Membina Kader, Pesan Pesan Dakwah Mohamad Natsir

Pesan Pesan Dakwah Mohamad Natsir

Membina Kader

Dalam menghimpun kembali potensi umat dalam satu keluarga besar yang sudah lama bercerai berai, harus dengan kerja keras.
Pembinaan semestinya dilakukan tahap demi tahap.
Bentuk kegiatannya terus menerus.
Di antaranya melalui Kegiatan Konservasi.

Melalui kegiatan ini diupayakan mencari, dan meng ajak kembali semua tokoh-tokoh dan pemimpin umat.
Terutama yang merupakan stok lama, dari kalangan keluarga besar pada seluruh tingkatan.
Usaha konservasi tidak boleh terhenti, sampai selesai.
Agar tidak terjadi proses pembusukan.

Sementara, terlihat bahwa proses pembusukan ini sering menggejala pada sebahagian anggota keluarga yang sempat uzlah atau terbawa hanyut bersama arus zaman.

Kegiatan konservasi perlu diikuti dengan kegiatan Re-Integrasi.
Upaya yang semula berupa kegiatan konservasi pasif, semestinya dilanjutkan dengan usaha re-integrasi aktif.
Tujuannya untuk menghimpun kembali anggota keluarga yang sudah berserakan.

Pada periode ini akan ada yang mengeluh.
Apa boleh buat, nasi sudah menjadi bubur.
Sepertinya mereka sedang menunggu gong perubahan.
Padahal gong yang ditunggu-tunggu belum tentu kapan pula akan berbunyi.
Dan belum pula terang, siapa yang akan memukul gong tersebut.

Karena itu upaya re-integrasi mesti jalan terus.
Usaha ini meliputi tiga bidang re-integrasi umat. re-integrasi pemimpin dan re-integrasi kader.

(1). Re-integrasi umat.
Akibat korban politik, “orde lama dan juga orde baru”, atau orde laba, yang paling dirasakan oleh umat adalah penderitaan kehidupan rohani.
Penderitaan kehidupan materi berbentuk krisis ekonomi dan moneter, telah melahirkan kelumpuhan fisik umat dimana-mana.

Pada hari ini penderitaan dan krisis kehidupan materi pada sebagian kecil umat golongan menengah keatas tidak sangat dirasakan.
Beban penderitaan kehidupan rohani terasa semakin parah justru terutama di kalangan menengah keatas itu.

Usaha untuk membangun potensi mayoritas umat semakin berat.
Kemana obatnya hendak dicari?
Sebetulnya, obat penyembuhannya tidak perlu dicari kemana-mana.
Salah satu obat penderitaan rohani adalah dengan meluruskan niat.
Bersedia kembali kepada tuntunan agama.

Namun perlu diingat bahwa nawaitu orang yang berpindah perahu, dengan anggapan bahwa perahu yang dahulu sudah kandas, tentu jauh berbeda, dengan nawaitu orang yang juga telah berpindah perahu, tetapi masih mau terikat kepada memikirkan nasib umat.
Biarlah bertukar lambang asal tidak bertukar jiwa.
Insya Allah ia tidak akan bernafas keluar badan.
Tidak pula asal bergayut pada sembarang kenderaan untuk sampai di tujuan.

(2). Re-integrasi pemimpin.
Pemimpin umat masih banyak.
Yang mulai langka adalah pemimpin panutan.
Begitu pula halnya akan ulama.

Ulama tidak langka, tapi yang langka adalah ulama yang memiliki kharismatik.
Kharisma seorang ulama atau pemimpin, antara lain ditentukan oleh :
Satu kata dengan perbuatan, punya prinsip dan pendirian hidup.
Kemudiannya, selalu berorientasi kepada kebenaran, dan selalu memikirkan nasib umat.

Demikian, di antara pegangan yang dipesankan Bapak Mohamad Natsir kepada da’i di medan dakwah.

Pemimpin yang dibutuhkan di setiap zaman adalah yang mampu melakukan re-integrasi umat ini. Mampu pula tampil sebagai konseptor, organisator.
Sebagai pemimpin, akan memikul beban pula selaku administrator, yang menjadi penggerak dan penyan dang pikulan.

Setidak-tidaknya pengumpul dana.
Dalam situasi seperti sekarang ini, pemimpin yang sangat diperlukan adalah pimpinan kolektif. Bukan pimpinan yang terletak pada satu tangan.
Begitu pesan Bapak Mohamad Natsir.

(3). Re-integrasi kader.
Pada setiap zaman ada rijalnya.
Bagaikan pertunjukan seni pentas, babak demi babak akan beralih.
Pemain bisa berganti.
Bahan cerita selalu bertukar.
Namun, khittah tidak boleh berobah.

Mempersiapkan kader sebagai pemain di pentas sejarah segera perlu dilakukan melalui lima garapan.

Usaha yang mestinya ditekuni dalam kerangka ini, adalah;
(1) Mempersiapkan jiwa kader (sejak dini)
(2) Melengkapkan pengalaman mereka
(3) Mencetuskan cita-cita
(4) Menggerak kan dinamika
(5) Menghidupkan self disiplin berlandas-kan iman dan taqwa.

Sungguhpun kerja sedemikian ini bukanlah kerja ringan.
Karenanya, tidak boleh dicecerkan.


CR. Pesan Pesan Dakwah Mohamad Natsir dalam Dakwah Komrehensif, Bagian dari Gagasan dan Gerah Dakwah, oleh H. Mas’oed Abidin

Categories: Buku Buya, Dakwah Komprehensif, Mohamad Natsir, Pesan Pesan Dakwah Mohamad Natsir | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: