="font-family:&quot;"><span style="font-size:small;">Akibatnya, pemeranan masyarakat dan lingkungan di dalam menghidupkan kembali ruh pendidikan madrasah, khususnya dalam bidang dana dan daya (tenaga pengajar) menjadi kurang.</span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:1cm;line-height:115%;text-align:justify;margin:6pt 0 0;"><span style="font-family:&quot;"><span style="font-size:small;">Madrasah hanya dapat hidup dengan dukungan pemilik badan pengasuh madrasah, serta pendapatan-pendapatan madrasah itu sendiri. Keadaan ini menjadi lebih berat, ketika madrasah menjadi anak tiri pemerintah seperti di masa lalu. </span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:1cm;line-height:115%;text-align:justify;margin:6pt 0 0;"><span style="font-family:&quot;"><span style="font-size:small;">Ironisnya masyarakat lingkungan tidak pula mengaggap madrasah sebagai anak kandungnya lagi. </span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:1cm;line-height:115%;text-align:justify;margin:6pt 0 0;"><span style="font-family:&quot;"><span style="font-size:small;">Sering terjadi madrasah lahir dan tumbuh sebagai anak yatim di lingkungan masyarakat yang melahirkan madrasah itu. </span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:1cm;line-height:115%;text-align:justify;margin:6pt 0 0;"><span style="font-family:&quot;"><span style="font-size:small;">Peran serta masyarakat mesti ditumbuhkan kembali di dalam peningkatan <em>manajemen pendidikan</em> yang lebih <em>accountable</em> dari segi keuangan maupun organisasi, sehingga sumber <em>finansial</em> masyarakat dipertanggung jawabkan lebih <em>efisien</em> dan kualitas pendidikan – <em>quality oriented –</em> yang mendorong madrasah menjadi lembaga <em>center of excellence. </em></span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:1cm;line-height:115%;text-align:justify;margin:6pt 0 0;"><span style="font-family:&quot;"><span style="font-size:small;">Tantangan kesejagatan yang deras kini berupa materialistis, sekularistis, hedonistic dan hilangnya budaya luhur, menuntut agar Madrasah dapat menghasilkan anak didik berparadigma ilmu yang <em>komprehensif</em>, yakni pengetahuan agama plus keterampilan. Konsekwensinya sistim pendidikan Islam tidak boleh terpisah. Mesti menjadi bagian integral dari kehidupan masyarakat Muslim keseluruhan. </span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:1cm;line-height:115%;text-align:justify;margin:6pt 0 0;"><span style="font-family:&quot;"><span style="font-size:small;">P<strong>erlu penerapan nilai-nilai agama dan ibadah. </strong></span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:1cm;line-height:115%;text-align:justify;margin:6pt 0 0;"><strong><span style="font-family:&quot;"><span style="font-size:small;">Penguatan perilaku beradat. </span></span></strong></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:1cm;line-height:115%;text-align:justify;margin:6pt 0 0;"><strong><span style="font-family:&quot;"><span style="font-size:small;">Pengintegrasian iptek, imtaq dan akhlaq. </span></span></strong></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:1cm;line-height:115%;text-align:justify;margin:6pt 0 0;"><span style="font-family:&quot;"><span style="font-size:small;">Melalui pengembangan ini madrasah akan menjadi pusat membangun <strong>sahsiah </strong>generasi dengan <strong>sifat-sifat ruhaniah yang halus</strong>, dan <strong>sifat-sifat akhlaq yang mulia</strong>. </span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:1cm;line-height:115%;text-align:justify;margin:6pt 0 0;"><span style="font-family:&quot;"><span style="font-size:small;">Secara ideal, peran madrasah adalah perwujudan dari tujuan pendidikan nasional yang <em>&#8220;Bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggungjawab</em>, serta <em>berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa</em>”. (UU No. 20 th 2003, Sistem Pendidikan Nasional).</span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:1cm;line-height:115%;text-align:justify;margin:6pt 0 0;"><span style="font-family:&quot;"><span style="font-size:small;">Dengan terjaganya ruh dakwah dan pendidikan, maka madrasah akan lebih mudah mencapai sasarannya. Membuat anak didik menjadi <em>terdidik, berkualitas, capable, fungsional, integrated ditengah masyarakatnya. </em>Inilah hakikat dari dakwah bil hal. </span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:1cm;line-height:115%;text-align:justify;margin:6pt 0 0;"><span style="font-family:&quot;"><span style="font-size:small;">“<em>Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk mempunyai kekuatan spritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara</em>”.</span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="line-height:115%;text-align:justify;margin:6pt 0 0;"><strong><span style="font-size:14pt;line-height:115%;font-family:&quot;font-variant:small-caps;">Pendidikan dan peran dakwah</span></strong></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:1cm;line-height:115%;text-align:justify;margin:6pt 0 0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:&quot;">Peran da&#8217;wah di Minangkabau adalah menyadarkan umat akan peran <span> </span>membentuk diri mereka sendiri, </span><span style="font-family:Arial;"><strong><span dir="rtl" lang="AR-SA">إِنَّ اللَّهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّى يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ</span></strong></span><strong><span style="font-family:&quot;"><span>  </span></span></strong><em><span style="font-family:&quot;">&#8220;Sesungguhnya Allah tidak akan merobah nasib satu kaum, hingga kaum itu sendiri yang berusaha merobah sikap mereka sendiri.&#8221;</span></em><span style="font-family:&quot;"> </span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:1cm;line-height:115%;text-align:justify;margin:6pt 0 0;"><span style="font-family:&quot;"><span style="font-size:small;">Dalam kenyataan social dalam kehidupan anak nagari wajib diakui keberadaan mereka dengan<em> menjunjung tinggi puncak-puncak kebudayaan mereka</em>, menyadari potensi besar yang dimiliki akan mendorong kepada satu bentuk kehidupan bertanggung jawab. </span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:1cm;line-height:115%;text-align:justify;margin:6pt 0 0;"><span style="font-family:&quot;"><span style="font-size:small;">Inilah tuntutan terhadap Da&#8217;wah Ilallah, yakni seruan kepada Islam &#8212; agama yang diberikan Khaliq untuk manusia &#8211;, yang penyiarannya dilanjutkan oleh da&#8217;wah, untuk kesejahteraan hidup manusia. <span style="letter-spacing:-0.15pt;">&#8220;<strong>Risalah merintis, da&#8217;wah dan pendidikan melanjutkan</strong>&#8221; </span></span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="line-height:115%;text-align:justify;margin:0;"><strong><span style="font-size:14pt;line-height:115%;font-family:&quot;letter-spacing:-0.15pt;font-variant:small-caps;">Kewajiban Membangun Generasi Penyumbang (innovator)</span></strong></p>
<p class="MsoBodyText" style="line-height:115%;text-align:justify;margin:6pt 0 0;"><strong><span style="font-size:14pt;line-height:115%;font-family:&quot;letter-spacing:-0.15pt;font-variant:small-caps;"><span>        </span></span></strong><span style="font-size:small;"><span style="font-family:&quot;letter-spacing:-0.15pt;font-variant:small-caps;">UUD 1945 </span><span style="font-family:&quot;letter-spacing:-0.15pt;">meletakkan kewajibkan kepada Pemerintah untuk mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistim pendidikan Nasional yang <strong>meningkatkan Keimanan</strong> dan <strong>Ketaqwaan</strong> kepada Tuhan Yang Maha Esa serta <strong>akhlak mulia</strong> dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. Dengan demikian ada kewajiban <em>m</em></span><em><span style="font-family:&quot;">embentuk generasi penyumbang dalam bidang pemikiran (aqliyah), ataupun pembaharuan (inovator) harus menjadi sasaran perioritas.</span></em></span><a name="_ednref10" href="http://hmasoed.wordpress.com/wp-admin/#_edn10"><span class="MsoEndnoteReference"><em><span style="font-family:&quot;"><span><span class="MsoEndnoteReference"><strong><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">[10]</span></strong></span></span></span></em></span></a><em><span style="font-family:&quot;"><span style="font-size:small;"> </span></span></em></p>
<p class="MsoBodyText" style="line-height:115%;text-align:justify;margin:6pt 0 0;"><span style="font-size:small;"><em><span style="font-family:&quot;"><span>          </span></span></em><span style="font-family:&quot;">Keberhasilan akan selalu </span><span style="font-family:&quot;">ditentukan oleh adanya keunggulan pada institusi di bidang pendidikan. Pendidikan ditujukan untuk membentuk generasi yang menguasai pengetahuan dengan <em>kemampuan</em> dan <em>pemahaman</em> mengidentifikasi masalah yang dihadapi. Seterusnya, mengarah kepada kaderisasi diiringi oleh <em>penswadayaan kesempatan-kesempatan</em> yang ada. </span><span style="font-family:&quot;">Generasi baru yang mampu mencipta akan menjadi syarat utama keunggulan. Kekuatan budaya bertumpu kepada individu dan masyarakat yang mampu mempersatukan seluruh potensi yang ada. </span></span></p>
<h1 style="text-indent:1cm;line-height:115%;text-align:justify;margin:0 0 6pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;">Generasi penerus harus taat hukum. Upaya ini dilakukan dengan memulai dari lembaga pendidikan (madrasah), masyarakat lingkungan, keluarga dan rumah tangga. Memungsikan peranan ninik mamak dan unsur masyarakat secara efektif. Memperkaya warisan budaya dengan menanamkan sikap setia, cinta dan rasa tanggung jawab, sehingga patah tumbuh hilang berganti. </span></h1>
<h1 style="text-indent:1cm;line-height:115%;text-align:justify;margin:0 0 6pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;">Menanamkan aqidah <em>shahih</em> (tauhid) dengan <em>istiqamah</em> pada agama Islam yang dianut. Menularkan ilmu pengetahuan yang segar dengan tradisi luhur. Apabila sains dipisah dari aqidah syariah dan akhlak, niscaya yang akan lahir <em>saintis</em> tak bermoral agama. Kesudahannya, ilmu banyak dengan iman yang tipis, berujung dengan sedikit kepedulian di tengah bermasyarakat. </span></h1>
<h1 style="text-indent:1cm;line-height:115%;text-align:justify;margin:0 0 6pt;"><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="IN">Bila pendidikan ingin dijadikan <em>modus operandus</em> </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;font-family:&quot;">didalam membentuk SDM, maka </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="IN">di samping kurikulum ilmu terpadu dan holistik, sangat perlu dirancang kualita pendidik <em>(murabbi)</em> yang </span><span style="font-size:10pt;color:black;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="IN">sejak </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="IN">awal mendapatkan pembinaan</span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;font-family:&quot;"> terpadu</span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="IN">. Pendekatan integratif dengan mempertimbangkan seluruh aspek metodologis berasas kokoh <em>tamaddun</em> yang <em>holistik,</em> dan bukan <em>utopis</em>.</span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="IN"> </span><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;"></span></h1>
<h2 style="line-height:150%;margin:0 0 6pt;"><span><span style="font-size:large;">Membentuk Sumber Daya Manusia<span>  </span>berkualitas</span></span></h2>
<h2 style="text-indent:1cm;line-height:115%;text-align:justify;margin:6pt 0;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;">Kita berkewajiban membentuk SDM menjadi sumber daya umat (SDU) yang berciri kebersamaan dengan nilai asas &#8220;gotong royong&#8221;, berat sepikul ringan sejinjing, atau prinsip <em>ta&#8217;awunitas</em>. </span></h2>
<h2 style="text-indent:1cm;line-height:115%;text-align:justify;margin:6pt 0;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;">Beberapa model dapat dikembangkan. P</span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="IN">emurnian wawasan fikir disertai<span>  </span>kekuatan zikir, penajaman visi,</span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="IN"> </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="IN">perubahan melalui <em>ishlah</em> atau perbaikan. Mengembangkan keteladanan (<em>uswah hasanah</em>) dengan sabar, benar, dan memupuk rasa kasih sayang melalui pengamalan warisan spiritual religi serta menguatkan solidaritas beralaskan iman dan adat istiadat luhur.<span>  </span></span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;font-family:&quot;"></span></h2>
<h2 style="text-indent:1cm;line-height:115%;text-align:justify;margin:6pt 0;"><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="IN">“N<em>an kuriak kundi nan sirah sago, nan baik budi nan indah baso</em>”. Intensif menjauhi kehidupan materialistis, sebagai upaya menghadapi tantangan global.</span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="IN"> </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="IN"><span> </span>“<em>dahulu rabab nan batangkai kini langgundi nan babungo, dahulu adat nan bapakai kini pitih nan paguno</em>”. </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;font-family:&quot;"></span></h2>
<h2 style="text-indent:1cm;line-height:115%;text-align:justify;margin:6pt 0;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="IN">Para pendidik (<em>murabbi</em>) adalah bagian dari <em>suluah bendang</em> dengan <em>uswah hidup</em> mempunyai <em>sahsiah</em></span><a name="_ednref11" href="http://hmasoed.wordpress.com/wp-admin/#_edn11"><span class="MsoEndnoteReference"><em><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;"><span><span class="MsoEndnoteReference"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">[11]</span></span></span></span></em></span></a><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="IN"> (</span><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;" dir="rtl" lang="AR-SA">شخصية</span><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="IN">)<span class="MsoEndnoteReference"><span style="color:black;"> </span></span>bermakna <em>pribadi</em> yang melukiskan sifat individu mencakup gaya hidup, kepercayaan, kesadaran beragama dan harapan, nilai, motivasi, pemikiran, perasaan,<span>  </span>budi pekerti, persepsi, tabiat, sikap dan watak akan mampu menghadirkan kesan positif masyarakat<em> Nagari. </em></span><em><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;"></span></em></h2>
<h2 style="text-indent:1cm;line-height:115%;text-align:justify;margin:6pt 0;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;">Faktor kepribadian tetap diperlukan dalam proses pematangan sikap perilaku anak didik yang mencerminkan<span>  </span>watak, sifat fisik, kognitif, emosi, sosial dan rohani seseorang.<a name="_ednref12" href="http://hmasoed.wordpress.com/wp-admin/#_edn12"><span class="MsoEndnoteReference"><span style="color:black;"><span><span class="MsoEndnoteReference"><span style="font-size:12pt;color:black;font-family:&quot;">[12]</span></span></span></span></span></a> </span></h2>
<h2 style="text-indent:1cm;line-height:115%;text-align:justify;margin:6pt 0;"><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;font-family:&quot;">Ciri kepribadian syarak yang mesti ditanamkan merangkum sifat-sifat, </span></h2>
<p class="MsoBodyText" style="vertical-align:baseline;text-indent:-18pt;line-height:115%;margin:6pt 0 6pt 54pt;"><strong><span style="color:black;font-family:&quot;"><span><span style="font-size:small;">1.</span><span style="font:7pt &quot;">      </span></span></span></strong><span style="font-size:small;"><strong><em><span style="color:black;font-family:&quot;">Sifat Ruhaniah dan Akidah</span></em></strong><strong><span style="color:black;font-family:&quot;">, mencakup ;</span></strong></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="vertical-align:baseline;text-indent:-18pt;line-height:115%;margin:6pt 0 6pt 78pt;"><strong><span style="color:black;font-family:&quot;"><span><span style="font-size:small;">a.</span><span style="font:7pt &quot;">      </span></span></span></strong><strong><span style="color:black;font-family:&quot;"><span style="font-size:small;">keimanan yang kental kepada Allah yang Maha Sempurna,</span></span></strong></p>
<p class="MsoBodyText" style="vertical-align:baseline;text-indent:-18pt;line-height:115%;margin:6pt 0 6pt 78pt;"><strong><span style="color:black;font-family:&quot;"><span><span style="font-size:small;">b.</span><span style="font:7pt &quot;">     </span></span></span></strong><strong><span style="color:black;font-family:&quot;"><span style="font-size:small;">keyakinan mendalam terhadap hari akhirat, dan</span></span></strong></p>
<p class="MsoBodyText" style="vertical-align:baseline;text-indent:-18pt;line-height:115%;margin:6pt 0 6pt 78pt;"><strong><span style="color:black;font-family:&quot;"><span><span style="font-size:small;">c.</span><span style="font:7pt &quot;">       </span></span></span></strong><strong><span style="color:black;font-family:&quot;"><span style="font-size:small;">kepercayaan kepada seluruh asas keimanan (<em>arkan al iman</em>).</span></span></strong></p>
<p class="MsoBodyText" style="vertical-align:baseline;text-indent:-18pt;line-height:115%;margin:6pt 0 6pt 54pt;"><strong><span style="color:black;font-family:&quot;"><span><span style="font-size:small;">2.</span><span style="font:7pt &quot;">      </span></span></span></strong><span style="font-size:small;"><strong><em><span style="color:black;font-family:&quot;">Sifat-Sifat Akhlak</span></em></strong><strong><span style="color:black;font-family:&quot;">, tampak di dalam perilaku;</span></strong></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="vertical-align:baseline;text-indent:-12pt;line-height:115%;margin:6pt 0 6pt 72pt;"><strong><span style="color:black;font-family:&quot;"><span><span style="font-size:small;">a.</span><span style="font:7pt &quot;">  </span></span></span></strong><strong><span style="color:black;font-family:&quot;"><span style="font-size:small;">Benar, jujur, menepati janji dan amanah. </span></span></strong></p>
<p class="MsoBodyText" style="vertical-align:baseline;text-indent:-12pt;line-height:115%;margin:6pt 0 6pt 72pt;"><strong><span style="color:black;font-family:&quot;"><span><span style="font-size:small;">b.</span><span style="font:7pt &quot;"> </span></span></span></strong><strong><span style="color:black;font-family:&quot;"><span style="font-size:small;">Ikhlas dalam perkataan dan perbuatan,</span></span></strong></p>
<p class="MsoBodyText" style="vertical-align:baseline;text-indent:-12pt;line-height:115%;margin:6pt 0 6pt 72pt;"><strong><span style="color:black;font-family:&quot;"><span><span style="font-size:small;">c.</span><span style="font:7pt &quot;">   </span></span></span></strong><strong><span style="color:black;font-family:&quot;"><span style="font-size:small;">T<em>awadhu’</em>, sabar, tabah dan cekatan,</span></span></strong></p>
<p class="MsoBodyText" style="vertical-align:baseline;text-indent:-12pt;line-height:115%;margin:6pt 0 6pt 72pt;"><strong><span style="color:black;font-family:&quot;"><span><span style="font-size:small;">d.</span><span style="font:7pt &quot;"> </span></span></span></strong><strong><span style="color:black;font-family:&quot;"><span style="font-size:small;">Lapang dada – <em>hilm</em> &#8211;, pemaaf dan toleransi.</span></span></strong></p>
<p class="MsoBodyText" style="vertical-align:baseline;text-indent:-12pt;line-height:115%;margin:6pt 0 6pt 72pt;"><strong><span style="color:black;font-family:&quot;"><span><span style="font-size:small;">e.</span><span style="font:7pt &quot;">  </span></span></span></strong><strong><span style="color:black;font-family:&quot;"><span style="font-size:small;">Bersikap ramah, pemurah, zuhud dan berani bertindak.</span></span></strong></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:-18pt;line-height:115%;margin:6pt 0 6pt 54pt;"><span style="font-size:small;"><strong><span style="color:black;font-family:&quot;">3.<span>    </span></span></strong><strong><em><span style="color:black;font-family:&quot;">Sifat Mental, Kejiwaan dan Jasmani</span></em></strong><strong><span style="color:black;font-family:&quot;">, meliputi, </span></strong></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="line-height:115%;margin:6pt 0 6pt 54pt;"><strong><span style="color:black;font-family:&quot;"><span style="font-size:small;"><span>  </span>3.1. Sikap Mental, </span></span></strong></p>
<p class="MsoBodyText" style="vertical-align:baseline;text-indent:-18pt;line-height:115%;margin:6pt 0 6pt 102pt;"><strong><span style="color:black;font-family:&quot;"><span><span style="font-size:small;">a.</span><span style="font:7pt &quot;">      </span></span></span></strong><strong><span style="color:black;font-family:&quot;"><span style="font-size:small;">Cerdas, pintar, menguasai spesialisasi (<em>takhassus</em>),</span></span></strong></p>
<p class="MsoBodyText" style="vertical-align:baseline;text-indent:-18pt;line-height:115%;margin:6pt 0 6pt 102pt;"><strong><span style="color:black;font-family:&quot;"><span><span style="font-size:small;">b.</span><span style="font:7pt &quot;">     </span></span></span></strong><strong><span style="color:black;font-family:&quot;"><span style="font-size:small;">Mencintai bidang akliah yang sehat, fasih,<span>  </span>bijak. </span></span></strong></p>
<p class="MsoBodyText" style="vertical-align:baseline;text-indent:-18pt;line-height:115%;margin:6pt 0 6pt 102pt;"><strong><span style="color:black;font-family:&quot;"><span><span style="font-size:small;">c.</span><span style="font:7pt &quot;">       </span></span></span></strong><strong><span style="color:black;font-family:&quot;"><span style="font-size:small;">Mengenali ciri, watak, kecenderungan masyarakat. </span></span></strong></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:24pt;line-height:115%;margin:6pt 0 6pt 36pt;"><strong><span style="color:black;font-family:&quot;"><span style="font-size:small;">3.2. Sifat Kejiwaan, </span></span></strong></p>
<p class="MsoBodyText" style="vertical-align:baseline;text-indent:-18pt;line-height:115%;margin:6pt 0 6pt 102pt;"><strong><span style="color:black;font-family:&quot;"><span><span style="font-size:small;">a.</span><span style="font:7pt &quot;">      </span></span></span></strong><strong><span style="color:black;font-family:&quot;"><span style="font-size:small;">emosi terkendali, optimis hidup, harap kepada Allah,</span></span></strong></p>
<p class="MsoBodyText" style="vertical-align:baseline;text-indent:-18pt;line-height:115%;margin:6pt 0 6pt 102pt;"><strong><span style="color:black;font-family:&quot;"><span><span style="font-size:small;">b.</span><span style="font:7pt &quot;">     </span></span></span></strong><strong><span style="color:black;font-family:&quot;"><span style="font-size:small;">Percaya diri dan mempunyai kemauan yang kuat. </span></span></strong></p>
<p class="MsoBodyText" style="vertical-align:baseline;text-indent:-18pt;line-height:115%;margin:6pt 0 6pt 102pt;"><strong><span style="color:black;font-family:&quot;"><span><span style="font-size:small;">c.</span><span style="font:7pt &quot;">       </span></span></span></strong><strong><span style="color:black;font-family:&quot;"><span style="font-size:small;">Lemah lembut, baik dalam pergaulan dengan masyarakat. </span></span></strong></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:-18pt;line-height:115%;margin:6pt 0 6pt 78pt;"><strong><span style="color:black;font-family:&quot;"><span style="font-size:small;">3.3. Sifat Fisik, </span></span></strong></p>
<p class="MsoBodyText" style="vertical-align:baseline;text-indent:-18pt;line-height:115%;margin:6pt 0 6pt 96pt;"><strong><span style="color:black;font-family:&quot;"><span><span style="font-size:small;">a.</span><span style="font:7pt &quot;">      </span></span></span></strong><strong><span style="color:black;font-family:&quot;"><span style="font-size:small;">mencakup sehat tubuh, </span></span></strong></p>
<p class="MsoBodyText" style="vertical-align:baseline;text-indent:-18pt;line-height:115%;margin:6pt 0 6pt 96pt;"><strong><span style="color:black;font-family:&quot;"><span><span style="font-size:small;">b.</span><span style="font:7pt &quot;">     </span></span></span></strong><strong><span style="color:black;font-family:&quot;"><span style="font-size:small;">berpembawaan menarik, bersih, </span></span></strong></p>
<p class="MsoBodyText" style="vertical-align:baseline;text-indent:-18pt;line-height:115%;margin:6pt 0 6pt 96pt;"><strong><span style="color:black;font-family:&quot;"><span><span style="font-size:small;">c.</span><span style="font:7pt &quot;">       </span></span></span></strong><strong><span style="color:black;font-family:&quot;"><span style="font-size:small;">rapi (kemas) dan menyejukkan.</span></span></strong></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:1cm;line-height:115%;margin:6pt 0 0;"><span style="color:black;font-family:&quot;"><span style="font-size:small;">S<em>enarai</em> panjang menerangkan sikap pendidik berkelakuan baik, penyayang dan penyabar, berdisiplin baik, adil menerapkan aturan. </span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:1cm;line-height:115%;margin:6pt 0 0;"><span style="font-size:small;"><span style="color:black;font-family:&quot;">Mampu melakukan </span><strong><span style="color:black;font-family:&quot;">strukturisasi ruhaniyah.</span></strong><span style="color:black;font-family:&quot;"> Murabbi dapat mewujudkan delapan tanggung jawab dalam hidup; </span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="vertical-align:baseline;text-indent:-17.85pt;line-height:115%;margin:6pt 0 3pt 24pt;"><span style="color:black;font-family:&quot;"><span><span style="font-size:small;">1)</span><span style="font:7pt &quot;">      </span></span></span><span style="font-size:small;"><strong><em><span style="color:black;font-family:&quot;">Tanggungjawab terhadap Allah</span></em></strong><strong><span style="color:black;font-family:&quot;">, </span></strong><span style="color:black;font-family:&quot;">dengan keyakinan iman dan kukuh ibadah istiqamah, beramal soleh dengan khusyuk dalam mencapai derajat taqwa dan mengagungkan syiar Islam dengan perilaku beradat dan beradab.</span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="vertical-align:baseline;text-indent:-17.85pt;line-height:115%;margin:6pt 0 3pt 24pt;"><strong><span style="color:black;font-family:&quot;"><span><span style="font-size:small;">2)</span><span style="font:7pt &quot;">      </span></span></span></strong><span style="font-size:small;"><strong><em><span style="color:black;font-family:&quot;">Tanggungjawab terhadap Diri, </span></em></strong><span style="color:black;font-family:&quot;">mengupayakan keselamatan diri sendiri, baik aspek fisik, emosional, mental maupun moral, bersih dan mampu berkhidmat kepada Allah, masyarakat dan negara. </span><strong><span style="color:black;font-family:&quot;"></span></strong></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="vertical-align:baseline;text-indent:-17.85pt;line-height:115%;margin:6pt 0 3pt 24pt;"><span style="color:black;font-family:&quot;"><span><span style="font-size:small;">3)</span><span style="font:7pt &quot;">      </span></span></span><span style="font-size:small;"><strong><em><span style="color:black;font-family:&quot;">Tanggungjawab terhadap Ilmu, </span></em></strong><span style="color:black;font-family:&quot;">menguasai ilmu secara mendalam dan menelusuri dimensi spiritualitas Islam dalam berbagai lapangan ilmu pengetahuan untuk tujuan kemanusiaan dan kesejahteraan umat manusia. </span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="vertical-align:baseline;text-indent:-17.85pt;line-height:115%;margin:6pt 0 3pt 24pt;"><span style="color:black;font-family:&quot;"><span><span style="font-size:small;">4)</span><span style="font:7pt &quot;">      </span></span></span><span style="font-size:small;"><strong><em><span style="color:black;font-family:&quot;">Tanggungjawab terhadap Profesi,</span></em></strong><strong><span style="color:black;font-family:&quot;"> </span></strong><span style="color:black;font-family:&quot;">tidak bertingkah menghilangkan kepercayaan orang ramai dan dapat memelihara <em>maruah</em> dengan amanah. </span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="vertical-align:baseline;text-indent:-17.85pt;line-height:115%;margin:6pt 0 3pt 24pt;"><span style="color:black;font-family:&quot;"><span><span style="font-size:small;">5)</span><span style="font:7pt &quot;">      </span></span></span><span style="font-size:small;"><strong><em><span style="color:black;font-family:&quot;">Tanggungjawab terhadap Nagari, </span></em></strong><span style="color:black;font-family:&quot;">mengutamakan keselamatan <em>anak Nagari</em> dan memfungsikan lembaga-lembaga pendidikan (<em>surau</em><span>) dengan </span>ikhlas.</span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="vertical-align:baseline;text-indent:-17.85pt;line-height:115%;margin:6pt 0 3pt 24pt;"><span style="color:black;font-family:&quot;"><span><span style="font-size:small;">6)</span><span style="font:7pt &quot;">      </span></span></span><span style="font-size:small;"><strong><em><span style="color:black;font-family:&quot;">Tangungjawab Terhadap Sejawat, </span></em></strong><span style="color:black;font-family:&quot;">menghindari mencemarkan sejawat dan berusaha sepenuh hati mengedepankan kemajuan social karena Allah. </span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="vertical-align:baseline;text-indent:-17.85pt;line-height:115%;margin:6pt 0 3pt 24pt;"><span style="font-family:&quot;"><span><span style="font-size:small;">7)</span><span style="font:7pt &quot;">      </span></span></span><span style="font-size:small;"><strong><em><span style="font-family:&quot;">Tanggungjawab terhadap </span></em></strong><strong><span style="font-family:&quot;">Masyarakat<em> dan Negara, </em></span></strong><span style="font-family:&quot;">t</span><span style="font-family:&quot;">idak mengabaikan kepentingan masyarakat atau negara dan selalu menjaga syari’at Allah. </span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="vertical-align:baseline;text-indent:-17.85pt;line-height:115%;margin:6pt 0 0 24pt;"><strong><span style="font-family:&quot;font-variant:small-caps;"><span><span style="font-size:small;"> <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_cool.gif' alt='8)' class='wp-smiley' /> </span><span style="font:7pt &quot;">      </span></span></span></strong><span style="font-size:small;"><strong><em><span style="font-family:&quot;">Tanggung jawab kepada Rumah Tangga dan Ibu Bapa,</span></em></strong><strong><span style="font-family:&quot;"> </span></strong><span style="font-family:&quot;">dengan menghormati tanggungjawab utama ibu bapa dengan mewujudkan hubungan mesra dan kerjasama yang erat di antara institusi pendidikan dengan rumahtangga. <strong><span style="font-variant:small-caps;"></span></strong></span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="vertical-align:baseline;line-height:115%;margin:6pt 0 0;"><strong><em><span style="font-family:&quot;"><span style="font-size:small;"> </span></span></em></strong></p>
<p class="MsoBodyText" style="vertical-align:baseline;line-height:115%;margin:6pt 0 0;"><strong><span style="font-size:14pt;line-height:115%;font-family:&quot;font-variant:small-caps;">Kesimpulannya,</span></strong><strong><span style="font-family:&quot;font-variant:small-caps;"><span style="font-size:small;"> </span></span></strong></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:-18pt;line-height:115%;margin:6pt 0 0 35.45pt;"><span style="font-family:&quot;"><span><span style="font-size:small;">1.</span><span style="font:7pt &quot;">      </span></span></span><span style="font-family:&quot;"><span style="font-size:small;">Ruh pendidikan madrasah afalah aqidah tauhid dan akhlaqul karimah. Pemetaannya<span>  </span>akan berhasil di lapangan pendidikan dengan kesepakatan pelaksana-pelaksananya. Perlu digalang saling pengertian, koordinasi sesame, mempertajam faktor-faktor pendukung, membuka pintu dialog persaudaraan. </span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:-18pt;line-height:115%;margin:6pt 0 0 35.45pt;"><span style="font-family:&quot;"><span><span style="font-size:small;">2.</span><span style="font:7pt &quot;">      </span></span></span><span style="font-family:&quot;"><span style="font-size:small;">Ukuran madrasah berkualitas adalah kemampuan menampilkan nilai-nilai Al-Qur&#8217;an dengan gerak amal nyata yang terus menerus, dibuktikan dalam seluruh aktivitas kehidupan, dengan kemampuan bergaul, mencintai, berkhidmat, mengajak (da&#8217;wah), merapatkan potensi barisan dalam mengerjakan amal-amal Islami secara bersama-sama, sehingga berbuah pengamalan agama yang mendunia. </span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:-18pt;line-height:115%;margin:6pt 0 0 35.45pt;"><span style="font-family:&quot;"><span><span style="font-size:small;">3.</span><span style="font:7pt &quot;">      </span></span></span><span style="font-family:&quot;"><span style="font-size:small;">Setiap generasi Muslim yang ditempa di Madrasah mampu mengamalkan nilai-nilai Al Qur&#8217;an, dan wajib mengemban missi yang berat dan mulia, yaitu merombak kekeliruan ke arah kebenaran. Inilah yang harus selamanya dijaga menjadi ruh dari pembinaan madrasah.</span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:-18pt;line-height:115%;margin:6pt 0 0 35.45pt;"><span style="font-family:&quot;"><span><span style="font-size:small;">4.</span><span style="font:7pt &quot;">      </span></span></span><span style="font-family:&quot;"><span style="font-size:small;">Pembinaan Madrasah berkualitas dan mandiri berkehendak kepada gerak yang kontinyu, utuh dan terprogram. Hasilnya tidak mungkin diraih dengan kerja sambilan. Karena buah yang dipetik adalah sesuai dengan bibit yang ditanam, sesuai <em>natuur-wet</em> (sunnatullah, = undang-undang alami). </span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:-18pt;line-height:115%;margin:6pt 0 0 35.45pt;"><span style="font-family:&quot;"><span><span style="font-size:small;">5.</span><span style="font:7pt &quot;">      </span></span></span><span style="font-family:&quot;"><span style="font-size:small;">Madrasah adalah perangkat seutuhnya menuju kepada kemajuan. Di tengah tantangan berjibun ini, kerjakan sekarang mana yang dapat, mulailah dengan apa yang ada, karena yang ada itu sebenarnya sudah amat cukup untuk memulai. Tumbuhkan kesadaran keumatan yang kolektif. Setiap Muslim harus memulai melakukan perbaikan (ishlah) di bidang Da&#8217;wah dan Pendidikan. Kerja ini tidak akan pernah berhenti, dan akan berkembang terus sesuai dengan variasi zaman yang selalu berubah. Tujuan harus tetap menuju redha Allah. Inilah ruhnya Madrasah.</span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="line-height:115%;margin:6pt 0 0;"><span style="font-family:&quot;"><span style="font-size:small;"> </span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="line-height:115%;text-align:right;margin:6pt 0 0;" align="right"><span style="font-family:&quot;"><span style="font-size:small;">Wabillahitaufiq wal hidayah,</span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="line-height:115%;text-align:right;margin:6pt 0 0;" align="right"><span style="font-family:&quot;"><span style="font-size:small;">Padang, 25 Jumadil Akhir 1429 H / 29 Juni 2008 M.</span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="line-height:115%;text-align:right;margin:6pt 0 0;" align="right"><span style="font-family:&quot;"><span style="font-size:small;"> </span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="line-height:115%;text-align:right;margin:6pt 0 0;" align="right"><span style="font-family:&quot;"><span style="font-size:small;"> </span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="line-height:115%;text-align:right;margin:6pt 0 0;" align="right"><span style="font-family:&quot;"><span style="font-size:small;"> </span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="line-height:115%;text-align:right;margin:6pt 0 0;" align="right"><span style="font-family:&quot;"><span style="font-size:small;"> </span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="line-height:115%;text-align:right;margin:6pt 0 0;" align="right"><span style="font-family:&quot;"><span style="font-size:small;"> </span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="line-height:115%;text-align:right;margin:6pt 0 0;" align="right"><span style="font-family:&quot;"><span style="font-size:small;"><span> </span><span> </span></span></span></p>
<div>
<span style="font-size:small;"><br />
<hr size="1" /></span></p>
<div id="edn1">
<p class="MsoNormalCxSpFirst" style="text-indent:-7.1pt;text-align:justify;margin:6pt 0 6pt 14.2pt;"><a name="_edn1" href="http://hmasoed.wordpress.com/wp-admin/#_ednref1"></a><strong><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Catatan Akhir :</span></strong></p>
<p class="MsoNormalCxSpMiddle" style="text-indent:-7.1pt;text-align:justify;margin:6pt 0 6pt 14.2pt;"><strong><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormalCxSpLast" style="text-indent:-7.1pt;text-align:justify;margin:6pt 0 6pt 14.2pt;"><span class="MsoEndnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"><span><span class="MsoEndnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">[1]</span></span></span></span></span><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"> Ahmad Khatib dilahirkan di Bukittinggi, pada tahun 1855, oleh ibu bernama <strong>Limbak Urai</strong>, saudara dari Muhammad Shaleh Datuk Bagindo, Laras, Kepala Nagari Ampek Angkek berasal dari Koto Tuo Balaigurah, Kecamatan Ampek Angkek Candung. Ayahnya adalah <strong>Abdullatief Khatib Nagari</strong>, saudara dari Datuk Rangkayo Mangkuto, Laras, Kepala Nagari Kotogadang, Kecamatan IV Koto, di seberang ngarai Bukittinggi. Ahmad Khatib anak terpandang, dari keluarga berlatar belakang agama dan adat yang kuat, generasi pejuang <strong>Paderi</strong>, dari keluarga <strong>Pakih Saghir</strong> dan <strong>Tuanku nan Tuo</strong>. </span></p>
</div>
<div id="edn2">
<p class="MsoEndnoteText" style="text-indent:-7.1pt;text-align:justify;margin:6pt 0 6pt 14.2pt;"><a name="_edn2" href="http://hmasoed.wordpress.com/wp-admin/#_ednref2"><span class="MsoEndnoteReference"><span style="font-family:&quot;"><span><span class="MsoEndnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">[2]</span></span></span></span></span></a><span style="font-family:&quot;"><span style="font-size:x-small;"><span>  </span><strong>Deliar Noer</strong>, Gerakan Moderen Islam di Indonesia 1900-1942,Jakarta, LP3ES, 1980, hal.38<span>  </span></span></span></p>
</div>
<div id="edn3">
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-7.1pt;text-align:justify;margin:6pt 0 6pt 14.2pt;"><a name="_edn3" href="http://hmasoed.wordpress.com/wp-admin/#_ednref3"><span class="MsoEndnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"><span><span class="MsoEndnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">[3]</span></span></span></span></span></a><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;" lang="FR"> Pada </span><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:&quot;" lang="FR">masa mudanya dia dipanggil Muhammad Taher bin Syekh Muhamad, lahir di Ampek Angkek tahun 1869, anak dari <strong>Syekh Cangking</strong>, cucu </span><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;" lang="IN">dari Faqih Saghir yang bergelar Syekh Djalaluddin Ahmad Tuanku Sami’, pelopor kembali ke ajaran syariat bersama Tuanku Nan Tuo.</span><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;" lang="FR"> Mata rantai para ulama ini pada hakikatnya ikut menjadi pengawal ruh dakwah pendidikan di madrasah-madrasah di Minangkabau, Sumatera Barat di zamannya. </span><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:&quot;" lang="FR">Mulai tahun 1900, Syekh Taher Djalaluddin menetap di Malaya, dan diangkat menjadi Mufti Kerajaan Perak. Eratnya </span><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;" lang="FR">hubungan Syekh Taher Djalaluddin dengan Al-Azhar di Kairo, maka dia menambahkan al-Azhari di belakang namanya.</span><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"></span></p>
</div>
<div id="edn4">
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:-7.1pt;margin:6pt 0 6pt 14.2pt;"><a name="_edn4" href="http://hmasoed.wordpress.com/wp-admin/#_ednref4"><span class="MsoEndnoteReference"><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:&quot;" lang="IN"><span><span class="MsoEndnoteReference"><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:&quot;" lang="IN">[4]</span></span></span></span></span></a><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:&quot;" lang="IN"> </span><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;" lang="FR">Syekh Djamil Djambek dilahirkan di Bukittinggi pada tahun 1860 , anak dari Muhammad Saleh Datuk Maleka, Kepala Nagari Kurai. </span><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Ibunya berasal dari Betawi. Syekh Djamil Djambek </span><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:&quot;" lang="FR">meninggal<span>  </span>tahun 1947 di Bukittinggi.</span><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:&quot;" lang="FR"></span></p>
</div>
<div id="edn5">
<p class="MsoEndnoteText" style="text-indent:-7.1pt;text-align:justify;margin:6pt 0 6pt 14.2pt;"><a name="_edn5" href="http://hmasoed.wordpress.com/wp-admin/#_ednref5"><span class="MsoEndnoteReference"><span style="font-family:&quot;"><span><span class="MsoEndnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">[5]</span></span></span></span></span></a><span style="font-size:x-small;"><span style="font-family:&quot;"> <span> </span></span><span style="font-family:&quot;" lang="FR">Haji Rasul lahir di Sungai Batang, Maninjau, tahun 1879, anak seorang ulama Syekh Muhammad Amarullah gelar Tuanku Kisai. Pada 1894, pergi ke Mekah, belajar selama 7 tahun. Sekembali dari Mekah, diberi gelar Tuanku Syekh Nan Mudo. Kemudian kembali bermukim di Mekah sampai tahun 1906, memberi pelajaran di Mekah, di antara murid-muridnya termasuk Ibrahim Musa dari Parabek, yang menjadi seorang pendukung terpenting dari pembaruan pemikiran Islam di Minangkabau. Haji Rasul meninggal di jakarta 2 Juni 1945</span></span></p>
</div>
<div id="edn6">
<p class="MsoNormal" style="background:white;text-indent:-7.1pt;text-align:justify;margin:6pt 0 6pt 14.2pt;"><a name="_edn6" href="http://hmasoed.wordpress.com/wp-admin/#_ednref6"><span class="MsoEndnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"><span><span class="MsoEndnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">[6]</span></span></span></span></span></a><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"> <span> </span></span><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:&quot;" lang="FR">Haji Abdullah Ahmad lahir di Padang Panjang pada tahun 1878, anak dari Haji Ahmad, seorang ulama dan pedagang. Ibunya berasal dari Bengkulu, masih trah dari pengikut pejuang Sentot Ali Basyah. </span><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Untuk mengetahui biografi menarik lebih lanjut tentang tokoh-tokoh ini, lihat Tamar Djaja, Pustaka Indonesia: Riwayat Hidup Orang-Orang Besar Tanah Air. Bulan Bintang Jakarta, 1966. </span></p>
</div>
<div id="edn7">
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:-7.1pt;margin:6pt 0 6pt 14.2pt;"><a name="_edn7" href="http://hmasoed.wordpress.com/wp-admin/#_ednref7"><span class="MsoEndnoteReference"><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:&quot;"><span><span class="MsoEndnoteReference"><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:&quot;">[7]</span></span></span></span></span></a><strong><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:&quot;" lang="FR"> Syekh Ibrahim Musa dilahirkan di Parabek, Bukittinggi pada tahun 1882. </span></strong><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:&quot;" lang="FR">Setelah belajar pada beberapa perguruan, pada umur 18 tahun ia berangkat ke Mekah dan belajar di negeri itu selama 8 tahun. Ia kembali ke Minangkabau pada tahun 1909 dan<span>  </span>mulai mengajar pada tahun 1912. kemudian ia berangkat lagi ke Mekah pada tahun berikutnya dan kembali pada tahun 1915. Saat itu ia telah mendapat gelar Syekh Ibrahim Musa atau Inyiak Parabek sebagai pengakuan tentang agama. Syekh Ibrahim Musa tetap diterima oleh golongan tradisi, walaupun ia membantu gerakan pembaruan. Ia menjadi anggota dua organisasi Kaum Muda dan kaum Tua, yaitu <strong>Persatuan Guru Agama Islam</strong> (PGAI) dan <strong>Ittihadul Ulama.</strong></span><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:&quot;" lang="FR"></span></p>
</div>
<div id="edn8">
<p class="BukuArti" style="text-indent:-7.1pt;margin:6pt 0 6pt 14.2pt;"><a name="_edn8" href="http://hmasoed.wordpress.com/wp-admin/#_ednref8"><span class="MsoEndnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-style:normal;font-family:&quot;"><span><span class="MsoEndnoteReference"><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:&quot;">[8]</span></span></span></span></span></a><span style="font-size:10pt;font-style:normal;font-family:&quot;"> </span><strong><span style="font-size:10pt;font-style:normal;font-family:&quot;" lang="FR">Zainuddin Labai al-Yunusi lahir di Bukit Surungan Padang Panjang pada tahun 1890</span></strong><span style="font-size:10pt;font-style:normal;font-family:&quot;" lang="FR">. Ayahnya bernama Syekh Muhammad Yunus. Zainuddin Labai adalah seorang auto-didact, yang mempelajari ilmu dan agama dengan tenaga sendiri. Pengetahuannya banyak diperolehnya dengan membaca dan kemampuan dalam bahasa-bahasa Inggris, Belanda dan Arab yang dikuasainya. Koleksi bukunya meliputi buku-buku bermacam bidang seperti aljabar, ilmu bumi, kimia dan agama. Enam tahun membantu Syekh Haji Abbas, seorang ulama di Padang Japang, Payakumbuh dalam bidang kegiatan praktis. Dalam tahun 1913, Zainuddin memilih Padang Panjang sebagai tempat tinggalnya. Ia memulai mengajar di Surau Jembatan Besi, bersama Rasul dan<span>  </span>Haji Abdullah Ahmad. Zainuddin Labai termasuk seorang yang mula-mula mempergunakan sistem kelas dengan kurikulum teratur yang mencakup pengetahun umum seperti bahasa, matematika, sejarah, ilmu bumi di samping pelajaran agama. Ia pun mengorganisir sebuah klub musik untuk murid-muridnya, yang pada saat itu kurang diminati oleh kalangan kaum agama. Ia seorang yang produktif dalam menulis buku teks tentang fikh dan tatabahasa Arab untuk sekolahnya. Ia memimpin majalah Al-Munir di Padang Panjang. Zainuddin Labai adalah seorang termuda di antara tokoh pembaru pemikiran Islam<span>  </span>di Minangkabau. Ia termasuk seorang anggota pengurus Thawalib dan mendirikan pula perkumpulan Diniyah pada tahun 1922 dengan tujuan bersama-sama membina kemajuan sekolah itu. </span><span style="font-size:10pt;font-style:normal;font-family:&quot;" lang="FR"></span></p>
</div>
<div id="edn9">
<p class="MsoBodyTextIndent2" style="text-indent:-7.1pt;margin:6pt 0 6pt 14.2pt;"><a name="_edn9" href="http://hmasoed.wordpress.com/wp-admin/#_ednref9"><span class="MsoEndnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"><span><span class="MsoEndnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">[9]</span></span></span></span></span></a><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"> Semuanya didorong oleh pengamalan Firman Allah,<span>  </span></span></p>
<p class="MsoBlockTextCxSpFirst" style="text-indent:-7.1pt;margin:6pt 14.2pt 6pt 9pt;" dir="rtl"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;" lang="AR-SA">وَمَا كَانَ الْمُؤْمِنُونَ لِيَنْفِرُوا كَافَّةً فَلَولأ نَفَرَ مِنْ كُلِّ فِرْقَةٍ مِنْهُمْ طَائِفَةٌ لِيَتَفَقَّهُوا فِي الدِّينِ وَلِيُنْذِرُوا قَوْمَهُمْ إِذَا رَجَعُوا إِلَيْهِمْ لَعَلَّهُمْ يَحْذَرُونَ</span><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;" dir="ltr"></span></p>
<p class="MsoBlockTextCxSpLast" style="direction:ltr;text-indent:-7.1pt;unicode-bidi:embed;text-align:justify;margin:6pt 0 6pt 14.2pt;"><em><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"><span>  </span>Tidak sepatutnya bagi orang Mukmin itu pergi semuanya kemedan perang. Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan diantara mereka beberapa orang untuk memperdalam ilmu pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya, apabila mereka telah kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya.</span></em><em><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;" dir="rtl" lang="AR-SA">&#8220;</span></em><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">QS.IX, at Taubah, ayat 122.<span>    </span></span></p>
</div>
<div id="edn10">
<p class="MsoEndnoteText" style="text-indent:-7.1pt;text-align:justify;margin:6pt 0 6pt 14.2pt;"><a name="_edn10" href="http://hmasoed.wordpress.com/wp-admin/#_ednref10"><span class="MsoEndnoteReference"><span style="font-family:&quot;"><span><span class="MsoEndnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">[10]</span></span></span></span></span></a><span style="font-family:&quot;"><span style="font-size:x-small;"> <em>QS.3:139</em> menyiratkan optimisme besar untuk penguasaan masa depan. Masa depan – al akhirah – ditentukan oleh aktifitas amaliyah <em>(QS.6:135)</em> bandingkan dengan <em>QS.11:93</em> dan <em>QS.11:121</em>, bahwa kemuliaan (darjah) sesuai dengan sumbangan hasil usaha. </span></span></p>
</div>
<div id="edn11">
<p class="MsoBodyTextIndent" style="text-indent:-7.1pt;margin:6pt 0 3pt 14.2pt;"><a name="_edn11" href="http://hmasoed.wordpress.com/wp-admin/#_ednref11"><span class="MsoEndnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"><span><span class="MsoEndnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">[11]</span></span></span></span></span></a><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"> Syakhshiyah didifinisikan sebagai <em>organisasi dinamik</em> sesuatu sistem psyikofisikal di dalam diri seorang yang menentukan tingkah laku dan fikirannya yang khusus.<span>  </span>Sistem psyikofisikal merangkum segala unsur-unsur psikologi seperti tabiat, sikap, nilai, kepercayaan dan emosi, bersama dengan unsur-unsur fisikal seperti bentuk tubuh, saraf, kelenjar, wajah dan gerak gerik seseorang (<em>G.W Allport</em>, dalam <em>”Pattern and Growth in Personality”</em>, lihat juga, <em>Mok Soon Sang</em>, 1994:1).</span></p>
</div>
<div id="edn12">
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-7.1pt;text-align:justify;margin:6pt 0 3pt 14.2pt;"><a name="_edn12" href="http://hmasoed.wordpress.com/wp-admin/#_ednref12"><span class="MsoEndnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"><span><span class="MsoEndnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">[12]</span></span></span></span></span></a><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"> Syakhshiyah mempunyai tiga ciri keunikan dengan arti <em>kebolehan</em><span>  </span>atau <em>kemampuan untuk berubah dan di ubah</em>; sebagai hasil pembelajaran atau pengalaman dan <em>organisasi</em>. Maka syakhshiyah bukan<span>  </span>sekadar himpunan tingkahlaku, tetapi melibatkan corak tindakan dan operasi yang bersifat konsisten.</span></p>
</div>
</div>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/hmasoed.wordpress.com/138/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/hmasoed.wordpress.com/138/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hmasoed.wordpress.com/138/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hmasoed.wordpress.com/138/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hmasoed.wordpress.com/138/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hmasoed.wordpress.com/138/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hmasoed.wordpress.com/138/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hmasoed.wordpress.com/138/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hmasoed.wordpress.com/138/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hmasoed.wordpress.com/138/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hmasoed.wordpress.com/138/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hmasoed.wordpress.com/138/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hmasoed.wordpress.com&blog=2458230&post=138&subd=hmasoed&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hmasoed.wordpress.com/2008/08/17/tauhid-adalah-ruh-pendidikan-madrasah/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/hmasoed-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">buya masoedabidin</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pengebangan Moral dan Nilai Agama dalam PAUD</title>
		<link>http://hmasoed.wordpress.com/2008/08/17/pengebangan-moral-dan-nilai-agama-dalam-paud/</link>
		<comments>http://hmasoed.wordpress.com/2008/08/17/pengebangan-moral-dan-nilai-agama-dalam-paud/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 17 Aug 2008 02:55:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Buya Masoed Abidin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Buya Masoed Abidin]]></category>

		<category><![CDATA[Education]]></category>

		<category><![CDATA[Komentar]]></category>

		<category><![CDATA[Masyarakat Adat]]></category>

		<category><![CDATA[PAUD]]></category>

		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>

		<category><![CDATA[Strategi Pendidikan Madani]]></category>

		<category><![CDATA[Surau]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hmasoed.wordpress.com/?p=136</guid>
		<description><![CDATA[

Pengembangan Moral dan Nilai- Nilai Agama Dalam pendidikan anak usia dini (paud)[1]



H. Mas’oed Abidin[2]
 

Mukaddimah

Sudah lama kita mendengar ungkapan, “jadilah kamu berilmu yang mengajarkan ilmunya, atau belajar (muta’alliman), atau menjadi pendengar (mustami’an). Dan, jangan menjadi kelompok keempat, yang tidak memiliki aktifitias keilmuan sama sekali. Yakni, tidak mengajar, tidak pula belajar, serta enggan untuk mendengar”.

Peran Guru di [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><div class="Section1">
<div style="border-right:medium none;border-top:#632423 1pt dotted;border-left:medium none;border-bottom:#632423 1pt dotted;padding:1pt 0 6pt;">
<p class="MsoTitle" style="margin:0 0 6pt;"><strong><span style="font-size:12pt;color:blue;" lang="SV"><span style="font-family:Cambria;">Pengembangan Moral dan Nilai- Nilai Agama Dalam pendidikan anak usia dini (paud)</span></span></strong><a name="_ednref1" href="http://hmasoed.wordpress.com/wp-admin/#_edn1"><span class="MsoEndnoteReference"><strong><span style="font-size:12pt;color:black;" lang="SV"><span><span class="MsoEndnoteReference"><strong><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:105%;font-family:&quot;letter-spacing:2.5pt;" lang="SV">[1]</span></strong></span></span></span></strong></span></a><strong><span style="font-size:12pt;color:black;" lang="SV"></span></strong></p>
</div>
</div>
<p><strong><span style="font-size:12pt;text-transform:uppercase;color:black;font-family:&quot;letter-spacing:2.5pt;" lang="SV"><br /></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;text-align:center;margin:0 0 6pt;" align="center"><span class="MsoIntenseReference"><span style="font-size:12pt;color:black;" lang="SV"><strong><em><span style="font-family:Calibri;">H. Mas’oed Abidin</span></em></strong></span></span><a name="_ednref2" href="http://hmasoed.wordpress.com/wp-admin/#_edn2"><span class="MsoEndnoteReference"><span style="font-size:12pt;text-transform:uppercase;color:black;"><span><span class="MsoEndnoteReference"><span style="font-size:12pt;text-transform:uppercase;color:black;line-height:105%;font-family:&quot;">[2]</span></span></span></span></span></a><span class="MsoIntenseReference"><span style="font-size:12pt;color:black;" lang="SV"></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;text-align:center;margin:0 0 6pt;" align="center"><span class="MsoIntenseReference"><span style="font-size:12pt;color:black;" lang="SV"><strong><em><span style="font-family:Calibri;"> </span></em></strong></span></span></p>
<div style="border-right:medium none;border-top:#622423 1pt dotted;border-left:medium none;border-bottom:#622423 1pt dotted;padding:1pt 0;">
<h3 style="line-height:normal;margin:0 0 6pt;"><span style="color:blue;" lang="SV"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Cambria;">Mukaddimah</span></span></span></h3>
</div>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:21.3pt;line-height:normal;text-align:justify;margin:0 0 6pt;"><span style="font-size:12pt;color:black;" lang="SV"><span style="font-family:Cambria;">Sudah lama kita mendengar ungkapan, “jadilah kamu berilmu yang mengajarkan ilmunya, atau belajar (muta’alliman), atau menjadi pendengar (mustami’an). Dan, jangan menjadi kelompok keempat, yang tidak memiliki aktifitias keilmuan sama sekali. Yakni, tidak mengajar, tidak pula belajar, serta enggan untuk mendengar”.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:7.1pt;line-height:normal;text-align:justify;margin:0 0 6pt;"><span style="font-family:Cambria;"></span><span style="font-size:12pt;color:black;" lang="SV"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:18pt;line-height:normal;text-align:justify;margin:0 0 6pt;"><span style="font-family:Cambria;"><span style="font-size:12pt;color:black;" lang="SV">Peran <strong>Guru</strong> di tengah umat dan anak didiknya, adalah sesuatu <strong>pengabdian mulia,</strong> dan <strong>tugas sangat berat. Mereka adalah </strong></span><strong><span style="font-size:12pt;color:black;">pelopor pembangunan (agent of changes). Bekal utamanya adalah <em>keyakinan</em><span>  </span>dan <em>keimanan</em> kepada Allah SWT, hidup beradat,<span>  </span>berakhlaq mulia. Inilah, yang menjadi program utama di dalam pendidikan anak usia dini (PAUD). </span></strong><span style="font-size:12pt;color:black;" lang="SV">Tugas itu berat. Umat hanya mungkin dibentuk melalui satu proses pembelajaran, dengan pengulangan terus menerus (kontiniutas), pencontohan (uswah) yang baik. Pekerjaan ini memerlukan ketaletenan dan semangat yang prima.<strong></strong></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:21.3pt;line-height:normal;text-align:justify;margin:0 0 6pt;"><span class="MsoIntenseReference"><span style="font-size:12pt;color:black;" lang="SV"><strong><em><span style="font-family:Calibri;">Kemuliaan seorang guru (pendidik) terpancar dari keikhlasan membentuk umat dan anak manusia menjadi pintar, beriman, berakhlaq, berilmu, mengamalkan ilmunya, untuk kebaikan diri sendiri, keluarga, dan kemaslahatan umat, di kelilingnya, serta mempunyai ibadah yang teratur, shaleh pribadi, dan shaleh social, dengan tauhid yang istiqamah.</span></em></strong></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:21.3pt;line-height:normal;text-align:justify;margin:0 0 6pt;"><span style="font-size:12pt;color:black;" lang="SV"><span style="font-family:Cambria;">Keberhasilan murabbi (guru) akan banyak didukung oleh <strong>kearifan,</strong> yang dibangun oleh kedalaman pengertian, pengalaman dalam membaca situasi, serta upaya dan kondisi yang kondusif di sekitarnya. </span></span></p>
<div style="border-right:medium none;border-top:#622423 1pt dotted;border-left:medium none;border-bottom:#622423 1pt dotted;padding:1pt 0;">
<h3 style="line-height:normal;margin:15pt 0 6pt;"><strong><span style="color:blue;" lang="SV"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Cambria;">tantangan di <span> </span>abad ke 21</span></span></span></strong></h3>
</div>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;text-align:justify;margin:0 0 6pt;"><span style="font-family:Cambria;"><strong><span style="font-size:12pt;color:black;" lang="IN">A</span></strong><strong><span style="font-size:12pt;color:black;">bad ini </span></strong><span style="font-size:12pt;color:black;" lang="IN">ditandai</span><span style="font-size:12pt;color:black;"> oleh, </span></span><span class="MsoIntenseReference"><span style="font-size:12pt;color:black;" lang="SV"><strong><em><span style="font-family:Calibri;">(a). mobilitas serba cepat dan modern, (b). persaingan keras dan kompetitif, (c). komunikasi serba efektif, dalam satu global village, dan (d). Akibatnya, <span> </span>banyak ditemui limbah budaya kebaratan (westernisasi). </span></em></strong></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:21.3pt;line-height:normal;text-align:justify;margin:0 0 6pt;"><span style="font-family:Cambria;"><span style="font-size:12pt;color:black;" lang="IN">Alaf baru ini<span>  </span>hadir dengan </span><em><span style="font-size:12pt;color:black;">cabaran </span></em><strong><span style="font-size:12pt;color:black;" lang="IN">global</span></strong><span style="font-size:12pt;color:black;" lang="IN"> yang </span><span style="font-size:12pt;color:black;" lang="SV">menuntut keteguhan, dalam menghadapi tantangan yang berjibun banyaknya, di antaranya </span><em><span style="font-size:12pt;color:black;">i<span>nfiltrasi budaya</span><span> <span>sekularis</span> </span><span> </span>yang menjajah mentalitas manusia, <span>the globalization life style</span><span> </span>meniru sikap<span> <span>yahudi</span>, s</span>uburnya budaya lucah (<span>sensate culture</span>), <span>menjauh dari adat budaya luhur, p</span>emujaan nilai rasa panca indera, menonjolkan keindahan sensual, erotik, seronok, ganas semata mengejar kesenangan badani, kebiasaan miras, pergaulan bebas, kecanduan madat dan narkoba. </span></em></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:17.85pt;line-height:normal;text-align:justify;margin:0 0 6pt;"><span style="font-family:Cambria;"><span style="font-size:12pt;color:black;">Menghadapi tantangan ini, </span><span style="font-size:12pt;color:black;" lang="SV">s</span><span style="font-size:12pt;color:black;">emua elemen masyarakat berkewajiban memper­siapkan generasi yang siap bersaing dalam era global terse­but, dengan <em>sibghah</em> yang nyata, melalui pendidikan anak pada usia dini.</span></span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent3" style="text-indent:17.85pt;line-height:normal;margin:0 0 6pt;"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;" lang="SV">Penyimpangan perilaku menjadi ukuran atas kemunduran moral dan akhlak. Hilangnya kendali para remaja, berakibat ketahanan bangsa akan lenyap dengan lemahnya remaja. </span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent3" style="text-indent:17.85pt;line-height:normal;margin:0 0 6pt;"><span style="color:#622423;"><span class="MsoIntenseReference"><span style="font-size:12pt;font-style:normal;font-family:&quot;" lang="IN"><strong>Penyebab utama di antaranya, </strong></span></span><span class="MsoIntenseReference"><span style="font-weight:normal;font-size:12pt;font-family:&quot;" lang="SV"><em>rusaknya sistim, pola dan politik pendidikan, <span> </span>hilangnya tokoh panutan, berkembangnya kejahatan di kalangan orang tua, luputnya tanggung jawab lingkungan dan masyarakat, impotensi di kalangan pemangku adat, hilangnya wibawa ulama, dan suluah bendang di nagari, bergesernya fungsi lembaga pendidikan menjadi bisnis, dan profesi da’i, guru, dan suluah bendang, dilecehkan.</em></span></span></span></p>
<div style="border-right:medium none;border-top:#622423 1pt dotted;border-left:medium none;border-bottom:#622423 1pt dotted;padding:1pt 0;">
<h3 style="line-height:normal;margin:15pt 0 6pt;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Cambria;"><strong><span style="color:blue;" lang="SV">Perilaku umat juga berubah</span></strong><strong><span style="color:black;" lang="SV"> </span></strong></span></span></h3>
</div>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:18pt;line-height:normal;text-align:justify;margin:0 0 6pt;"><span style="font-family:Cambria;"><span style="font-size:12pt;" lang="IN">Interaksi dan ekspansi kebudayaan </span><span style="font-size:12pt;">dari luar, </span><span style="font-size:12pt;" lang="IN">bergerak secara meluas. Pengaruh budaya asing berkembang pesat, seperti </span></span><span class="MsoIntenseReference"><span style="font-weight:normal;font-size:12pt;color:black;" lang="SV"><em><span style="font-family:Calibri;">pengagungan materia secara berlebihan (materialistik), pemisahan kehidupan duniawi dari supremasi agama (sekularistik), pemujaan kesenangan indera mengejar kenikmatan badani (hedonistik).</span></em></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:18pt;line-height:normal;text-align:justify;margin:0 0 6pt;"><span class="MsoIntenseReference"><span style="font-size:12pt;color:black;font-style:normal;" lang="SV"><strong><span style="font-family:Calibri;">Perilaku di atas merupakan penyimpangan sangat jauh dari budaya luhur. Pada akhirnya, melahirkan Kriminalitas, perilaku Sadisme, dan Krisis moral, secara meluas. </span></strong></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;text-align:justify;margin:0 0 6pt 1cm;"><span><strong><span style="font-family:Cambria;">Perubahan dalam hidup beradat juga telah merambah Minangkabau.<span>  </span></span></strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;text-align:justify;margin:0 0 6pt 1cm;"><span style="font-family:Cambria;"><strong><em><span style="font-size:12pt;color:black;text-shadow:auto;" lang="IN">Adat ndak dipacik arek, agamo ndak dipagang taguah</span></em></strong><strong><span style="font-size:12pt;color:black;text-shadow:auto;" lang="IN">. </span></strong><strong><span style="font-size:12pt;color:black;text-shadow:auto;"></span></strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0 0 6pt 1cm;"><span style="font-family:Cambria;"><strong><span style="font-size:12pt;color:black;text-shadow:auto;" lang="IN">Fakta menunjukkan bahwa adat tidak berdampak banyak terhadap generasi muda. </span></strong><strong><span style="font-size:12pt;color:black;text-shadow:auto;" lang="SV">T</span></strong><strong><span style="font-size:12pt;color:black;text-shadow:auto;" lang="IN">empat bertanya tidak ada, </span></strong><strong><span style="font-size:12pt;color:black;text-shadow:auto;">Sudah banyak </span></strong><strong><span style="font-size:12pt;color:black;text-shadow:auto;" lang="IN">yang tidak mengerti adat</span></strong><strong><span style="font-size:12pt;color:black;text-shadow:auto;" lang="SV">. Karena itu, g</span></strong><strong><span style="font-size:12pt;color:black;text-shadow:auto;" lang="IN">enerasi muda di Nagari mulai kebingungan.</span></strong></span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent3" style="text-indent:18pt;line-height:normal;margin:0 0 6pt;"><span style="color:#622423;"><span class="MsoIntenseReference"><span style="font-weight:normal;font-size:12pt;font-family:&quot;" lang="SV"><em>Manakala problematika sosial ini lupa mengantisipasi melalui gerakan dakwah, melalui</em></span></span><span class="MsoIntenseReference"><span style="font-weight:normal;font-size:12pt;font-style:normal;font-family:&quot;" lang="SV"> Pendidikan Anak Usia Dini</span></span><span class="MsoIntenseReference"><span style="font-weight:normal;font-size:12pt;font-family:&quot;" lang="SV"><em> berbasis aqidah, maka arus globalisasi ini membawa perubahan yang negatif.</em></span></span></span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent3" style="text-indent:18pt;line-height:normal;margin:0 0 6pt;"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">H</span><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;" lang="IN">ilangnya keseimbangan dalam tatanan kehidupan bermasyarakat</span><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">, yang </span><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;" lang="IN">menyebabkan </span><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">timbulnya berbagai </span><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;" lang="IN">krisis</span><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">. </span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent3" style="text-indent:18pt;line-height:normal;margin:0 0 6pt;"><span style="color:#943634;"><strong><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;" lang="SV">Perilaku luhur akan bergeser, dan menipisnya ukhuwah, serta berkembangnya perbuatan maksiat. </span></strong><strong><span style="font-weight:normal;font-size:12pt;font-family:&quot;" lang="SV">Maka sekolah atau pendidikan berbasis aqidah, mesti menjadi cerminan idealitas masyarakat yang mempertahankan pembelajaran budi akhlak. </span></strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;text-align:center;margin:0 0 6pt;" align="center"><strong><span style="font-size:12pt;color:black;"></span></strong><strong></strong><strong><span style="font-size:12pt;color:black;"></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:18pt;line-height:normal;text-align:justify;margin:0 0 6pt;"><span style="font-family:Cambria;"><strong><span style="font-size:12pt;color:black;" lang="IN">Pergeseran budaya </span></strong><strong><span style="font-size:12pt;color:black;">akan terjadi ketika </span></strong><strong><span style="font-size:12pt;color:black;" lang="IN">mengabaikan nilai-nilai agama</span></strong><strong><span style="font-size:12pt;color:black;">. Pengabaian nilai-nilai agama, menumbuhkan penyakit social yang kronis</span></strong><strong><span style="font-size:12pt;color:black;" lang="IN">,</span></strong><strong><span style="font-size:12pt;color:black;"> seperti</span></strong><span style="font-size:12pt;color:black;"> </span><strong><span style="font-size:12pt;color:black;" lang="IN">kegemaran berkorupsi</span></strong><strong><span style="font-size:12pt;color:black;">, a</span></strong><strong><span style="font-size:12pt;color:black;" lang="IN">qidah tauhid</span></strong><strong><span style="font-size:12pt;color:black;"> melemah,</span></strong><strong><span style="font-size:12pt;color:black;"> </span></strong><strong><span style="font-size:12pt;color:black;">perilaku </span></strong><strong><span style="font-size:12pt;color:black;" lang="IN">tidak mencerminkan akhlak Islami</span></strong><strong><span style="font-size:12pt;color:black;">, serta suka m</span></strong><strong><span style="font-size:12pt;color:black;" lang="IN">elalaikan ibadah. </span></strong><strong><span style="font-size:12pt;color:black;"></span></strong></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:20.55pt;line-height:normal;margin:0 0 6pt;"><span style="font-weight:normal;font-size:12pt;color:black;font-family:&quot;">Salah satu solusi untuk mengatasi problematika keumatan ini, adalah dengan melaksanakan <em>pendidikan aqidah</em> pada anak usia dini (PAUD), dengan menambah ilmu, menguatkan amal, menanamkan akhlak, menjaga ibadah dan karakter umat, dengan berpedoman wahyu Allah SWT.</span><span style="font-weight:normal;font-size:12pt;color:black;font-family:&quot;" lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:20.55pt;line-height:normal;margin:0 0 6pt;"><strong><span style="font-size:12pt;color:black;font-family:&quot;" lang="SV">Pendidikan aqidah dan akhlaq, membawa umat kepada bertaqwa. Janji Allah SWT sangat tepat, ” apab</span><span style="font-size:12pt;color:black;font-family:&quot;" lang="IN">ila penduduk negeri beriman dan bertaqwa dibukakan untuk mereka keberkatan langit dan bumi.</span><span style="font-size:12pt;color:black;font-family:&quot;">“</span><span style="font-size:12pt;color:black;font-family:&quot;"> </span></strong><span class="MsoIntenseReference"><span style="font-weight:normal;font-size:12pt;color:black;font-style:normal;font-family:&quot;">(QS.7,al-A’raf:96). </span></span></p>
<div style="border-right:medium none;border-top:#622423 1pt dotted;border-left:medium none;border-bottom:#622423 1pt dotted;padding:1pt 0;">
<h3 style="line-height:normal;margin:15pt 0 6pt;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Cambria;"><strong><span style="color:blue;" lang="IN">Menghidupkan Antisipasi Umat</span></strong><strong><span style="color:blue;"></span></strong></span></span></h3>
</div>
<p class="MsoBodyText3" style="text-indent:18pt;line-height:normal;margin:0 0 6pt;"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;" lang="IN">Umat mesti</span><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;"> diajak</span><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;" lang="IN"> mengantisipasi </span><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">perkembangan global </span><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;" lang="IN">agar tidak menjadi kalah. Dalam persaingan dimaksud, beberapa upaya </span><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">mesti </span><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;" lang="IN">disejalankan dengan ;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-17.85pt;line-height:normal;text-align:justify;margin:0 0 0 35.7pt;"><span style="font-size:12pt;color:black;" lang="IN"><span><span style="font-family:Cambria;">a.</span><span style="font:7pt &quot;">       </span></span></span><span style="font-size:12pt;color:black;" lang="IN"><span style="font-family:Cambria;">Memantapkan watak terbuka, </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-17.85pt;line-height:normal;text-align:justify;margin:0 0 0 35.7pt;"><span style="font-size:12pt;color:black;" lang="IN"><span><span style="font-family:Cambria;">b.</span><span style="font:7pt &quot;">      </span></span></span><span style="font-family:Cambria;"><span style="font-size:12pt;color:black;" lang="IN">Pendidikan </span><span style="font-size:12pt;color:black;">aqidah </span><span style="font-size:12pt;color:black;" lang="IN">tauhid, </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-17.85pt;line-height:normal;text-align:justify;margin:0 0 0 35.7pt;"><span style="font-size:12pt;color:black;" lang="IN"><span><span style="font-family:Cambria;">c.</span><span style="font:7pt &quot;">       </span></span></span><span style="font-family:Cambria;"><span style="font-size:12pt;color:black;">M</span><span style="font-size:12pt;color:black;" lang="IN">engamalkan nilai-nilai amar makruf nahi munkar</span><span style="font-size:12pt;color:black;">,</span><span style="font-size:12pt;color:black;" lang="IN"></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-17.85pt;line-height:normal;text-align:justify;margin:0 0 0 35.7pt;"><span style="font-size:12pt;color:black;" lang="IN"><span><span style="font-family:Cambria;">d.</span><span style="font:7pt &quot;">      </span></span></span><span style="font-size:12pt;color:black;" lang="IN"><span style="font-family:Cambria;">Integrasi moral yang kuat, </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-17.85pt;line-height:normal;text-align:justify;margin:0 0 0 35.7pt;"><span style="font-size:12pt;color:black;" lang="IN"><span><span style="font-family:Cambria;">e.</span><span style="font:7pt &quot;">       </span></span></span><span style="font-family:Cambria;"><span style="font-size:12pt;color:black;">M</span><span style="font-size:12pt;color:black;" lang="IN">emiliki penghormatan terhadap orang tua, </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-17.85pt;line-height:normal;text-align:justify;margin:0 0 0 35.7pt;"><span style="font-size:12pt;color:black;" lang="IN"><span><span style="font-family:Cambria;">f.</span><span style="font:7pt &quot;">        </span></span></span><span style="font-family:Cambria;"><span style="font-size:12pt;color:black;">M</span><span style="font-size:12pt;color:black;" lang="IN">empunyai adab percakapan di</span><span style="font-size:12pt;color:black;" lang="IN"> </span><span style="font-size:12pt;color:black;" lang="IN">tengah pergaulan,</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-17.85pt;line-height:normal;text-align:justify;margin:0 0 0 35.7pt;"><span style="font-size:12pt;color:black;" lang="IN"><span><span style="font-family:Cambria;">g.</span><span style="font:7pt &quot;">       </span></span></span><span style="font-family:Cambria;"><span style="font-size:12pt;color:black;" lang="IN">Pendalaman ajaran agama <em>tafaqquh fid-diin</em></span><em><span style="font-size:12pt;color:black;">,</span></em><span style="font-size:12pt;color:black;" lang="IN"> berpijak pada nilai-nilai ajaran Islam yang universal</span><span style="font-size:12pt;color:black;" lang="IN"> </span><em><span style="font-size:12pt;color:black;" lang="IN">tafaqquh fin-naas</span></em><span style="font-size:12pt;color:black;" lang="IN">. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-17.85pt;line-height:normal;text-align:justify;margin:0 0 0 35.7pt;"><span style="font-size:12pt;color:black;" lang="IN"><span><span style="font-family:Cambria;">h.</span><span style="font:7pt &quot;">      </span></span></span><span style="font-size:12pt;color:black;" lang="IN"><span style="font-family:Cambria;">Perhatian besar terhadap masalah sosial atau umatisasi, </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-17.85pt;line-height:normal;text-align:justify;margin:0 0 0 35.7pt;"><span style="font-size:12pt;color:black;" lang="IN"><span><span style="font-family:Cambria;">i.</span><span style="font:7pt &quot;">         </span></span></span><span style="font-family:Cambria;"><span style="font-size:12pt;color:black;">M</span><span style="font-size:12pt;color:black;" lang="IN">emacu penguasaan ilmu pengetahuan,</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-17.85pt;line-height:normal;text-align:justify;margin:0 0 0 35.7pt;"><span style="font-size:12pt;color:black;" lang="IN"><span><span style="font-family:Cambria;">j.</span><span style="font:7pt &quot;">         </span></span></span><span style="font-family:Cambria;"><span style="font-size:12pt;color:black;" lang="IN">Kaya dimensi dalam pergaulan rahmatan lil ‘alamin</span><span style="font-size:12pt;color:black;">,</span><span style="font-size:12pt;color:black;" lang="IN"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-17.85pt;line-height:normal;text-align:justify;margin:0 0 0 35.7pt;"><span style="font-size:12pt;color:black;" lang="IN"><span><span style="font-family:Cambria;">k.</span><span style="font:7pt &quot;">       </span></span></span><span style="font-size:12pt;color:black;" lang="IN"><span style="font-family:Cambria;">Iman dan ibadah, menjadi awal dari ketahanan bangsa.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;text-align:justify;margin:0 0 0 17.85pt;"><strong><span style="font-size:12pt;color:black;" lang="IN"><span style="font-family:Cambria;"> </span></span></strong></p>
<div style="border-right:medium none;border-top:#622423 1pt dotted;border-left:medium none;border-bottom:#622423 1pt dotted;padding:0 0 1pt;">
<h3 style="line-height:normal;margin:0;padding:0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Cambria;"><strong><span style="color:blue;" lang="IN">Ketahanan umat</span></strong><strong><span style="color:blue;" lang="SV"> dan</span></strong><strong><span style="color:blue;" lang="IN"> bangsa</span></strong><strong><span style="color:blue;" lang="SV">, pada umumnya</span></strong><strong><span style="color:blue;" lang="IN"> terletak pada kekuatan ruhaniyah</span></strong><strong><span style="color:blue;">, </span></strong><strong><span style="color:blue;" lang="IN">keyakinan agama dengan iman taqwa dan siasah kebudayaan. </span></strong><strong><span style="color:blue;"></span></strong></span></span></h3>
<h3 style="line-height:normal;margin:0;padding:0;"><em><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Calibri;"><span class="MsoIntenseReference"><span style="color:blue;" lang="IN">Intinya adalah tauhid. Implementasinya akhlaq.</span></span><span class="MsoIntenseReference"><span style="color:black;" lang="IN"> </span></span><span class="MsoIntenseReference"><span style="color:black;"></span></span></span></span></em></h3>
</div>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:17.85pt;line-height:normal;margin:6pt 0;"><span class="MsoIntenseReference"><span style="font-weight:normal;font-size:12pt;color:black;font-style:normal;font-family:&quot;">Program pendidikan anak usia dini (PAUD) dapat dilakukan dengan nuansa surau. </span></span><strong><span style="font-size:12pt;color:black;font-family:&quot;" lang="IN">Surau adalah suatu institusi yang khas dalam masyarakat Minangkabau. Fungsinya bukan sekedar tempat sholat.</span><span style="font-size:12pt;color:black;font-family:&quot;" lang="IN"> </span><span style="font-size:12pt;color:black;font-family:&quot;" lang="IN">Juga sebagai tempat pendidikan dan tempat mendapat pengajaran bagi anak muda.</span><span style="font-size:12pt;color:black;font-family:&quot;" lang="IN"> </span><span style="font-size:12pt;color:black;font-family:&quot;" lang="IN">Banyak tokoh-tokoh besar di Minangkabau lahir dari surau.</span><span style="font-size:12pt;color:black;font-family:&quot;" lang="IN"> </span><span style="font-size:12pt;color:black;font-family:&quot;" lang="IN">Pengelolaan pendidikan bernuansa surau, pada masa sekarang bisa dihidupkan kembali.</span><span style="font-size:12pt;color:black;font-family:&quot;" lang="IN"> </span><span style="font-size:12pt;color:black;font-family:&quot;" lang="IN">Esensi dan semangatnya lewat menggerakkan kebersamaan anak Nagari. </span><span style="font-size:12pt;color:black;font-family:&quot;"></span></strong></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:21.3pt;line-height:normal;margin:0 0 6pt;"><span class="MsoIntenseReference"><span style="font-weight:normal;font-size:12pt;color:black;font-style:normal;font-family:&quot;">Para pendidik mesti tampil mengambil peran, karena<span>  </span>ada gejala, adat tidak memberi pengaruh yang banyak terhadap generasi muda di Minangkabau, dan adanya tendensi bahwa generasi tua, terlihat kurang pula memberikan suri teladan. </span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:21.3pt;line-height:normal;margin:0 0 6pt;"><span class="MsoIntenseReference"><span style="font-weight:normal;font-size:12pt;color:black;font-style:normal;font-family:&quot;">Akibatnya, generasi muda jadi bersikap apatis terhadap adat itu sendiri. </span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:21.3pt;line-height:normal;margin:0 0 6pt;"><span style="font-size:12pt;color:black;font-family:&quot;" lang="SV"><strong>Peran para pendidik mesti membentuk watak Generasi Sumatera Barat, sesuai petatah yang berbunyi, </strong></span><em><span style="font-weight:normal;font-size:12pt;color:black;font-family:&quot;" lang="SV">“Indak nan merah pado kundi, indak nan bulek pado sago, <span style="text-shadow:auto;">Indak nan indah pado budi,<span>  </span>indak nan elok pado baso. </span></span></em><em><span style="font-weight:normal;font-size:12pt;color:black;font-family:&quot;text-shadow:auto;" lang="SV">Anak ikan dimakan ikan,<span>  </span>gadang di tabek anak tanggiri, ameh bukan pangkaik pun bukan, budi sabuah nan diharagoi. Dulang ameh baok balaie, batang bodi baok pananti, utang ameh buliah bababie,<span>  </span>utang budi dibaok mati.”</span></em><em><span style="font-weight:normal;font-size:12pt;color:black;font-family:&quot;text-shadow:auto;" lang="SV"></span></em></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:21.25pt;line-height:normal;margin:0 0 6pt;"><span style="font-size:12pt;color:black;font-family:&quot;" lang="SV"><strong>Ada</strong></span><em><span style="font-weight:normal;font-size:12pt;color:black;font-family:&quot;" lang="SV"> </span></em><strong><span class="MsoIntenseReference"><span style="font-size:12pt;color:black;font-style:normal;font-family:&quot;">enam unsur yang diperlukan untuk membentuk masyarakat yang mandiri dan berprestasi, melalui harakah dakwah</span></span><span class="MsoIntenseReference"><span style="font-size:12pt;color:black;font-style:normal;font-family:&quot;">, dalam pendidikan bernuansa surau ;</span></span><em><span class="MsoIntenseReference"><span style="font-size:12pt;color:black;font-family:&quot;"> </span></span><span class="MsoIntenseReference"><span style="font-size:12pt;color:black;font-family:&quot;"><span> </span></span></span></em></strong></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:21.25pt;line-height:normal;margin:0 0 6pt;"><em><span class="MsoIntenseReference"><span style="font-weight:normal;font-size:12pt;color:black;font-family:&quot;">1. </span></span><span class="MsoIntenseReference"><span style="font-weight:normal;font-size:12pt;color:black;font-family:&quot;">IMAN</span></span><span class="MsoIntenseReference"><span style="font-weight:normal;font-size:12pt;color:black;font-family:&quot;">, 2. </span></span><span class="MsoIntenseReference"><span style="font-weight:normal;font-size:12pt;color:black;font-family:&quot;">ILMU</span></span><span class="MsoIntenseReference"><span style="font-weight:normal;font-size:12pt;color:black;font-family:&quot;">, 3. </span></span><span class="MsoIntenseReference"><span style="font-weight:normal;font-size:12pt;color:black;font-family:&quot;">Kerukunan</span></span><span class="MsoIntenseReference"><span style="font-weight:normal;font-size:12pt;color:black;font-family:&quot;">, </span></span><span class="MsoIntenseReference"><span style="font-weight:normal;font-size:12pt;color:black;font-family:&quot;">Ukhuwah</span></span><span class="MsoIntenseReference"><span style="font-weight:normal;font-size:12pt;color:black;font-family:&quot;"> dan </span></span><span class="MsoIntenseReference"><span style="font-weight:normal;font-size:12pt;color:black;font-family:&quot;">Interaksi</span></span><span class="MsoIntenseReference"><span style="font-weight:normal;font-size:12pt;color:black;font-family:&quot;">,<span>  </span>4. </span></span><span class="MsoIntenseReference"><span style="font-weight:normal;font-size:12pt;color:black;font-family:&quot;">Akhlaq</span></span><span class="MsoIntenseReference"><span style="font-weight:normal;font-size:12pt;color:black;font-family:&quot;">, </span></span><span class="MsoIntenseReference"><span style="font-weight:normal;font-size:12pt;color:black;font-family:&quot;">Moralitas</span></span><span class="MsoIntenseReference"><span style="font-weight:normal;font-size:12pt;color:black;font-family:&quot;"> sebagai </span></span><span class="MsoIntenseReference"><span style="font-weight:normal;font-size:12pt;color:black;font-family:&quot;">Kekuatan</span></span><span class="MsoIntenseReference"><span style="font-weight:normal;font-size:12pt;color:black;font-family:&quot;"> </span></span><span class="MsoIntenseReference"><span style="font-weight:normal;font-size:12pt;color:black;font-family:&quot;">Ruhiyah</span></span><span class="MsoIntenseReference"><span style="font-weight:normal;font-size:12pt;color:black;font-family:&quot;">, 5. </span></span><span class="MsoIntenseReference"><span style="font-weight:normal;font-size:12pt;color:black;font-family:&quot;">Badunsanak</span></span><span class="MsoIntenseReference"><span style="font-weight:normal;font-size:12pt;color:black;font-family:&quot;">, sikap </span></span><span class="MsoIntenseReference"><span style="font-weight:normal;font-size:12pt;color:black;font-family:&quot;">Gotong royong</span></span><span class="MsoIntenseReference"><span style="font-weight:normal;font-size:12pt;color:black;font-family:&quot;"> (</span></span><span class="MsoIntenseReference"><span style="font-weight:normal;font-size:12pt;color:black;font-family:&quot;">Ta’awun</span></span><span class="MsoIntenseReference"><span style="font-weight:normal;font-size:12pt;color:black;font-family:&quot;">), 6.</span></span><span class="MsoIntenseReference"><span style="font-weight:normal;font-size:12pt;color:black;font-family:&quot;"> </span></span><span class="MsoIntenseReference"><span style="font-weight:normal;font-size:12pt;color:black;font-family:&quot;">Menjaga </span></span><span class="MsoIntenseReference"><span style="font-weight:normal;font-size:12pt;color:black;font-family:&quot;">Lingkungan</span></span><span class="MsoIntenseReference"><span style="font-weight:normal;font-size:12pt;color:black;font-family:&quot;"> sebagai </span></span><span class="MsoIntenseReference"><span style="font-weight:normal;font-size:12pt;color:black;font-family:&quot;">Social Capital,</span></span><span class="MsoIntenseReference"><span style="font-weight:normal;font-size:12pt;color:black;font-family:&quot;"> menerapkan </span></span><span class="MsoIntenseReference"><span style="font-weight:normal;font-size:12pt;color:black;font-family:&quot;">Eko Teknologi</span></span><span class="MsoIntenseReference"><span style="font-weight:normal;font-size:12pt;color:black;font-family:&quot;">.</span></span></em></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:21.25pt;line-height:normal;margin:0 0 6pt;"><span class="MsoIntenseReference"><span style="font-size:12pt;color:black;font-style:normal;font-family:&quot;"><strong>Kegiatan Pendidikan Anak Usia DINI (PAUD), mesti dijadikan upaya pembinaan karakter anak, dengan berbasis nilai-nilai agama, yang akan menjadi pagar adat dan syarak, dalam menghadapi krisis identitas, sebagai <span> </span>akibat dari perubahan dalam nilai – nilai adat.</strong></span></span></p>
<div style="border-right:medium none;border-top:#622423 1pt dotted;border-left:medium none;border-bottom:#622423 1pt dotted;padding:1pt 0;">
<h3 style="line-height:normal;margin:15pt 0 6pt;"><span style="color:blue;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Cambria;">mengajak, mendidik, <span> </span>dan mengamalkan Islam</span></span></span></h3>
</div>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:21.3pt;line-height:normal;margin:0 0 6pt;"><span style="font-weight:normal;font-size:12pt;color:black;font-family:&quot;">Peran Guru atau Murabbi dalam mendidik anak sejak usia dini adalah ibarat <em>Suluah Bendang</em> di<span>  </span>tengah umat, yang dilaksanakan dengan keikhlasan sebagai satu pengabdian mulia dan tugas berat. </span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:21.3pt;line-height:normal;margin:0 0 6pt;"><span style="font-size:12pt;color:black;font-family:&quot;"><strong>Keikhlasan membentuk umat jadi pintar, beriman, berakhlaq, berilmu, beramal baik, membina diri, kemashlahatan umat, dan keluarga, menjadi panutan dan ikutan, ibadahnya teratur, shaleh peribadi dan sosial, beraqidah tauhid yang shahih dan istiqamah. </strong></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:21.3pt;line-height:normal;margin:0 0 6pt;"><span style="font-weight:normal;font-size:12pt;color:black;font-family:&quot;" lang="IN">Pendidikan anak sejak usia dini ini, tidak terlepas dari upaya menyiapkan satu generasi yang beradab, berakhlaq, berakidah dan</span><span style="font-weight:normal;font-size:12pt;color:black;font-family:&quot;" lang="IN"> </span><span style="font-weight:normal;font-size:12pt;color:black;font-family:&quot;" lang="IN">berprestasi, melalui ;</span><span style="font-size:12pt;color:black;font-family:&quot;" lang="IN"></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:-14.2pt;line-height:normal;margin:0 0 6pt 36pt;"><span style="font-weight:normal;font-size:12pt;color:black;font-family:Wingdings;text-shadow:auto;" lang="SV"><span>Ø<span style="font:7pt &quot;"> </span></span></span><strong><span style="font-size:12pt;color:black;font-family:&quot;" lang="IN">Memb</span><span style="font-size:12pt;color:black;font-family:&quot;">udayakan Wahyu Al Quran dalam memakaikan </span><span style="font-size:12pt;color:black;font-family:&quot;" lang="IN">adat basandi syarak-syarak basandi kitabullah</span><span style="font-size:12pt;color:black;font-family:&quot;">, melalui pendidikan dan pelatihan-pelatihan,</span><span style="font-size:12pt;color:black;font-family:&quot;text-shadow:auto;" lang="SV"></span></strong></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:-14.2pt;line-height:normal;margin:0 0 6pt 36pt;"><span style="font-weight:normal;font-size:12pt;color:black;font-family:Wingdings;text-shadow:auto;" lang="SV"><span>Ø<span style="font:7pt &quot;"> </span></span></span><span style="font-size:12pt;color:black;font-family:&quot;text-shadow:auto;" lang="SV"><strong>Implementasinya, dalam perilaku anak berakidah, dan berakhlaq, dalam kerangka lebih luas, menghidupkan dakwah membangun negeri.</strong></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="line-height:normal;margin:0 0 6pt;"><span style="font-weight:normal;font-size:12pt;color:black;font-family:&quot;" lang="SV">Perintah untuk melaksanakan tugas-tugas da&#8217;wah itu, secara kontinyu atau terus menerus, dan sambung bersambung.</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="line-height:normal;margin:0 0 6pt;"><span style="font-weight:normal;font-size:12pt;color:black;font-family:&quot;" lang="SV"> </span></p>
<div style="border-right:medium none;border-top:#622423 1pt dotted;border-left:medium none;border-bottom:#622423 1pt dotted;padding:1pt 0;">
<h3 style="line-height:normal;margin:15pt 0 6pt;"><strong><span style="color:blue;" lang="SV"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Cambria;">Pelaksana Dakwah adalah setiap Muslim </span></span></span></strong></h3>
</div>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:27pt;line-height:normal;margin:0 0 6pt;"><span style="font-weight:normal;font-size:12pt;color:black;font-family:&quot;" lang="SV">Setiap mukmin adalah umat da&#8217;wah pelanjut Risalah Rasulullah yakni Risalah Islam. Umat dan para murabbi (pendidik) mesti berupaya sekuat tenaga untuk meneladani pribadi Muhammad SAW, dalam membentuk <em>effectif leader</em> dengan </span><span style="font-size:12pt;color:black;font-family:&quot;" lang="SV"><strong>mengamalkan inti dan isi Agama Islam, yakni akhlaq Islami, Aqidah tauhid yang shahih, kesalehan, dan keyakinan kepada hari akhirat</strong></span><span style="font-weight:normal;font-size:12pt;color:black;font-family:&quot;" lang="SV">, ”</span><span class="MsoIntenseReference"><span style="font-weight:normal;font-size:12pt;color:black;font-family:&quot;" lang="SV"><em>Sungguh telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu, bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan Dia banyak menyebut Allah.”</em></span></span><span class="MsoIntenseReference"><span style="font-weight:normal;font-size:12pt;color:black;font-style:normal;font-family:&quot;" lang="SV"> </span></span><span class="MsoIntenseReference"><span style="font-weight:normal;font-size:12pt;color:black;font-style:normal;font-family:&quot;">(QS. Al Ahzab, 33 : 21).</span></span></p>
<div style="border-right:medium none;border-top:#622423 1pt dotted;border-left:medium none;border-bottom:#622423 1pt dotted;padding:1pt 0;">
<h3 style="line-height:normal;margin:0 0 6pt;"><strong><span style="color:blue;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Cambria;">Islam Mendidikkan K<span>epribadian</span></span></span></span></strong></h3>
</div>
<p class="MsoQuote" style="text-indent:21.3pt;line-height:normal;text-align:justify;margin:0 0 6pt;"><span style="font-family:Cambria;"><span style="font-size:12pt;color:black;font-style:normal;font-variant:small-caps;">Uswah </span><strong><span style="font-weight:normal;font-size:12pt;color:black;font-style:normal;">atau contoh tauladan</span></strong><span style="font-size:12pt;color:black;font-style:normal;"> terpuji, melukiskan kesan positif dalam mayarakat. Alat canggih teknologi modern tidak dapat mengambilalih peran orang tua dalam uswah. Faktor manusia tetap diperlukan dalam proses pematangan sikap pribadi seseorang anak, sejak usia dini, dengan menanamkan laku perangai (syahsiah), yang mencerminkan<span>  </span>watak, sifat fisik, kognitif, emosi, sosial dan rohani seorang<a name="_ednref3" href="http://hmasoed.wordpress.com/wp-admin/#_edn3"><span class="MsoEndnoteReference"><strong><span><span class="MsoEndnoteReference"><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:105%;font-family:&quot;">[3]</span></span></span></strong></span></a> </span></span></p>
<div style="border-right:medium none;border-top:#622423 1pt dotted;border-left:medium none;border-bottom:#622423 1pt dotted;padding:1pt 0;">
<h3 style="line-height:normal;margin:15pt 0 6pt;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Cambria;"><strong><span style="color:blue;">Sahsiyah Murabbi membawa Keberhasilan Pendidikan</span></strong><strong><span style="text-transform:none;color:blue;"> ISLAM </span></strong></span></span></h3>
</div>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:36pt;line-height:normal;margin:0 0 6pt;"><span style="font-weight:normal;font-size:12pt;color:black;font-family:&quot;">Tidak diragukan lagi bahwa guru <em>&#8211; murabbi, muallim, –</em> yang punya kepribadian baik serta uswah hidup yang terpuji akan mampu melukiskan kesan positif dalam diri anak didik mereka. </span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:36pt;line-height:normal;margin:0 0 6pt;"><span style="font-weight:normal;font-size:12pt;color:black;font-family:&quot;">Alat teknologi modern walau bagaimanapun canggihnya tidak akan dapat mengambil alih peranan guru. Faktor manusia tetap diperlukan dalam proses pembentukan dan pematangan sikap pribadi para anak didik dan menanamkan laku perangai &#8212; syahsiah &#8212; murid.</span><span style="font-size:12pt;color:black;font-family:&quot;"><strong> </strong></span><span style="font-weight:normal;font-size:12pt;color:black;font-family:&quot;">Tegasnya sahsiah mencerminkan<span>  </span>watak, sifat fisik, kognitif, emosi, sosial dan rohani seseorang<span class="MsoEndnoteReference"> <a name="_ednref4" href="http://hmasoed.wordpress.com/wp-admin/#_edn4"><span><span class="MsoEndnoteReference"><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:105%;font-family:&quot;">[4]</span></span></span></a></span> </span></p>
<div style="border-right:medium none;border-top:#622423 1pt dotted;border-left:medium none;border-bottom:#622423 1pt dotted;padding:1pt 0;">
<h3 style="line-height:normal;margin:15pt 0 6pt;"><span style="font-size:small;"><span><span style="font-family:Cambria;">Ciri Utama atau Syahsiah (</span>شخصية</span><span><span style="font-family:Cambria;">) itu bermakna <em>pribadi</em> atau <em>personality</em>, yang<span>  </span>menggambarkan sifat individu yang merangkum padanya gaya hidup, kepercayaan, harapan, nilai, motif, pemikiran, perasaan,<span>  </span>budi pekerti, persepsi, tabiat, sikap dan watak seseorang.</span></span></span><a name="_ednref5" href="http://hmasoed.wordpress.com/wp-admin/#_edn5"><span class="MsoEndnoteReference"><span style="color:black;"><span><span class="MsoEndnoteReference"><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:105%;font-family:&quot;">[5]</span></span></span></span></span></a><span style="color:black;"></span></h3>
</div>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:36pt;line-height:normal;margin:0 0 6pt;"><span style="font-weight:normal;font-size:12pt;color:black;font-family:&quot;">Banyak kajian telah dibuat tentang sifat-sifat yang perlu ada pada seorang guru (<em>murabbi, mu’allim</em>) yang baik dan akan menghasilkan kesan mendalam pada proses pengajaran yang mereka sampaikan.<a name="_ednref6" href="http://hmasoed.wordpress.com/wp-admin/#_edn6"><span class="MsoEndnoteReference"><span><span class="MsoEndnoteReference"><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:105%;font-family:&quot;">[6]</span></span></span></span></a> Karena itu, sifat dan ciri guru muslim hendaklah merangkum :</span></p>
<div style="border-right:medium none;border-top:#622423 1pt dotted;border-left:medium none;border-bottom:#622423 1pt dotted;padding:1pt 0;">
<h3 style="line-height:normal;margin:15pt 0 6pt;"><span><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Cambria;"><span>    </span>A.<span>  </span>Sifat Ruhaniah dan Akidah</span></span></span></h3>
</div>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;line-height:normal;text-align:justify;margin:0 0 2pt 54pt;"><span style="font-size:12pt;color:black;"><span><span style="font-family:Cambria;">1.</span><span style="font:7pt &quot;">      </span></span></span><span style="font-size:12pt;color:black;"><span style="font-family:Cambria;">Keimanan yang kental kepada Allah yang Maha Sempurna</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;line-height:normal;text-align:justify;margin:0 0 2pt 54pt;"><span style="font-size:12pt;color:black;"><span><span style="font-family:Cambria;">2.</span><span style="font:7pt &quot;">      </span></span></span><span style="font-size:12pt;color:black;"><span style="font-family:Cambria;">Keyakinan mendalam terhadap hari akhirat, hari berbangkit dan hari pembalasan</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;line-height:normal;text-align:justify;margin:0 0 2pt 54pt;"><span style="font-size:12pt;color:black;"><span><span style="font-family:Cambria;">3.</span><span style="font:7pt &quot;">      </span></span></span><span style="font-size:12pt;color:black;"><span style="font-family:Cambria;">Kepercayaan kepada seluruh para Rasul di iringi dengan sifat dan asas keimanan (<em>arkan al iman</em>) yang lain.</span></span></p>
<div style="border-right:medium none;border-top:#622423 1pt dotted;border-left:medium none;border-bottom:#622423 1pt dotted;padding:1pt 0;">
<h3 style="line-height:normal;margin:0 0 2pt;"><strong><span style="color:blue;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Cambria;"><span>    </span>B.<span>   </span>Sifat-Sifat Akhlak</span></span></span></strong></h3>
</div>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-17.85pt;line-height:normal;text-align:justify;margin:0 0 2pt 53.85pt;"><span style="font-size:12pt;color:black;"><span><span style="font-family:Cambria;">1.</span><span style="font:7pt &quot;">      </span></span></span><span style="font-size:12pt;color:black;"><span style="font-family:Cambria;">Benar dan jujur</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-17.85pt;line-height:normal;text-align:justify;margin:0 0 2pt 53.85pt;"><span style="font-size:12pt;color:black;"><span><span style="font-family:Cambria;">2.</span><span style="font:7pt &quot;">      </span></span></span><span style="font-size:12pt;color:black;"><span style="font-family:Cambria;">Menepati janji dan Amanah</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-17.85pt;line-height:normal;text-align:justify;margin:0 0 2pt 53.85pt;"><span style="font-size:12pt;color:black;"><span><span style="font-family:Cambria;">3.</span><span style="font:7pt &quot;">      </span></span></span><span style="font-size:12pt;color:black;"><span style="font-family:Cambria;">Ikhlas dalam perkataan dan perbuatan</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-17.85pt;line-height:normal;text-align:justify;margin:0 0 2pt 53.85pt;"><span style="font-size:12pt;color:black;"><span><span style="font-family:Cambria;">4.</span><span style="font:7pt &quot;">      </span></span></span><span style="font-size:12pt;color:black;"><span style="font-family:Cambria;">Merendah diri – tawadhu’ &#8211;</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-17.85pt;line-height:normal;text-align:justify;margin:0 0 2pt 53.85pt;"><span style="font-size:12pt;color:black;"><span><span style="font-family:Cambria;">5.</span><span style="font:7pt &quot;">      </span></span></span><span style="font-size:12pt;color:black;"><span style="font-family:Cambria;">Sabar, tabah dan cekatan</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-17.85pt;line-height:normal;text-align:justify;margin:0 0 2pt 53.85pt;"><span style="font-size:12pt;color:black;"><span><span style="font-family:Cambria;">6.</span><span style="font:7pt &quot;">      </span></span></span><span style="font-size:12pt;color:black;"><span style="font-family:Cambria;">Lapang dada – <em>hilm</em> &#8211;, Pemaaf dan toleransi</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-17.85pt;line-height:normal;text-align:justify;margin:0 0 2pt 53.85pt;"><span style="font-size:12pt;color:black;"><span><span style="font-family:Cambria;">7.</span><span style="font:7pt &quot;">      </span></span></span><span style="font-size:12pt;color:black;"><span style="font-family:Cambria;">Menyayangi murid, mengutamakan kepentingan orang banyak dengan <span> </span>sikap pemurah, zuhud dan berani bertindak.</span></span></p>
<div style="border-right:medium none;border-top:#622423 1pt dotted;border-left:medium none;border-bottom:#622423 1pt dotted;padding:1pt 0;">
<h3 style="line-height:normal;margin:0 0 2pt;"><strong><span style="color:blue;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Cambria;"><span>    </span>C.<span>  </span>Sifat Mental, Kejiwaan dan Jasmani</span></span></span></strong></h3>
</div>
<div style="border-right:medium none;border-top:#632423 1pt dotted;margin-left:36pt;border-left:medium none;margin-right:72pt;border-bottom:#632423 1pt dotted;padding:10pt 0 4pt;">
<p class="MsoIntenseQuote" style="line-height:normal;margin:0 0 2pt;"><strong><span style="font-size:12pt;color:black;"><span style="font-family:Cambria;">1. Sikap Mental</span></span></strong></p>
</div>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-17.85pt;line-height:normal;text-align:justify;margin:0 0 2pt 53.85pt;"><span style="font-size:12pt;color:black;font-family:Symbol;"><span>·<span style="font:7pt &quot;">         </span></span></span><span style="font-size:12pt;color:black;"><span style="font-family:Cambria;">Cerdas (Kepintaran teori, amali dan sosial), menguasai mata anak didikan<span>  </span>takhassus</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-17.85pt;line-height:normal;text-align:justify;margin:0 0 2pt 53.85pt;"><span style="font-size:12pt;color:black;font-family:Symbol;"><span>·<span style="font:7pt &quot;">         </span></span></span><span style="font-size:12pt;color:black;"><span style="font-family:Cambria;">Luas pengetahuan umum dan<span>  </span>ilmiah yang sehat</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-17.85pt;line-height:normal;text-align:justify;margin:0 0 2pt 53.85pt;"><span style="font-size:12pt;color:black;font-family:Symbol;"><span>·<span style="font:7pt &quot;">         </span></span></span><span style="font-size:12pt;color:black;"><span style="font-family:Cambria;">Mengenal ciri, watak, kecenderungan dan keperluan murid, fasih, bijak dan cakap di dalam penyampaian </span></span></p>
<div style="border-right:medium none;border-top:#632423 1pt dotted;margin-left:36pt;border-left:medium none;margin-right:72pt;border-bottom:#632423 1pt dotted;padding:10pt 0 4pt;">
<p class="MsoIntenseQuote" style="line-height:normal;margin:0 0 2pt;"><strong><span style="font-size:12pt;color:black;"><span style="font-family:Cambria;">2. Sifat Kejiwaan</span></span></strong></p>
</div>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-17.85pt;line-height:normal;text-align:justify;margin:0 0 2pt 53.85pt;"><span style="font-size:12pt;color:black;font-family:Symbol;"><span>·<span style="font:7pt &quot;">         </span></span></span><span style="font-size:12pt;color:black;"><span style="font-family:Cambria;">Tenang dengan emosi mantap terkendali, optimistik dalam hidup, penuh harap kepada Allah dan tenang jiwa bila mengingatiNya.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-17.85pt;line-height:normal;text-align:justify;margin:0 0 2pt 53.85pt;"><span style="font-size:12pt;color:black;font-family:Symbol;"><span>·<span style="font:7pt &quot;">         </span></span></span><span style="font-size:12pt;color:black;"><span style="font-family:Cambria;">Percaya diri dan mempunyai kemauan yang kuat, lemah lembut dan baik dalam pergaulan</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-17.85pt;line-height:normal;text-align:justify;margin:0 0 2pt 53.85pt;"><span style="font-size:12pt;color:black;font-family:Symbol;"><span>·<span style="font:7pt &quot;">         </span></span></span><span style="font-size:12pt;color:black;"><span style="font-family:Cambria;">Berfikiran luas dan mampu menyesuaikan diri dengan masyarakat</span></span></p>
<div style="border-right:medium none;border-top:#632423 1pt dotted;margin-left:36pt;border-left:medium none;margin-right:72pt;border-bottom:#632423 1pt dotted;padding:10pt 0 4pt;">
<p class="MsoIntenseQuote" style="line-height:normal;margin:0 0 2pt;"><span style="font-family:Cambria;"><strong><span style="font-size:12pt;color:black;">3.<span>  </span>Sifat Fisik</span></strong><span style="font-size:12pt;color:black;"></span></span></p>
</div>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-17.85pt;line-height:normal;margin:0 0 2pt 53.85pt;"><span style="font-size:12pt;color:black;font-family:Symbol;"><span>·<span style="font:7pt &quot;">         </span></span></span><span style="font-size:12pt;color:black;"><span style="font-family:Cambria;">Sehat tubuh dan badan dari penyakit menular </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-17.85pt;line-height:normal;margin:0 0 2pt 53.85pt;"><span style="font-size:12pt;color:black;font-family:Symbol;"><span>·<span style="font:7pt &quot;">         </span></span></span><span style="font-size:12pt;color:black;"><span style="font-fami