MEMAHAMI KEADILAN ALLAAH SUBHANAHU WA TA’ALA

MEMAHAMI KEADILAN TUHAN.

Ketika Nabi Musa as. bermunajat di bukit Thursina, ia berdoa ;
*_”Ya Allah … Engkau Maha Adil, tunjukkanlah keadilanMu.”_*
Allah pun menjawab ;
_” Hai Musa … Jika Aku menampakkan keadilanKu padamu, engkau tidak akan sabar dan tergesa-gesa menyalahkanKu. “_
Lalu Musa menjawab :
_” Dengan taufikMu, aku akan sabar menerima dan menyaksikan keadilanMu. “_
Allah megijabah permintaan Musa, kemudian berfirman :
_” Pergilah engkau ke sebuah mata air, bersembunyilah di dekatnya dan saksikan apa yang akan terjadi. “_
Musa pun pergi ke mata air yang di maksud.
Tak lama kemudian, datanglah seorang penunggang kuda, lalu turun untuk minum air.
Saat itu si penunggang kuda sedang membawa sekantong uang.
Dengan tergesa-gesa, ia pergi sehingga lupa membawa kantong uangnya.
Tak lama kemudian, datanglah seorang anak kecil untuk mengambil air.
Ia melihat kantong itu lalu bocah itu mengambilnya dan terus pergi.
Setelah anak itu pergi , datanglah seorang kakek buta.
Si kakek buta mengambil air untuk wudhu dan beribadah.
Selesai beribadah datanglah penunggang kuda tadi yang bermaksud mengambil kantong uangnya, namun ia hanya menemukan Si kakek buta yang sedang berdiri mau beranjak pergi.
_” Wahai kakek tua … kamu pasti mengambil kantongku yang berisi uang ? “_
bentak si penunggang kuda.
Kagetlah si kakek, lalu berkata :
“Bagaimana saya bisa mengambil kantongmu, sementara saya ini buta ! “
“Jangan dusta kamu !”
bentak si penunggang kuda.
Setelah bersitegang, kakek itu pun dibunuhnya.
Kemudian penunggang pun menggeledah baju si kakek, namun tidak menemukan apa apa.
Saat melihat kejadian tersebut Nabi Musa protes kepada Allah :
” Ya Allah … hamba sungguh tidak sabar melihat kejadian ini … Namun hamba yakin Engkau Maha Adil. Mengapa ini bisa terjadi ? “_
Lalu Allah mengutus Malaikat Jibril untuk menjelaskan :
Wahai Musa,  Allah Maha Mengetahui hal hal ghaib yang tidak engkau ketahui.”
Anak kecil itu sebenarnya mengambil haknya sendiri.
Dahulu ayahnya pernah bekerja pada si penunggang kuda, tetapi jerih payahnya tidak dibayarkan.
Jumlah yang harus dibayarkan sama persis dengan yang diambil anak itu.
“Sementara kakek buta adalah orang yang membunuh ayah anak kecil itu, sebelum ia mengalami kebutaan.”
_(Dinukil dari buku Nasihat Al Ghazali Bagi Penguasa)_

Betapa pentingnya kita mengenal (ma’rifah) kepada Allah, agar hati kita selalu berprasangka baik padaNya.
Sering karena keterbatasan, manusia tidak mampu membaca keadilan Allah secara tepat.
_Manusia menganggap Allah tidak adil karena keputusanNya dinilai merugikannya._
Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. “
( Qs,2:216 ) .
Allah Maha Adil dan memberikan sesuatu kepada manusia dengan jalan terbaik menurut perhitunganNya, bukan menurut nafsu atau kepentingan kita .
Jadi tidak ada satu pun ketentuan Allah yang gagal dan buruk.
Namun kitalah yang belum mengerti Hakikat kejadian tersebut.
Subhanallah, Maha kuasa dan maha suci Allah dengan segala perbuatanNya.

*BERLAKU JUJURLAH*
_Dari Ausath bin Isma’il_, dirinya berkata, Aku mendengar Abu Bakr Ash Shiddiq radhiallahu ‘anhu setelah nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam wafat berkata:
*قام النبي صلى الله عليه وسلم عام أول مقامي هذا ثم بكى أبو بكر ثم قال : عليكم بالصدق فإنه مع البر وهما في الجنة وإياكم والكذب فإنه مع الفجور وهما في النار وسلوا الله المعافاة فإنه لم يؤت بعد اليقين خير من المعافاة ولا تقاطعوا ولا تدابروا ولا تحاسدوا ولا تباغضوا وكونوا عباد الله إخوانا*
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah berdiri di tempatku ini, kemudian Abu Bakar menangis.
Lalu Nabi berkata ;

✔️ “ BERLAKU JUJURLAH KALIAN!
Karena sesungguhnya kejujuran akan di iringi oleh kebaikan dan keduanya akan (menggiring pelakunya ke dalam) surga.
✔️ JAUHILAH DUSTA!
Karena dusta akan senantiasa diiringi oleh kemaksiatan dan keduanya (akan menggiring pelakunya menuju) neraka.
✔️ MINTALAH KEPADA ALLAH PERLINDUNGAN !
Karena  sesungguhnya  tidak ada karunia yang lebih baik, setelah keimanan daripada perlindungan dari Allah.
✔️ JANGANLAH KALIAN SALING TIDAK MEMPERDULIKAN, dan JANGANLAH KALIAN SALING MENDENGKI dan MEMBENCI.
✔️ HENDAKNYA  KALIAN MENJADI wahai HAMBA-HAMBA ALLAH menjadi orang-orang YANG BERSAUDARA.
(HR. Bukhari dalam Al Adabul Mufrad nomor 724)

Iman adalah kebangkitan rohani yang terjadi di dalam hati, roh dan perasaan. Sebuah kebangkitan yang menggetarkan seluruh raga manusia.
Dari sinilah bentuk ibadah akan berubah dari sekedar melaksanakannya dengan jasad dan indra menuju pelaksanaan nya dengan hati dan jiwa.
Moga jadi perhatian kita semua.

Wassalaam
Buya Hma Majo Kayo
Masoed Abidin Jabbar
Masoed Abidin Za Jabbar
Masoed Abidin ZAbidin Jabbar
Buya MAbidin Jabbar

Categories: Uncategorized | Leave a comment

NIKMATNYA MEMBACA ALQURANUL KARIM

MANFAAT BESAR MEMBACA AL QURANUL KARIM.

Jazakumullah khair telah mengingatkan kita dengan Suplemen tambahan dari Ustadz Syaikh Syalabi, tentang MANFAAT BESAR AL-QURAN :
كثير من إخواننا المسلمين لا يقرأ القرءان إلا بقصد الثواب والأجر وقصر علمه عن عظيم نفع القرءان وأنه كلما قرأ القرءان بنية نال فضلها كما قال النبي ﷺ إنما الأعمال بالنيات وإنما لكل أمريء ما نوى..الحديث.
Banyak diantara saudara2 kita kaum muslimin, dia tidak membaca Al-Qur’an kecuali dengan maksud untuk mendapatkan pahala dan ganjaran dikarenakan minimnya pengetahuan mereka tentang betapa besarnya manfaat dari Al-Qur’an.

Sesungguhnya setiap kali seseorang membaca Al-Qur’an dengan niat tertentu maka akan mengalir keutamaannya. Sebagaimana sabda Nabi SAW : “Sesungguhnya setiap amal tergantung pada niatnya. Dan sesungguhnya amal perbuatan seseorang tergantung pada niatnya …..(al-hadits).
فالقرءان منهج حياة والنية تجارة العلماء فمن هذا المبدأ والمنطلق أردت أن أذكر نفسي وإخواني ببعض النوايا عند القراءة ومنها:
Al-Qur’an adalah pedoman hidup, dan niat adalah transaksinya orang  berilmu.

Dengan landasan dan titik tolak ini, saya ingin mengingatkan diri sendiri dan saudara2ku dengan berbagai niat yang dapat dihadirkan ketika kita membaca Al-Qur’an, diantaranya:

1- اقرأ القرآن لأجل العلم والعمل به.
1.Saya membaca Al-Qur’an demi mengetahui dan mengamalkan isinya.
2- اقرأ القرآن بقصد الهداية من الله.
2. Saya membaca Al-Qur’an dengan tujuan mendapatkan hidayah dari Allah SWT.
3- اقرأ القرآن بقصد مناجاة الله تعالى.
3. Saya membaca Al-Qur’an dengan tujuan bermunajat kepada Allah.
4- اقرأ القرآن بقصد الإستشفاء به من الأمراض الظاهرة والباطنة.
4. Saya membaca Al-Qur’an dengan tujuan mengobati penyakit2 lahir dan batin dengan Al-Qur’an.
5- اقرأ القرآن بقصد أن يخرجنى الله من الظلمات إلي النور.
5. Saya membaca Al-Qur’an tujuan agar Allah SWT mengeluarkanku dari kegelapan menuju cahaya.
6- اقرأ القرآن لأنه علاج لقسوة القلب فيه طمأنينة القلب وحياة القلب وعمارة القلب.
6. Saya membaca Al-Qur’an karena ia adalah pengobatan bagi hati yg keras. Dalam membacanya terdapat ketenangan hati, hidupnya hati dan kokohnya bangunan hati.
7- اقرأ القرآن بقصد أن القرآن مأدبة الله تعالى.
7. Saya membaca Al-Qur’an dengan tujuan karena Al-Qur’an merupakan jamuan Allah SWT
8- اقرأ القرآن حتى لا أكتب من الغافلين وأكون من الذاكرين.
8. Saya membaca Al-Qur’an sehingga saya tidak tercatat sebagai orang2 yg lalai dan saya termasuk orang2 yg berdzikir
9- اقرأ القرآن بقصد زيادة اليقين والإيمان بالله.
9.Saya membaca Al-Qur’an dengan tujuan menambah iman dan keyakinan kepada Allah SWT
10- اقرأ القرآن بقصد الإمتثال لأمر الله تعالي بالترتيل.
10. Saya membaca Al-Qur’an dengan tujuan memenuhi perintah Allah dengan tertib

11- اقرأ القرآن للثواب حتى يكون لى بكل حرف 10 حسنات والله يضاعف لمن يشاء.
11. Saya membaca Al-Qur’an untuk mendapatkan pahala sehingga saya bisa meraih 10 kebaikan dari setiap huruf dan Allah akan melipatgandakannya kepada siapa saja yg Ia kehendaki
12- اقرأ القرآن حتى أن أنال شفاعة القرآن الكريم يوم القيامة.
12. Saya membaca Al-Qur’an hingga saya mendapatkan syafa’at Al-Qur’anul Karim di hari kiamat kelak
13- اقرأ القرآن بقصد إتباع وصية النبى ﷺ.
13. Saya membaca Al-Qur’an dengan tujuan mengikuti wasiat Nabi SAW
14- اقرأ القرآن حتى يرفعنى الله به ويرفع به الأمة.
14. Saya membaca Al-Qur’an hingga Allah meninggikan derajat saya dan dengannya derajat umat ini juga menjadi tinggi
15- اقرأ القرآن حتى أرتقي في درجات الجنة وألبس تاج الوقار ويكسي والداى بحلتين لا يقوم لهما الدنيا.
15. Saya membaca Al-Qur’an hingga saya naik -layak- mendapat derajat surga dan saya memakai mahkota dan memakaikan pakaian kebesaran kepada kedua orang tua saya yang tidak pernah mereka dapatkan pakaian itu didunia.
16- اقرأ القرآن بقصد التقرب إلي الله بكلامه.
16. Saya membaca Al-Qur’an dengan tujuan taqarrub mepada Allah melalui kalamNya
17- اقرأ القرآن حتى أكون من أهل الله وخاصته.
17. Saya membaca Al-Qur’an hingga saya menjadi ahlulloh wa khossotihi (keluarga Allah dan mereka yg dekat dengan Allah, pent)
18- اقرأ القرآن بقصد أن الماهر بالقرآن مع السفرة الكرام البررة.
18. Saya membaca Al-Qur’an dengan tujuan bahwa orang yang mahir membaca Al-Qur’an akan bersama malaikat safarotil kiromim baroroh
19- اقرأ القرآن بقصد النجاة من النار ومن عذاب الله.
19. Saya membaca Al-Qur’an dengan tujuan agar selamat dari api neraka dan adzab Allah
20- اقرأ القرآن حتى أكون في معية الله تعالي.
20. Saya membaca Al-Qur’an hingga saya berada dalam maiyyatulloh (kebersamaan dengan Allah)

21- اقرأ القرآن حتى لا أرد إل أرذل العمر.
21. Saya membaca Al-Qur’an hingga saya tidak menjadi orang yg hina sehina-hinanya
22- اقرأ القرآن حتى يكون حجة لى لا علىّ.
22. Saya membaca Al-Qur’an sehingga ia menjadi pembela saya bukan yg menuntut/mencelakakan saya
23- اقرأ القرآن بقصد أن النظر في المصحف عبادة.
23. Saya membaca Al-Qur’an dengan tujuan bahwa memandang mushaf adalah ibadah
24- اقرأ القرآن حتى تنزل علىّ السكينة وتغشانى الرحمة ويذكرنى الله فيمن عنده.
24. Saya membaca Al-Qur’an hingga turun kepada saya ketenangan dan saya diliputi rahmat dan Allah mengingat saya sebagai orang yg berada bersamaNya
25- اقرأ القرآن بقصد الحصول على الخيرية والفضل عند الله.
25. Saya membaca Al-Qur’an dengan tujuan mendapatkan kebaikan dan keutamaan disisi Allah SWT
26- اقرأ القرآن حتى يكون ريحي طيب.
26. Saya membaca Al-Qur’an hingga saya mendapatkan keuntungan yg baik
27- اقرأ القرآن حتى لا أضل في الدنيا ولا أشقي في الآخرة.
27. Saya membaca Al-Qur’an hingga saya tidak tersesat di dunia dan tidak sengsara di akhirat
28- اقرأ القرآن لأن الله يجلى به الأحزان ويذهب به الهموم والغموم.
28. Saya membaca Al-Qur’an karena dengannya Allah mengangkat kesedihan2 serta menghilangkan resah dan gelisah
29- اقرأ القرآن ليكون أنيسي في قبري ونور لي علي الصراط وهادياً لي في الدنيا وسائقاً لي إلى الجنة.
29. Saya membaca Al-Qur’an agar dia menjadi teman dekat saya di dalam kubur dan cahaya bagi saya diatas jalan kehidupan, menjadi petunjuk bagi saya di dunia dan penuntun menuju surga
30- اقرأ القرآن ليربينى الله ويؤدبنى بالأخلاق التي تحلى بها الرسول ﷺ.
30. Saya membaca Al-Qur’an agar Allah mendidik saya, menta’dib dengan akhlak yang menjadi hiasan diri Rasulullah SAW

31- اقرأ القرآن لأشغل نفسي بالحق حتى لا تشغلني بالباطل.
31. Saya membaca Al-Qur’an agar jiwa saya sibuk dengan kebenaran sehingga kebatilan tidak menyibukan saya
32- اقرأ القرآن لمجاهدة النفس والشيطان والهوى.
32. Saya membaca Al-Qur’an untuk menempa diri, melawan setan dan hawa nafsu
33- اقرأ القرآن ليجعل الله بينى وبين الكافرين حجاباً مستوراً يوم القيامة.
33. Saya membaca Al-Qur’an agar Allah menjadikan penghalang sebagai penutup antara saya dengan orang kafir di hari akhir kelak
٣٤- اقرأ القرآن ثم ابلغ منه ولو آية كما امرنا بذالك الحبيب المصطفى
34. Saya membaca Al-Qur’an kemudian menyampaikannya walau hanya satu ayat sebagaimana diperintahkan oleh  Nabj SAW
٣٥-اقرأ القرآن لأدعو امتى للعمل به وبأحكامه
35. Saya membaca Al-Qur’an agar saya berdakwah kepada umat untuk mengamalkan isi dan hukum2nya
٣٦-أقرأ القرآن لتزداد معرفتى بدينى
36. Saya membaca Al-Qur’an agar bertambah pengetahuan tentang agama saya
٣٧-اقرأ القرآن حتى اشعر بأن الله يكلمني
37. Saya membaca Al-Qur’an hingga saya merasa bahwa Allah sedang berbicara kepada saya
٣٨-أقرأ القرآن لأعرف منه احوال الامم السابقة
38. Saya membaca Al-Qur’an agar saya tahu darinya kondisi umat2 terdahulu
٣٩-أقرأ القرآن لأقبل مأدبة الله
39. Saya membaca Al-Qur’an untuk menerima jamuan dari Allah Swt
٤٠-أقرأ القرآن لانه لا يخلق من كثرة الرد
40. Saya membaca Al-Qur’an karena ia tidak diciptakan dengan keraguan

فهيا لنكون من أهل القرآن، وهذه هي التجارة مع الله المضمونة الرابحة والتي يعطى الله عليها من فضله الكريم وعطائه الذي لا ينفد.
Marilah kita menjadi ahlul Qur’an.
Dan ini adalah bisnis kita dengan Allah yang mencakup keuntungan yang Allah berikan karena keutamannya yg mulia dan pemberiannya yang  tidak pernah meleset.

Moga bermanfaat.
Wassalamu alaykum wa Rahmatullahi wa Barakatuh.
Buya Hma Majo Kayo
Masoed Abidin ZAbidin Jabbar
Masoed Abidin Jabbar
Masoed Abidin Za Jabbar
Buya MAbidin Jabbar

Categories: Uncategorized | Leave a comment

HINDARILAH SIKAP PEMARAH … AKIBATNYA BURUK TERHADAP TUBUH (FISIK ATAUPUN SPIRIT).

JANGAN SUKA MARAH

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّ رَجُلاً قَالَ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: أَوْصِنِي،
قَالَ : لاَ تَغْضَبْ فَرَدَّدَ مِرَاراً،
قَالَ: لاَ تَغْضَبْ
( رواه البخاري )
Dari Abu Hurairah radhiallahuanhu sesungguhnya seseorang bertanya kepada Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam :
(Ya Rasulullah) nasihatilah saya.
Beliau bersabda :
Jangan kamu marah.
Beliau menanyakan hal itu berkali-kali.
Maka beliau bersabda :
Jangan engkau marah.
( Riwayat Bukhari )

TANDA KEMULIAAN JIWA SESEORANG
Al-Imam asy-Syafi’iy rahimahullah berkata:
ﺟﻮﻫﺮ ﺍﻟﻤـــــــﺮﺀ ﻓﻲ ﺛﻼﺙ:
ﻛﺘﻤﺎﻥ ﺍﻟﻔـــــﻘـﺮ ﺣﺘﻰ ﻳﻈﻦ ﺍﻟﻨﺎﺱ ﻣﻦ ﻋﻔﺘﻚ ﺃﻧﻚ ﻏﻨﻲ،
ﻭﻛﺘﻤﺎﻥ ﺍﻟﻐﻀـﺐ ﺣﺘﻰ ﻳﻈﻦ ﺍﻟﻨﺎﺱ ﺃﻧﻚ ﺭﺍﺽ،
ﻭﻛﺘﻤﺎﻥ ﺍﻟﺸﺪﺓ ﺣﺘﻰ ﻳﻈﻦ ﺍﻟﻨﺎﺱ ﺃﻧﻚ ﻣﺘﻨﻌﻢ.
“Kemuliaan jiwa seseorang ada pada tiga perkara”
å Menyembunyikan kefaqiran hingga orang lain menyangka bahwa engkau berkecukupan.
å Menyembunyikan kemarahan hingga orang lain menyangka bahwa engkau ridha.
√• Menyembunyikan penderitaan hingga orang lain menyangka bahwa engkau hidup enak.”
(Manaqib asy-Syafi’iy, jilid 2 hlm. 188)

Jikok nan punyo dotang manjopuk.
Nyampang cupak olah ponuah,
nan gontang olah balonjuang.
Indak dopek batongguah lai.

BAYARLAH SEGERA HUTANG PUASA
عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا:
أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ:
منْ مَاتَ وَعَلَيْهِ صِيَامٌ صَامَ عَنْهُ وَلِيُّهُ.
Dari Aisyah radhiallahu ‘anha
Bahwa Rasulullah saw bersabda
” Barang siapa yang meninggal dunia dan memiliki (hutang) puasa maka walinya (boleh) berpuasa untuknya. “
(Shahih Imam al Bukhariy – 1816)
Maka, SELALULAH BERUSAHA agar Hutang puasa sebaiknya dibayar segera, dan janganlah ditunda-tunda.
Karena manusia tidak pernah tahu kapan ia meninggal.
Keluarga dari orang yang meninggal dunia dan masih memiliki hutang puasa boleh membayarkannya dengan mengganti puasanya.

Moga Bermanfaat
Wassalam
Masoed Abidin ZAbidin Jabbar
Masoed Abidin Jabbar
Masoed Abidin Za Jabbar
Buya Hma Majo Kayo
Buya MAbidin Jabbar

Categories: Uncategorized | Leave a comment

Buya H. Masoed Abidin: “SEMBUHKAN SAKIT HATIMU, MAKA AKAN SEMBUH SELURUH TUBUHMU”

Ada orang yang punya sakit hati yang benar-benar kronis…
Benci ?
Dendam ?
Nggak suka ?
Sedih ?
Kecewa ?

Semua itu dianggap serius, sampai sakitnya berdampak pada tubuh…
Begitu muncul dalam bentuk penyakit kanker, diabetes, sakit jantung, baru diatasi….

Dan yang diatasi pun hanya dipermukaannya saja…

Diatasi dengan operasi, obat Herbal.. bertahun-tahun bahkan seumur hidup, kemo, radiasi. Semua yang membuat sel-sel tubuh luluh lantak.

Tapi akar masalahnya, tidak diatasi..

Akar masalahnya adalah, hati yang sakit dan semakin rusak…
Kemudian merusak seluruh jaringan tubuh….

Darah tetap dibiarkan asam.
Kondisi tubuh asam.
Pikiran tetap stress, jiwa tak tenang.
Dendam masih banyak.
Kecewa masih berlanjut.
Perasaan masih ga enak.
Benci masih kuat.

SECARA TIDAK LANGSUNG, KITA MEMBUNUH DIRI SENDIRI

Serius?

Ingat Rasulullah Shallallahu ‘alayhi wassalam.. pernah berkata :

“Ada segumpal daging yang jika ia baik, maka seluruh tubuh akan baik. Dan kalau ia buruk maka seluruh tubuh akan buruk.”

Itulah “H A T I”

Seharus ia selalu ada dalam kondisi indah dan baik.
Selalu ikhlas, menerima ketentuan Allah, bersyukur, tulus berbagi, dan bahagia bersama

Seperti anak yang selalu bahagia dan tertawa, Seperti itulah kondisi hati kita seharusnya.

Pada saat kita sudah tak lagi seperti itu, itulah saat penyakit muncul. Dan deteksi dini harus dilakukan.

Akar permasalahan harus diatasi.
Hati perlu terus dicuci…dan di bersihkan.

TANDA HATI BERSIH DAN SUCI adalah

✔️-. SELALU BAHAGIA ATAS KEBAHAGIAAN ORANG LAIN..
✔️-. SELALU SEMANGAT BERBAGI TANPA PAMRIH..
✔️-. SELALU RIDHA DENGAN SEGALA KETENTUAN YANG ALLAH BERIKAN UNTUK KITA..

Termasuk saat kita dimusuhi ?
Dibenci ?

Tidak apa … Berarti Dosa kita, ada yang mengurangi

Di dzalimi?

INI dia saatnya doa-doa kita tak ada batasnya dengan Sang Pemberi, Pengasih Penyayang…
Allah Arrahmaan Arrahiim…

Hati akan selalu bahagia atas kebahagiaan orang lain, gembira, apapun yang terjadi, siapapun itu.

Termasuk bahagia bagi mereka yang konon kata orang merugikan kita, tapi kita tidak perlu merasa rugi, Karena semua ada hikmahnya…

PASTIKAN

Kalau hati terasa tidak baik, ada tanda2 nya yang jelas_ diantaranya, ada rasa sedih, kecewa, benci, dendam, maka segera bergerak memperbaikinya ….

Ada beberapa hal yang bisa dilakukan:

1. IKHLAS

TARIK NAFAS, BUANG NAFAS.
Setiap nafas adalah nafas baru, harapan baru.

Jangan pusing dengan yang lalu dan jangan khawatir dengan yang belum terjadi.

2. TERIMA DAN HARGAI

Allah Maha Besar dan Maha Tahu, Allah tahu yang terbaik buat kita, semua pasti baik dan bermanfaat.

3. BERSYUKUR DIBALIK BENCANA JADI KARUNIA

Bertanyalah kedalam diri sendiri, “Kenapa ya kira-kira Allah – Yang Maha Kasih dan sangat mengasihiku, memberikan sesuatu yang tidak kusukai dan tidak sesuai dengan harapanku ini

Kira-kira apa kebaikan di baliknya?

Ada pelajaran…
Rubah Mindset menjadi husnudzan billah, berbaik sangkalah sama Allah.

4. BERBAGI TANPA PAMRIH

Apapun hikmah yang ada, pasti bisa dibagi.

Pasti ada pengalaman baru, kesadaran baru, yang bisa diberikan pada yang lain.

Bagilah senyum pada semua.
maafkan semua orang

Do’akan semua orang yang pernah singgah di hati kita.

Apa do’a yang harus di panjatkan untuk diri sendiri dan orang yang terkait?

Apa kira-kira yang kita bisa lakukan dengan lebih baik lagi, untuk hanya mengharap Ridha Allah semata.

5. BAHAGIA SAAT ORANG LAIN BAHAGIA

Termasuk orang yang awalnya tidak Kita sukai….
Kita benci….
Kita anggap merugikan…
Kita anggap mengecewakan..

Apalagi terhadap orang2 yang berjasa kepada kita..
Muliakan mereka sebagai wujud rasa syukur kepada Allah
Kita jadi tegar seperti sekarang…
Ada jasa terbaik mereka di hati kita…

Muliakan saudara kita yang pernah menolong kita .. meskipun si penolong membuat kecewa…dan kecewa.. maafkan kekecewaaannya ..
mulyakan jasanya ..
Allah-lah yang akan membalas segala keikhlasan..

Ketika Penyakit hati pelan-pelan sembuh… Maka Begitu juga penyakit tubuh akan hilang dan sembuh.

Mari berusaha selalu jaga kesehatan hati mulai detik ini.

Semoga tidak ada lagi rasa benci atau kecewa di hati kita..

AWALI HARI HARI DENGAN BISMILLAH … dan
AKHIRI HARI DENGAN ALHAMDULILLAAH

Semoga Allah Ridha dengan niat kita untuk selalu Membersihkan Hati …

TIDAK SALAH MEMILIKI KEKAYAAN BANYAK BERLIMPAH.
TETAPI SANGAT SALAH KALAU LUPA SIAPKAN BEKAL KEKAYAAN BUAT AKHIRAT.

JTIDAK PERLU CEMAS HADAPI PERUBAHAN ZAMAN, BERSIAP SAJA MENYAMBUTNYA DENGAN OPTIMISME.

BUNGA YANG INDAH TIDAK AKAN TUMBUH DI BATU YANG KERAS

AKHLAK YANG MULIA Tidak akan bersemi di hati yang keras

SUBURKAN IA DENGAN AGAMA dan dan PUPUK LAH IA DENGAN HIKMAH (filsafat).

Mari tanam bibit lama di atas lahan baru keyakinan bukan keraguan

Tidak masanya lagi berpikir yang tidak mungkin ….. Mulailah dengan apa yg ada

Ketika anda melupakan filsafat #HIKMAH, anda tidak bisa membangun logika

Optimisme dimulai oleh alih generasi … bukan oleh alih teknologi

Jangan bawa lapau ka surau … tapi bawalah surau ka lapau.

Wassalaam

Buya Masoed Abidin Za Jabbar,
Buya MAbidin Jabbar,
Masoed Abidin Jabbar

Categories: Uncategorized | Leave a comment

INILAH YANG KITA KEJAR … HIDUP  DI DUNIA BERBAHAGIA DAN KELAK SETELAH MATI MASUK SURGA

Dari Abu Umamah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda …
ثَلَاثَةٌ كُلُّهُمْ ضَامِنٌ عَلَى اللَّهِ إِنْ عَاشَ رُزِقَ وكُفِيَ وَإِنْ مَاتَ أَدْخَلَهُ اللَّهُ الْجَنَّةَ: مَنْ دَخَلَ بَيْتَهُ فسلَّم فَهُوَ ضَامِنٌ عَلَى اللَّهِ وَمَنْ خَرَجَ إِلَى الْمَسْجِدِ فَهُوَ ضَامِنٌ عَلَى اللَّهِ وَمَنْ خَرَجَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَهُوَ ضَامِنٌ عَلَى الله
Tiga orang, mereka semua mendapatkan jaminan dari Allah. Ketika mereka hidup (di dunia), mereka dijamin rejekinya dan dicukupi. Jika mereka mati, maka Allah akan masukkan ke dalam Surga. “
*(Tiga orang tersebut adalah)*
1⃣ _Siapa yang mengucapkan salam ketika masuk rumah, maka dia mendapat jaminan Allah_.
2⃣ _Siapa yang keluar menuju masjid, maka dia mendapat jaminan Allah._
3⃣ _Siapa yang berjihad di jalan Allah, maka dia  mendapatkan jaminan Allah._
(HR Abu Daud. Dishahihkan oleh Al Albani dalam Shahih Abi Daud no. 2253, dan Al Misykah no. 272).

PELAJARAN DIKANDUNG HADIST INI.
1. Amalan ringan, mudah, dan murah dan pahalanya mengundang berkah adalah ucapkan salam setiap masuk rumah.
Dari Anas bin Malik, bersabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam …
يا بُنيَّ إذا دخلت على أهلك فسلِّم، فتكون بركة عليك وعلى أهل بيتِكَ
“Wahai anakku, jika engkau masuk ke rumah menemui keluargamu, maka ucapkanlah salam. Dengan itu, keberkahan akan senantiasa tercurah kepada- mu dan keluargamu.”
(HR At Tirmidzi. Dihasankan oleh Al Albani dalam Shahih At Targhib no. 1608).

2. Bentuk ketaatan kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam
Rasulullah bersabda bahwa ketaatan itu mengundang jaminan dan kerajaan Allah Subhanahu wata’ala
سنن الترمذي ت بشار (4/ 308)
إِذَا رَأَيْتُمُ الرَّجُلَ يَتَعَاهَدُ الْمَسْجِدَ فَاشْهَدُوا لَهُ بِالإِيمَانِ، فَإِنَّ اللَّهَ تَعَالَى يَقُولُ: {إِنَّمَا يَعْمُرُ مَسَاجِدَ اللهِ مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَاليَوْمِ الآخِرِ وَأَقَامَ الصَّلاَةَ وَآتَى الزَّكَاةَ} الآيَةَ. رواه الترمذي وقال : هَذَا حَدِيثٌ غَرِيبٌ حَسَنٌ.
(( إذا رأيتم الرجل يعتاد المساجد فاشهدوا له بالإيمان، قال الله عز وجل { إنما يعمر مساجد الله من آمن بالله واليوم الآخر . . الآية } )) رواه الترمذي وقال : حديث حسن
Jika kamu melihat orang rajin mendatangi masjid, maka persaksikanlah ia sebagai orang yang beriman.”
(HR. Ahmad, At-Tirmidzi dan beliau menghasankannya serta yang lainnya. no. 509).

3. Bersungguh-sungguh di jalan Allah Subhanahu wata’ala.
Kesungguhan di jalan Allah akan mengundang  rahmat, berkah, dan jaminan Allah terhadap orang tersebut.
انْفِرُوا خِفَافًا وَثِقَالًا وَجَاهِدُوا بِأَمْوَالِكُمْ وَأَنْفُسِكُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ ۚ ذَٰلِكُمْ خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ
Berangkatlah kamu baik dengan rasa ringan maupun dengan rasa berat, dan berjihadlah dengan harta dan jiwamu di jalan Allah. Yang demikian itu adalah lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.”
(At-Taubah/9: 41).

HADIAH UNTUK SAHABAT- SAHABAT SEJATI ….
Berkata Umar bin Khattab Radhiyallahu ‘anhu : “Tidaklah seorang hamba diberi kenikmatan yang lebih besar setelah keislaman, selain sahabat yang shalih. Maka apabila kalian mendapati teman yang shalih, peganglah ia erat-erat.”

Berkata Imam Syafi’i : “Apabila kalian memiliki teman yang membantumu dalam ketaatan, maka genggam erat tangannya, karena mendapatkan seorang sahabat itu sulit sedangkan berpisah darinya itu mudah.”
Ya Allah, berikan kepada kami sahabat-sahabat yang shalih shalihah..
Allah berfirman :
: {وسيق الذين اتقوا ربهم إلى الجنة زمرا} .
Imam Ibnul Qayyim berkata menafsirkan ayat ini: “Allah enggan memasukkan manusia ke dalam surga dalam keadaan sendirian, maka setiap orang akan masuk surga bersama-sama dengan sahabatnya.”
Aku memohon kepada Allah, dengan nama-namaNya dan sifat-sifatNya yang mulia, agar kita menjadi sahabat sejati dalam ketaatan, yang kelak tangan-tangan ini akan menggandeng tangan yang lain memasuki surgaNya.
Aamiin ya Rabbal ‘aalamiin
Wahai sahabatku yang shalih dan shalihah, ingatlah diriku ketika kelak ALLAH memasukkan dirimu ke surgaNYA..
Gandenglah tanganku agar aku dapat beriring bersama denganmu menuju Surga ALLAH SUBHANAHU WA TAALA …_ 
اَللهُمَّ اجْعَلْ أَوْلاَدَنَا أَوْلاَدًا صَالِحِيْنَ حَافِظِيْنَ لِلْقُرْآنِ وَالسُّنَّةِ فُقَهَا فِى الدِّيْنِ مُبَرَكًا حَيَاتُهُمْ فِى الدُّنْيَا وَاْلآخِرَةِ
*Ya Allah … _jadikanlah anak-anak kami anak yang shalih shalihah … orang-orang yang hafal Al-Qur’an dan Sunnah … orang-orang yang faham dalam agama dibarakahi kehidupan mereka didunia dan di akhirat_*
Yaa Allah ampuni kesilapan kami dan tetapkan kami serta sahabat kami semua istiqamah di dalam hidayah iman dan Agama Islam yang haq sebenarnya Laa ilaha illa Allah, Muhammad ar- Rasulullah.
Aamiin Yaa Rabbal Alamiin

INGATLAH SELALU, BAHWA
SESEORANG MUKMIN AKAN TETAP DI UJI SEBERAPA KUAT KADAR IMANNYA DALAM MENJALANKAN AGAMANYA.
Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah ditanya oleh _Sa’d bin Abî Waqqâsh Radhiyallahu anhu :
يَا رَسُولَ اللَّهِ أَىُّ النَّاسِ أَشَدُّ بَلاَءً قَالَ الأَنْبِيَاءُ ثُمَّ الأَمْثَلُ فَالأَمْثَلُ فَيُبْتَلَى الرَّجُلُ عَلَى حَسَبِ دِينِهِ فَإِنْ كَانَ دِينُهُ صُلْبًا اشْتَدَّ بَلاَؤُهُ وَإِنْ كَانَ فِى دِينِهِ رِقَّةٌ ابْتُلِىَ عَلَى حَسَبِ دِينِهِ
Ya Rasûlullâh! Siapakah yang paling berat ujiannya?”
Beliau menjawab,              
Para Nabi kemudian orang-orang yang semisalnya, kemudian orang yang semisalnya. Seseorang akan diuji sesuai kadar (kekuatan) agamanya. Jika agamanya kuat, maka ujiannya akan bertambah berat. Jika agamanya lemah maka akan diuji sesuai kadar kekuatan agamanya…”
(HR. at-Tirmidzi no. 2398, an-Nasâi no. 7482, & Ibnu Mâjah no. 4523).
Selanjutnya Rasulullah  Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga pernah bersabda:
إِنَّ عِظَمَ الْجَزَاءِ مَعَ عِظَمِ الْبَلَاءِ وَإِنَّ اللَّهَ إِذَا أَحَبَّ قَوْمًا ابْتَلَاهُمْ فَمَنْ رَضِيَ فَلَهُ الرِّضَا وَمَنْ سَخِطَ فَلَهُ السَّخَطُ
“Sesungguhnya besarnya pahala tergantung dengan besarnya ujian. Sesungguhnya, apabila Allâh mencintai suatu kaum, maka Dia akan mengujinya. Siapa yang ridha dengan ujian itu, maka ia akan mendapat keridhaan-Nya. Siapa yang membencinya maka ia akan mendapatkan kemurkaan-Nya.”
(HR. at-Tirmidzi no. 2396 dan Ibnu Mâjah no. 4031).

PELAJARAN UTAMA.
1. UJIAN adalah ALAT utama untuk MENYELEKSI IMAN SETIAP MUSLIM yang benar atau  tidak.
2. UJIAN yang menimpa seseorang MERUPAKAN BENTUK KASIH SAYANG ALLAH SWT untuk menaikkan derajat hambaNya.
3. UJIAN TIDAK  HANYA SEKEDAR  KESUSAHAN dan keburukan, tetapi BISA JUGA BERUPA KENIKMATAN.
Allah Subhanahu wa Ta’alaa berfirman :
كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ وَنَبْلُوكُمْ بِالشَّرِّ وَالْخَيْرِ فِتْنَةً وَإِلَيْنَا تُرْجَعُونَ
” Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). “
” Dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan. “
(al-Anbiyâ’/21 : 35).
4. Terkadang orang  apabila DITIMPA dengan MUSIBAH dan KESUSAHAN, ia SANGGUP BERSABAR. Namun, begitu DIBERI KENIKMATAN yang berlebih, terkadang ia TIDAK LULUS DARI UJIAN TERSEBUT.
‘Abdurrahmân bin ‘Auf Radhiyallahu anhu pernah berkata:
ابْتُلِينَا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِالضَّرَّاءِ فَصَبَرْنَا ثُمَّ ابْتُلِينَا بِالسَّرَّاءِ بَعْدَهُ فَلَمْ نَصْبِرْ
” Kami diuji dengan kesusahan- kesusahan (ketika) bersama Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan kami dapat bersabar. Kemudian kami diuji dengan kesenangan-kesenangan setelah beliau wafat dan kami pun tidak dapat bersabar. “
(HR. at-Tirmidzi no. 2464).

5. UJIAN ADALAH RAHMAT DARI ALLâH Azza Wa Jalla.
Ujian yang diturunkan oleh Allâh Azza wa Jalla adalah rahmat (kasih sayang) Allah Azza wa Jalla kepada seluruh manusia terlebih lagi untuk kaum Muslimin.
Allâh Azza wa Jalla berfirman:
وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ حَتَّى نَعْلَمَ الْمُجَاهِدِينَ مِنْكُمْ وَالصَّابِرِينَ وَنَبْلُوَ أَخْبَارَكُمْ
” Dan sesungguhnya kami benar-benar akan menguji kamu agar kami mengetahui orang-orang yang berjihad dan yang bersabar di antara kamu, dan agar kami menyatakan (baik buruknya) hal ihwalmu. “
(QS. Muhammad/47:31).
6. PENOLAKAN TERHADAP DAKWAH TAUHID, MERUPAKAN UJIAN YANG LEBIH BERAT DARI PADA HARTA dan JIWA.
Allâh Azza wa Jalla berfirman:
وَلَتَسْمَعُنَّ مِنَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ مِنْ قَبْلِكُمْ وَمِنَ الَّذِينَ أَشْرَكُوا أَذًى كَثِيرًا
” Dan (juga) kamu benar-benar akan mendengar gangguan yang banyak yang menyakitkan hati dari orang-orang yang diberi Kitab sebelum kamu dan dari orang-orang yang mempersekutu kan Allâh. “
(Âli ‘Imrân/3 : 186).

7. ORANG YANG SABAR TERHADAP UJIAN AKAN  MENDAPATKAN PAHALA TANPA BATAS.
Allâh Azza wa Jalla berfirman yang artinya:
Sesungguhnya hanya ORANG-ORANG YANG BERSABARLAH yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.”
(az-Zumar/39 : 10).
8. UJIAN BERUPA MUSIBAH atau BENCANA MERUPAKAN PENGHAPUS DOSA.
Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
فَمَا يَبْرَحُ الْبَلَاءُ بِالْعَبْدِ حَتَّى يَتْرُكَهُ يَمْشِي عَلَى الْأَرْضِ وَمَا عَلَيْهِ مِنْ خَطِيئَةٍ
Ujian itu akan selalu menimpa seorang hamba sampai Allâh membiarkannya berjalan di atas bumi dengan tidak memiliki dosa.”
(HR. at-Tirmidzi no.2398).

DOA MUNAJAH HAMBA KEPADA KHALIKNYA.
اللّهُمَّ إِنِّي أَعُوْذُ بِنُوْرِ قُدْسِكَ وَ عَظَمَةِ طَهَارَتِكَ وَ بَرَكَةِ جَلاَلِكَ مِنْ كُلِّ عَافَةٍ وَ عَاهَةٍ وَ مِنْ طَوَارِقِ اللَّيْلِ وَ النَّهَارِ إِلاَّ طَارِقًا يَطْرُقَ بِخَيْرٍ يَا رَحْمَانُ
Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung dengan cahaya kesucian-Mu dan keagungan-Mu dari segala kebencian dan gangguan serta dari segala kejahatan yang datang baik di waktu malam maupun di waktu siang, kecuali yang datang dengan kebaikan wahai Yang Maha Pengasih.
أَنْتَ غِيَاثِي فَبِكَ أَغُوْثُ وَ أَنْتَ مَلاَذِي فَبِكَ أَلـُـوْذُ وَ أَنـْتَ عِيَاذِي فَبِكَ أَعُوْذُ
Engkau Maha Penolong, maka kepada-Mu lah aku memohon pertolongan, Engkau tempat berlindung, maka kepada-Mu lah aku berlindung, Engkau lah yang menemani, maka dengan Mu lah aku berteman.
يَا مَنْ ذَلـَّتْ لَهُ رِقَابُ الْجَبَابِرَةِ وَ خَضَعَتْ لَهُ أَعْنَاقُ الفَرَاعِنَةِ، أَعُوْذُبِكَ مِنْ خِزْيِكَ وَ كَشْفِ سَتْرِكَ وَ اْلإِنْصِرَافِ عَنْ شُكْرِكَ
Wahai Yang Maha Kuasa, yang telah menghinakan hamba yang sombong, dan yang telah menaklukkan hamba yang angkuh, aku berlindung kepada-Mu dari menghinakan-Mu, dan membuka-buka rahasia-Mu serta berpaling dari mensyukuri nikmat-Mu.
أَنَا فيِ حِرْزِكَ لَيْلَي وَ نَهَارِي وَ نَوْمِي وَ قَرَارِي وَ ظَعْنِي وَ أَشْفَارِي
Aku dalam tempat-Mu yang kokoh pada waktu malam-Ku, siang-Ku, pada waktu tidur-Ku, waktu diam-Ku, waktu pagi-Ku dan perjalanan-Ku.
ذِكْرُكَ شِعَاِري وَثَنَائِكَ دِثَارِي
Mengingat-Mu adalah pakaianku dan menyanjung-Mu adalah selimut-Ku.
لاَإِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ، تَعْظِيْمًا لِوَجْهِكَ، وَ تَكْرِيْمًا لِسُبْحَانِكَ، أَجِرْنِى مِنْ خِزْيِكَ وَ مِنْ شَرِّ عِبَادِكَ، وَاضْرِبْ عَلَيَّ سُرَاِدقَاتِ حِفْظِكَ، وَ أَدْخِلْنِى بِرَحْمَتِكَ فيِ حِفْظِ عِنَايَتِكَ، وَ عُدْليِ بِخَيْرٍ يَاأَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ
Tiada Tuhan selain engkau, karena mengagungkan wajah-Mu dan memuliakan kesucian-Mu, jauhkanlah aku dari kehinaan dan menjadi hamba-Mu yang buruk. Berikanlah kepadaku naungan dan perlindungan-Mu, dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu dalam lindungan-Mu, dan berikanlah kepadaku sebaik-baik kebaikan, wahai zat Yang Maha Pengasih lagi penyayang.

رَبَّنَا اغْفِرْلَنَا ذُنُوْبَنَا وَ اِسْرَافَنَا فِى أَمْرِنَا وَ ثَبِّتْ أَقْدَامَنَا وَ انْصُرْنَا عَلَى القَوْمِ الكَافَرْيْن
Ya Allah, Ampunilah dosa kami, ampunilah keteledoran kami, dan tetapkanlah pendirian kami, dan tolonglah kami menghadapi kaum kafir”.
اللَّهُمَّ لاَ تُمْكِنُ الأَعْدَاءَ فِيْنَا وَلاَ تُسَلِّطْهُمْ عَلَيْنَا بِذُنُوْبِنَا وَلاَ تُسَلِّطْ عَلَيْنَا مَنْ لاَ َيَخافُكَ وَلاَ يَرْحَمُنَا
Wahai Tuhan kami, janganlah Engkau beri kemungkinan musuh berkuasa terhadap kami janganlah Engkau berikan kemungkinan mereka memerintah kami, walaupun kami mempunyai dosa. Janganlah Engkau jadikan yang memerintah kami, orang yang tidak takut kepada-Mu, dan tidak mempunyai kasih sayang terhadap kami”.
اللهُمَّ أَهْلِكِ الكَفَرَةَ الَّذِي يَصُدُّوْنَ عَنْ سَبِيْلِكَ وَ يَكْذِبُوْنَ رَسُلَكَ وَ يُقَاتِلُوْنَ أَوْلِيَائَكَ
Wahai Tuhan kami, hancurkan lah orang-orang yang selalu menutup jalan Engkau, yang tidak memberikan kebebasan kepada agama-Mu, dan mereka-mereka yang mendustakan Rasul-Rasul Engkau,dan mereka yang memerangi orang-orang yang Engkau kasihi”.
اللهُمَّ فَرِّقْ جَمْعَهُمْ وَ شَتِّتْ شَمْلَهُمْ وَ أَنْزِلْ بِهِمْ بَأْسَكَ الَّذِي لا َتَرُوْدَهُ عَنِ القَوْمِ الُمجْرِمِْينَ
Wahai Tuhan kami, hancurkan lah kesatuan mereka, dan pecah belah barisan mereka. Turunkan kepada mereka ‘azab sengsara-Mu, yang selalu Engkau timpakan kepada golongan-golongan yang selalu berbuat dosa”.
اللهُمَّ أَعِزِّ الإِسْلاَمِ وَ المُسْلِمِيْنَ وَ اخْذُلِ الكَفَرَةَ وَ المُشْرِكِيْنَ
Wahai Tuhan kami, berilah kemuliaan kepada Islam dan kaum Muslimin, rendahkanlah orang-orang yang kafir dan orang musyrik”.
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَ المُؤْمِنَاتِ وَ المُسْلِمِيْنَ وَ اْلمُسْلِمَاتِ، اَلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَ اْلأَمْوَاتِ. اللَّهُمَّ اجْعَلْ يَوْمَنَا خَيْرًا ِمنْ أَمْسِنَا، وَ اجْعَلْ غَدَنَا خَيْرًا ِمْن يَوْمِنَا، وَ احْسِنْ عَاقِبَتَنَا فيِ الأُمُوْرِ كُلِّهَا، وَ أَجِرْنَا مِنْ خِزْيِ الدُّنْيَا وَ عَذَابِ الآخِرَةِ، اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ اْلعَفْوَ وَ العَافِيَةَ فيِ دِيْنِنَا وَ دُنْيَاناَ وَ أَهْلِيْنَا وَ أَمْوَالِنَا، رَبَّنَا آتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَ فِى الآخِرَةِ حَسَنَةً وَ قِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيْعُ العَلِيْمِ وَ تبُ ْعَلَيْنَا إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمِ. سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ العِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ وَ سَلاَمُ عَلَى الْمُرْسَلِيْنَ وَ اْلحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالَمِيْنَ.

‌Semoga Bermanfaat dalam menumbuh suburkan IMAN dan TAQWA kita serta menghidupkan SIKAP SABAR dan SIFAT SYUKUR menjaga semua NIKMAT yang telah Allah berikan kepada kita.
Aamiin.
Wassalaam
Buya MAbidin Jabbar
Buya Hma Majo Kayo
Buya Masoed Abidin Za Jabbar
Masoed Abidin Jabbar
Masoed Abidin ZAbidin Jabbar

Categories: Uncategorized | Leave a comment

COBA PERSIAPKAN KOTAK AMAL MASJID UNTUK MEMBANTU KAUM LEMAH MISKIN DAN DHUAFAK DALAM RAMADHAN INI.

Coba gerakkan dan rundingkan bersama sama karena Pandemi C.19 masih  akan makan waktu berhari hari sampai Idul Fitri mungkin. … Karena itu,  siapkan diri saling membantu dan meringankan sesama dalam Ramadhan mendatang ini,  IN-SYAA-ALLAAH … Semoga ALLAAH SUBHANAHU WA TA’ALA memudahkan jalan dan memberikan kemampuan untuk melaksanakannya. Aamiin Yaa Rabbal Alamiin.

TANGGAPLAH.
Wassalaam BuyaHMA
Masoed Abidin Jabbar
Buya MAbidin Jabbar
Masoed Abidin ZAbidin Jabbar
Buya Hma Majo Kayo

Categories: Uncategorized | Leave a comment

TUAH SAKATO MINANGKABAU CILAKO BASILANG DEK PARANGAISEJARAH ADAT MINANGKABAU

Dijapuik kisah nan lamo disilau riwayat tambo pangka sejarah adat kito.

✔️ Takalo mulo mulonyo tasabuik rajo nan baduo sa ibu balain ayah Indojati namo mandehnyo, nan tuo banamo Paduko Basa kudian bagala Datuak Katumangguangan anak Rajo Mauliwarman Dewa, adiaknyo banamo Ketek Sutan Balun anak dek Cati Bilang Pandai bagala Datuak Parpatiah Nan Sabatang.

Adopun Datuak Katumangguangan anak nan tongga dek ayahnyo, sedangkan Parpatiah Nan sabatang urang baranam badunsanak kanduang saibu jo sa ayah.

Tasabuik Datuak nan baduo takato indak sasifat balain pi’ia jo pembawaan. satantang Datuak Katumangguangan urangnyo maha tak ta ago kok murah indak tabali gantiang putuih biang katabuak ditangan baliau tapaciknyo, baliau Parpatiah Nansabatang urangnyo bijak candokio pandai manarah manilantang cati marapek dalam aia bijak maurai manyalasai, manabang indak marabahkan mahampang tak sampai kamuaro kato mufakat mambatasi.

Walau nan kakak kareh Otokrasi si adiak lunak Demokrasi, tapi jikok ditiliak didalami sairiang batuka jalan saiyo balain sabuik sabiduak indak sadayuang. bak puta lenong kilangan balain garak jo arah wujuiknyo mangampo santan, pati tabik minyak ditampuang itulah elok kadipakai.

Dek pandai asa barasa dek tuah sunduik basunduik baliau datuak nan baduo samo maracik manarawang manjalin adat jo limbago, mangko dihimpun tangkai ciek-ciek disusun di atok-atok lalu digantuang ditiang tinggi disangkuik diparan panjang manjadi cupak nan piawai, diumpuak malah Minangkabau manjadi ba lareh-lareh. partamo lareh nan panjang banamo Koto Piliang kaduo lareh nan bunta tasabuik Bodi Caniago, dibuek luhak nan tigo, nan tuo Luhak Tanah Data lambangnyo Kuciang nan kuniang (tando batuah rang babanso), nan tangah iyolah Luhak Agam simbolnyo Harimau sirah (urang bagak bapandirian), nan bunsu Luhak limopuluah maskotnyo sikambiang hitam (urang nan tabah bijaksano saba jo rila pakaiannyo).

Nagari baniniak mamak kampuang dibari banantuo rumah nan gadang batungganai, tasusun takabek arek dikungkuang adat nan ampek dipapek cupak duo rupo kato ampek hukum pun ampek undang dibagi duo puluah. adopun inti pati adat pidoman hiduik kaditompang yaitu:

Bajalan di nan luruih
jalan salangkah madok suruik kok sasek diujuang jalan kumbali kapangka jalan.

Bakato di nan bana
mangecek usah panduto bajanji ijan pamunkia ikara dipagang taguah, kok pasan dipasampai pakirim dipalalu amanah dipaliaro.

Dalam bakorong jo bakampuang
jikok iduik jalang manjalang kok sakik silau manyilau kok mati janguak manjanguak,
tibo diburuak baambauan tibo nan elok baimbauan mandapek samo balabo kok jatuah samo tagamang.

Caro batani bausaho
kasawah basamo samo kaladang barampia ampia taranak samo dipauik baparak samo dipaga.

Caro basosial
lamak diawak katuju dek urang usah nan runciang nan dirauik, kok sayuik bilai mambilai kok kurang tukuak manukuak kok lai bari mambari. dalam badagang baniago, jikok maukua sampai-sampai kalau manimbang cukuik-cukuik jua bali batarang tarang ambiaklah untuang sadang elok.

Dalam bamasyarakaik
kaulu sarantak galah kailia sarangkuah dayuang tarapuang samo anyuik tarandam samo basah, saciok ibaraik ayam sadanciang umpamo basi kok bajalan mairiang kok baiyua maisi.

Sifat mamak
malam mandanga-dangakan siang mancaliak- caliakkan, hilang mancari luluih manyalami hanyuik maminteh, tibo dikalam kamanyigi tantang nan lakuang kamaninjau.

Adaik rang tuo
salah basapo batuka baanjak umpang manyisik, ijan bak kabau mahampang jalan indak nan gadang dari baniah indak nan tinggi dari pucuak arogan kecek rang kini.

Sifat kamanakan
mangecek siang mancaliak-caliak bakato malam mahagak-agak nak tau batanyo nak pandai baraja nan tuo diparmulia nan ketek disayangi samo gadang lawan baiyo.

Sifaik anak dagang
manyauak di ilia-ilia bakato dibawah- bawah dimano bumi dipijak disitu langik dijunjuang dima rantiang dipatah disitu aia disauak,
ijan batandang mambao lapiak.

Sifat parampuan
mato nan usah dipalia muluik nan ijan dipanyinyia bakato marandah kalua bamaso bajalan batolan tarimo suko dinan ado.

Kemudian Islam pun datang, sebelum mangaji sarugo jo narako diajakan elok jo buruak halal jo haram, mudarat jo mamfaat.

Mulonyo lai ta amalkan pituah lai taraguak sebab sabunyi dengan Adat, tapi dek caro panyampaian indak jo baso tutua kieh bukan bamisa jo umpamo tembak lansuang manuju tangkai, sahinggo cacek jo ragu pun tibo, datang paringek dari nan tuo “Islam kok kurang basitinah”. urang pun tagagok manarimo tatagun langkah pangajian.

Maso bajalan juo, hubungan dagang tambah rami saudagar sarato da’i ado Arab ado Melayu banyak nan datang dari Siak daqwah pun makin sumarak. diajakan tauhid jo aqidah dikaji fiqih jo ibadah, ditunjuakkan sado nan paralu Mubah, ja’is sarato maqruh hadist jo Qur’an sandaranyo.

Mako naiak martabat urang Syara’ tageser tuah niniak mamak timbul cemburu urang Adat, dek cameh taimpik pengaruhnyo turunlah pepatah peringatan “Awas urang batandang mambaok lapiak Limau ka kalah dek Binalu”.

Dek bijak langkah urang Agamo mancaliak karuah kailiran dijalang kaulu banda, diubek hati nan tagisia disanjuang Pangulu jo Adat nyo, lunak lah hati urang adat manurun batamu pandang Adat elok Syara’ pun rancak samo paralu kaduonyo. Sagandiang datuak jo ulama duduak dilapiak nan sahalai turunlah kato nan sabunyi tatuang di dalam pantun :

“Simuncak mati tarambau
kaparak mambao ladiang
lukolah pao kaduonyo
Adat jo syara’ di minangkabau
sarupo aua dengan tabiang
sanda basanda kaduonyo”.

Ulama balapang dado pangulu bahati lapang, surang turun surang mandaki batamu ditangah janjang. itulah nan dimukasuik dek bunyi pepatah “Syara’ mandaki Adat manurun” sebagai lambang toleransi.

Akan tetapi, walau bagandiang samo basanda sagan manyagan kaduonyo. Agamo jalan jo Syara’ nyo Adat malenggang jo cupaknyo urang nan indak satujuan, sungguahpun surau lah rami tapi pakau jo dadu jalan taruih manyabuang ayam balansuang juo minum tuak indak bakurang sijundai sabalik kampuang,
Alah tagak Amar ma’ruf tapi alun tacapai Nahi mungkar hutang tak lansai Alim ulama.

Mako lamo bakalamoan, bana nan tidak tabandiangi Adat kok tetap jo lazimnyo dipakai sekedar dek biaso, Syara’ kuaso jo kawi nyo kato nan indak urak ungkai hukum bana bakato ciek. Itulahnyo bunyi undang “Adat nan Lazim Syara’ nan kawi”, Lazim sekedar dek biaso dirubah jo kawi kekuatan. Nan mungkar baransua hilang maksiat samakin lenyap nan Batil kalah dek nan Bana.

Akhirnyo Islam pun ditarimo hinggok Iman semakin taguah kukuah tauhid kian mancakam, Adat pun batambah kokoh tagak dibilai dek Agamo duduak basanda ke syari’at banamo Adat Islamiah sumarak alam Minangkabau.

Sampai masuak ke Istana kedalam daulat Pagaruyuang manjadi rajo tigo selo yaitu : Rajo Alam, Rajo Adat dan Rajo Ibadat, langkok jo basa ampek balai suduik nan ampek Minangkabau yaitu : Bandaro di Sungai Tarab, Indomo di Saruaso, Makudun di Sumaniak dan Tuan kadi di Padang Gantiang, itulah kabinet Pagaruyuang, Sesudah semenjak itu berlaku Syari’at Islam, undangnyo dalam pepatah “Syara’ mangato Adat mamakai”.

✔️ Akhirnyo di ateh bukik segitigo nan mangalang ka Tanah Data maunjua ka luhak Agam nan rusuaknyo ka luhak Limopuluah. Mufakatlah urang Minangkabau, itulah inyo “Piagam Marapalam” lah talatak tiang di sandi manjadi undang sampai kini yaitu “Adat Basandi Syara’, Syara’ Basandi Kitabullah”.

Bak ijuak nan sabalambang Agamolah tulang saga nyo, umpamo badan batang tubuah syara’ lah nyao manggarakkan. jikok nyampang syara’ manjauah-jauah Adat kajadi buah dendang elok bunyi lamak tadanga hilang makna hakekatnyo bakcando buyiah guluang ombak.

Itulah Rahmat tak ternilai dari cancang jo tarah urang dahulu, berbahagialah umat Minangkabau mamakai “Adat Basandi syara’, Syara’ Basandi Kitabullah” hiduik mati dunia akhirat mamagang telong lahia bathin tak mungkin kasasaek lai.

Namun sanyao Adat jo Syara’ ado bahinggo jo babateh bukan bak garam dalam aia, sebagai buah fikiran adat lah nyato jangkauanyo pedomanyo alua jo patuik dasarnyo kato mufakat sifatnyo mancari bana, Sedangkan Islam buatan Allah pedomanyo sunah Rosul dasarnyo Kitabullah sifatnyo ubudiyyah ….. Singkek kato putusan kaji Adat lah tagak jo cupaknyo Syara’ pun duduak jo syari’at punyo daulat masing-masing, walau bahinggo jo babateh Minangkabau bukan sekuler, Adat mairiang jalan Syara’ satapak indak manyimpang sagarih pantang maranggang tunduak bak roda ka padati. itulah maksud bunyi undang “Syara’ Mangato Adat Mamakai” Adat ureknyo di Agamo batang basanda ka Al Qur’an pucuaknyo tak tinggi dari sunah, itulah maknanyo “Adat Basandi Syara’, Syara’ Basandi Kitabullah” pasang sudah paku lah mati jadi pedoman salamonyo.

Namun jikok dicaliak lekok jo liku batamunyo Adat jo Syara’ bukan tibo salangkah sampai indak rabah sakali pancuang masak alun sakali param, ajuak mahajuak dahulunyo ragu bacampua jo picayo dalam nan iyo baindakkan.

Alah kasifat dek urang awak dari dulu sampai kini bahwa inyo panyuko jo nan baru, akan tetapi indak garok cando tak harok tagak manyela-nyela mato gilo menilai jo manyimak, walau dipatuik lah katuju pandang lakek hati lah kanai namun dimuko alun kelihatan, pepatahnyo “digamak mangko dipacik dikunyah baru dilulua sabalum mahangguak ba antahkan” nyampang kok lah sudah usua pareso labo nampak rugi tak mungkin baru disinan baiyokan, artinyo : Extra hati-hati kritis teliti dan berparetongan.

Baitulah sikap urang awak manyambuik Islam dahulunyo, enggan, curiga, ragu-ragu kemudian baru baiyokan sampai mamaluak taguah-taguah.
Ba itulah nan dapek

Moga Bermanfaat.
Wassalaam
Buya Masoed Abidin Majo Kayo

Categories: Uncategorized | Tags: | Leave a comment

DOA MUNAJAH HAMBA KEPADA KHALIKNYA

https://mabidinjabbar.wordpress.com/2021/03/09/doa-munajah-hamba-kepada-khaliknya/

Categories: Uncategorized | Leave a comment

NASEHAT DIEN UL-ISLAM

ISLAM TELAH MENGUASAI DUNIA BERABAD ABAD LAMANYA DENGAN TUNTUNAN DIEN (AGAMA) INI.

✔️ IKATAN YANG MENYATUKAN NYA ADALAH AQIDAH TAUHID.
✔️ KEKYATAN NYA ADALAH UKHUWWAH FILLAAH (PERSAUDARAAN PADA NAUNGAN ALLAAH).
✔️ SENDI KEJAYAAN NYA ADALAH MAHABBAH FILLAAH (CINTA AKAN ALLAAH).
✔️ TUJUAN LANGKAH NYA ADALAH MENINGGIKAN KALIMAT ALLAH.
✔️ CITA²NYA ADALAH HIDUP DAN MATI DALAM RIDHA ALLAAH (FII SABILILLAAH).

JANGAN DI BIARKAN HARI HARI BERLALU TANPA SEMPAT MEMANFAATKAN UNTUK BERMUNAJAH KEPADA ALLAAH.
وَمِنَ الَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهٖ نَافِلَةً لَّكَ ۖ عَسٰۤى اَنْ يَّبْعَـثَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَّحْمُوْدًا
“Dan pada sebagian malam, lakukanlah shalat tahajud (sebagai suatu ibadah) tambahan bagimu mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji.”
(QS Al-Isra’ Ayat 79)

“Yaa Allah Yaa Rabbanaa Berilah Saudaraku Rahmat-Mu, Hidayah-Mu, Sehat wal Afiat, Rejeki yang barakah, keberkahan dan kemuliaan, kesabaran dan keikhlasan hati serta selalu dalam lindungan Mu Yaa Allah Yaa Rahmaan.”
Aamiin Yaa Rabbal Aalamiin … Selamat bermunajat kepada Allah SWT dan menunaikan Shalat Tahajud

Mari kita sikapi SEMUA FITNAH KEHIDUPAN DI DUNIA ini (seperti penyakit, wabah, bencana, jemelaratan dan sebagainya) DENGAN 5 (LIMA) SIKAP ini.
1. Perbaiki kurenah (sikap dan tingkah laku ) sesuai dengan Syari’ah dan Sunnah Rasulullaah.
2. Selalu lah menjaga Konsistensi (Istiqamah) dalam melaksanakan Diinullaah.
3. Hidup lah dengan sikap yang Qanaah.
4. Jangan sekali kali lengah menghadapi cobaan duniawi.
5. Tetapkan visi kehidupan menuju Jannah.

ALHAMDULILLAH. SEJAK DARI BANGUN TIDUR PAGI INI TIDAK KAH TERASA NIKMAT ALLAH ..?? … ALANGKAH BANYAKNYA.
Jawabannya pasti macam-macam.
Semua yang terasa tentulah dipikiran lebih kepada kemaslahatan dan keuntungan peribadi.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
” Barangsiapa yang bangun di pagi hari, namun hanya dunia yang dipikirkannya sehingga se-olah-olah dia tidak melihat hak Allah dalam dirinya, maka Allah akan menanamkan 4 (empat) penyakit dalam dirinya …
1) KEBINGUNGAN YANG TIADA PUTUSNYA
2) KESIBUKAN YANG TIADA UJUNGNYA
3) KEPERLUAN YANG TAK PERNAH TERPENUHI
4) KEINGINAN YANG TAK PERNAH TERCAPAI”
(HR. Ath Thabrani).
Tidak heran jika di pagi hari yang cerah sekalipun, ada saja, bahkan banyak, orang yang stress, bingung, resah, gelisah, takut, karena pikiran kita dipenuhi hanya untuk hal2 yang duniawi semata.

JAGALAH HAK ALLAH PADA DIRI KITA dan BERSYUKUR KARENA DIA MASIH MEMBERI UMUR dan KESEMPATAN UNTUK HIDUP KEPADA KITA.
Dengan demikian Allah Ta’ala akan menjaga ‘dunia’ kita.
Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda
” Dua rakaat shalat sunnah sebelum shubuh lebih baik dari pada dunia dan seluruh isinya.”_
(HR. Muslim).

TIDAK ADA YANG MESTI KITA CEMASKAN JIKA ALLAH TA’ALA YANG MAHA MEMILIKI ALAM SEMESTA INI TELAH MENJAMIN HARI-HARI KITA?
” Barangsiapa yang shalat shubuh, maka dia berada dalam jaminan Allah ..”
(HR. Muslim).

TIDAK ADA YANG PERLU DIRESAH KAN JIKA DENGAN DZIKIR PAGI DAN SORE, MAKA ALLAH AKAN MENGANGKAT DERAJAT KITA.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
” Maukah kamu aku tunjuk kan perbuatanmu yang terbaik, paling suci di sisi Rajamu dan paling mengangkat derajatmu dan lebih baik dari infaq emas atau perak? … Dzikir lah kepada Allah Yang Maha Tinggi.”
(HR. At-Tirmidzi).
DENGAN BERDZIKIR MAKA HARI HARI KITA AKAN LEBIH INDAH DAN BERSERI.”
FIRMAN ALLAAH …
” Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah, hati orang mukmin akan menjadi tenteram.”
(QS Ar-Ra’d : 28).

Lalu mari kita awali hari hari kitaini dengan shalat Dhuha sebagai sedekah kepada 360 persendian kita anugerah Allah Subhanahu wa Ta’ala dan Insya Allah akan mencukupi kehidupan kita dengan rezeki yang halal dan barakah.
Betapa tenang dan damainya hari-hari yang kita lalui jika kita memulainya dengan memelihara hak hak Allah.
Wa Allahu Ta’ala ‘alam bish- Shawaab.

SEMOGA BARAKAH.
SEMOGA KITA SEMUA AHLUL JANNAH WA AL-HASANAH FID-DUNYA WAL AKHIRAH.
AAMIIN YAA RABBAAL ALAMIIN

Wassalaam
Buya Hma Majo Kayo
Buya Masoed Abidin Jabbar
Buya MAbidin Jabbar
Masoed Abidin Za Jabbar

Categories: Uncategorized | Leave a comment

WAHAI IBU IBU MAJLIS TA’LIM …. inilah kisah perempuan utama

Yakni perempuan mulia sepanjang zaman ….
WANITA KAYA UNTUK AGAMA ALLAH

DUA PERTIGA (2/3) wilayah Makkah adalah milik Siti Khadijah binti khuwailid, istri pertama Rasulullah SAW. Ia wanita bangsawan yang menyandang kemuliaan dan kelimpahan harta kekayaan.
Namun ketika wafat, tak selembar kafan pun dia miliki. Bahkan baju yang dikenakannya di saat menjelang ajal adalah pakaian kumuh dengan 83 tambalan.

“Fatimah putriku, aku yakin ajalku segera tiba,” bisik Khadijah kepada Fatimah sesaat menjelang ajal.
“Yang kutakutkan adalah siksa kubur. Tolong mintakan kepada ayahmu, agar beliau memberikan sorbannya yang biasa digunakan menerima wahyu untuk dijadikan kain kafanku. Aku malu dan takut memintanya sendiri”.

Mendengar itu Rasulullah berkata, “Wahai Khadijah, Allah menitipkan salam kepadamu, dan telah dipersiapkan tempatmu di surga”.

Siti Khadijah, Ummul Mu’minin (ibu kaum mukmin), pun kemudian menghembuskan nafas terakhirnya dipangkuan Rasulullah. Didekapnya sang istri itu dengan perasaan pilu yang teramat sangat. Tumpahlah air mata mulia Rasulullah dan semua orang yang ada di situ.

Dalam suasana seperti itu, Malaikat Jibril turun dari langit dengan mengucap salam dan membawa lima kain kafan.

Rasulullah menjawab salam Jibril, kemudian bertanya, “Untuk siapa sajakah kain kafan itu, ya Jibril?”

“Kafan ini untuk Khadijah, untuk engkau ya Rasulullah, untuk Fatimah, Ali dan Hasan,” jawab Jibril yang tiba-tiba berhenti berkata, kemudian menangis.

Rasulullah bertanya, “Kenapa, ya Jibril?”

“Cucumu yang satu, Husain, tidak memiliki kafan. Dia akan dibantai, tergeletak tanpa kafan dan tak dimandikan,” jawab Jibril.

Rasulullah berkata di dekat jasad Khadijah, “Wahai Khadijah istriku sayang, demi Allah, aku tak kan pernah mendapatkan istri sepertimu. Pengabdianmu kepada Islam dan diriku sungguh luar biasa. Allah Mahamengetahui semua amalanmu. Semua hartamu kau hibahkan untuk Islam. Kaum muslimin pun ikut menikmatinya. Semua pakaian kaum muslimin dan pakaianku ini juga darimu. Namun begitu, mengapa permohonan terakhirmu kepadaku hanyalah selembar sorban!?”

Tersedu Rasulullah mengenang istrinya semasa hidup.

Dikisahkan, suatu hari, ketika Rasulullah pulang dari berdakwah, beliau masuk ke dalam rumah. Khadijah menyambut, dan hendak berdiri di depan pintu, kemudian Rasulullah bersabda, “Wahai Khadijah, tetaplah kamu di tempatmu”.

KHADIDJAH AL KUBRA

Ketika itu Khadijah sedang menyusui Fatimah yang masih bayi. Saat itu seluruh kekayaan mereka telah habis. Seringkali makanan pun tak punya, sehingga ketika Fatimah menyusu, bukan air susu yang keluar akan tetapi darah. Darahlah yang masuk dalam mulut Fatimah r.a.

Kemudian Rasulullah mengambil Fatimah dari gendongan istrinya, dan diletakkan di tempat tidur. Rasulullah yang lelah sepulang berdakwah dan menghadapi segala caci-maki serta fitnah manusia itu, lalu berbaring di pangkuan Khadijah hingga tertidur.

Ketika itulah Khadijah membelai kepala Rasulullah dengan penuh kelembutan dan rasa sayang. Tak terasa air mata Khadijah menetes di pipi Rasulullah hingga membuat beliau terjaga.

“Wahai Khadijah, mengapa engkau menangis? Adakah engkau menyesal bersuamikan aku?” tanya Rasulullah dengan lembut.

Dahulu engkau wanita bangsawan, engkau mulia, engkau hartawan. Namun hari ini engkau telah dihina orang. Semua orang telah menjauhi dirimu. Seluruh kekayaanmu habis. Adakah engkau menyesal, wahai Khadijah, bersuamikan aku, ?” lanjut Rasulullah tak kuasa melihat istrinya menangis.

“Wahai suamiku, wahai Nabi Allah. Bukan itu yang kutangiskan,” jawab Khadijah.
“Dahulu aku memiliki kemuliaan, Kemuliaan itu telah aku serahkan untuk Allah dan RasulNya. Dahulu aku adalah bangsawan, Kebangsawanan itu juga aku serahkan untuk Allah dan RasulNya. Dahulu aku memiliki harta kekayaan, Seluruh kekayaan itupun telah aku serahkan untuk Allah dan RasulNya”.

“Wahai Rasulullah, sekarang aku tak punya apa-apa lagi. Tetapi engkau masih terus memperjuangkan agama ini. Wahai Rasulullah, sekiranya nanti aku mati sedangkan perjuanganmu belum selesai, sekiranya engkau hendak menyeberangi sebuah lautan, sekiranya engkau hendak menyeberangi sungai namun engkau tidak memperoleh rakit atau pun jembatan, maka galilah lubang kuburku, ambillah tulang-belulangku, jadikanlah sebagai jembatan bagimu untuk menyeberangi sungai itu supaya engkau bisa berjumpa dengan manusia dan melanjutkan dakwahmu”.

“Ingatkan mereka tentang kebesaran Allah, Ingatkan mereka kepada yang hak, Ajak mereka kepada Islam, wahai Rasulullah”.

Rasulullah pun tampak sedih. “Oh Khadijahku sayang, kau meninggalkanku sendirian dalam perjuanganku. Siapa lagi yang akan membantuku?”
“Aku, ya Rasulullah!” sahut Ali bin Abi Thalib. jawab, menantu Rasullulah…

Di samping jasad Siti Khadijah, Rasulullah kemudian berdoa kepada Allah.

“Ya Allah, ya ILahi Rabbiy, limpahkanlah rahmat-Mu kepada Khadijahku, yang selalu membantuku dalam menegakkan Islam, Mempercayaiku pada saat orang lain menentangku, Menyenangkanku pada saat orang lain menyusahkanku, Menenteramkanku pada saat orang lain membuatku gelisah”.

Semoga bermanfa’at. Aamiin!

Categories: Uncategorized | Leave a comment

Blog at WordPress.com.