Bagaimana sebaiknya umat menyikapi Flu Burung

Bagaimana sebaiknya masyarakat bersikap dan Berfikir Positif Terhadap Permasalahan Flu Burung

(Penyakit Hewan yang berkaitan dengan Kesehatan Manusia)¨

Oleh : H Masoed Abidin

Mukaddimah

Januari 2004, di Indonesia, di laporkan adanya kasus kematian ayam ternak yang luar biasa (terutama di Bali, Botabek, Jawa Timur, Jawa Tengah, Kalimantan Barat dan Jawa Barat). Kematian ayam ternak itu, awalnya disebut-sebut karena virus new castle. Kemudian, Departemen Pertanian menyebutkan penyebabnya virus flu burung (Avian influenza (AI)). Jumlah unggas yang mati  akibat wabah penyakit flu burung di 10 propinsi di Indonesia sangat besar yaitu 3.842.275 ekor (4,77%) dan yang paling tinggi jumlah kematiannya adalah propinsi  Jawa Barat (1.541.427 ekor).

Pada bulan lalu (Juli 2005), akibat penyakit flu burung ini, diberitakan telah merenggut tiga nyawa warga Tangerang Banten (dalam pemberitaan didasarkan hasil pemeriksaan laboratorium Badan Penelitian dan Pengembangan Depkes Jakarta dan laboratorium rujukan WHO di Hongkong). Masyarakat awam jadi heboh, ketakutan. Seyogyanya masyarakat tidak perlu sampai panik, karena kematian bukan milik muthlak satu penyakit. Akan tetapi, berbagai tindakan kewaspadaan memng perlu di tingkatkan, karena siapapun tahu, bahwa waspada itu adalah bagian dari taqwa.

Menyikapi musibah

Semestinya umat beragama (terutama Islam), apabila melihat datangnya satu peristiwa yang kurang baik, menerimanya sebagai satu musibah atau ujian belaka. “Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar“.[1]

Memang bangsa kita sedang di uji, di antaranya menurut sumber yang layak kita percayai, sebagian besar Provinsi di Indonesia telah terjangkit flu burung itu. Diantaranya, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Banten, Yogyakarta, Jakarta, Bali, Nusatenggara Barat, Nusatenggara Timur, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Sumatra Selatan, Bangka Belitung, Riau, Bengkulu, Jambi, Lampung, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur dan Selawesi Selatan (Sumber: Departemen Pertanian)

Cobaan2 tersebut bagi orang yang beriman membuka peluang untuk melakukan penelitian mendalam, dan senantiasa mendekatkan diri kepada Allah SWT. Sabda Rasul SAW memberikan sinyal kepada kita sbb; “Apabila Allah mencintai seorang hamba (manusia), diberiNya ujian supaya Allah mendengar orang itu menundukkan hati kepadaNya”. (HR. Baihaqi dari Abu Hurairah).[2]

Menurut WHO, flu burung mudah menular dari unggas ke manusia dibanding dari manusia ke manusia. Dalam kaitan penyebaran penyakit ini, barangkali ada baiknya kita simak sebuah hadis, bahwa penyakit dari segi tauhid adalah urusan Allah. Namun, ada upaya nyata yang mesti kita lakukan, sebagaimana diriwayatkan dari Ibn Syihab: Abu Salamah bin Abdurrahman bin ‘Auf pernah menceritakan bahwa Rasulullah SAW. bersabda: “Tidak ada penularan“. Dan dia menceritakan pula bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Yang sakit tidak boleh didekatkan kepada yang sehat.” (HR. Muslim)[3].

Karena itu, masyarakat luas mesti diberitahu tentang penularan virus avian influenza ini dapat bercampur dengan virus influenza yang biasa di idap manusia, karena terjadi kontak langsung dengan unggas atau kotoran unggas yang terinfeksi virus flu burung ini. Satu-satunya cara virus flu burung dapat menyebar dengan mudah dari manusia ke manusia, apabila virus flu burung tersebut bermutasi dan bercampur dengan virus flu manusia.

 

 Usaha pencegahan

Secara ilmu pengetahuan dan hasil2 penelitian, dianjurkan sangat agar sejauh mungkin menghindari kontak langsung dengan ayam atau unggas yang diidentifikasi telah terinfeksi flu burung. Bila kalimat ini kita perpegangi, tentulah para pekerja di peternakan, penjual, pengemudi yang membawa produk unggas adalah profesi yang paling rentan terkena virus ini. Maka setiap orang harus bekerja dengan sempurna, ” Allah menyukai orang yang bekerja, apabila dia bekerja dengan baik” (HR. Thabrani)[4]

” Cara paling utama, tentulah menjaga kemestian mencuci tangan dan mandi sehabis bekerja, meninggalkan pakaian kerja di tempat kerja dan membersihkan kotoran unggas setiap hari. Artinya menjaga kebersihan selalu, .

Masyarakat secara luas, sangat dianjurkan untuk senantiasa menjaga daya tahan tubuh dengan memakan makanan bergizi serta istirahat cukup.

Bimbingan agama sangatlah jelas, bahwa makan tidak tegantung kepada banyaknya yang dimakan, tetapi banyaknya gizi yang diproduksi oleh makanan itu, sehingga orang yang memakan makanan itu menjadi ringan atau sehat badannya. Salah satu sabda Rasulullah SAW menyebutkan, “Yang lebih disukai Allah di antara kamu ialah yang sedikit makannya dan ringan badannya.” (HR. Dailami dari Ibnu Abbas)[5]

Masyarakat umum yang profesinya sebagai peternak unggas (ayam dan sejenisnya), semestinya mengolah pemeliharaan unggas dengan cara yang benar, antara lain, memilih unggas yang sehat.

§  Para ahli semestinya memberikan panduan2 secara rutin. Bila dalam penyebaran virus ini dapat juga melalui mediasi babi, maka tidak heran jika sejak 14 abad lalu Allah mengharamkan babi ini. Firman Allah mengingtakan kita semua, “Katakanlah: “Tiadalah aku peroleh dalam wahyu yang diwahyukan kepadaku, sesuatu yang diharamkan bagi orang yang hendak memakannya, kecuali kalau makanan itu bangkai, atau darah yang mengalir atau daging babi –karena sesungguhnya semua itu kotor– atau binatang sembelihan yang disembelih atas nama selain Allah. Barangsiapa yang dalam keadaan terpaksa sedang dia tidak menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas, maka sesungguhnya Tuhanmu Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”(QS.Al.An’am : 145)[6]

§  Memasak daging ayam dengan benar. Hemat dan tidak berlebihan, terutama tentang makanannya sesuai bimbingan hadis Rasul SAW diriwayatkan dari Jabir dan Ibn Umar r.a: Rasulullah SAW. bersabda, “Orang Mukmin makan dengan satu usus, sedangkan orang kafir makan dengan tujuh usus. (HR. Muslim)[7].

§  Mengolahnya dengan bersih, karena Allah itu bersih dan menyenangi yang bersih, Allah itu indah dan menyenangi yang indah.Ingatlah selalu firman Allah,” Maka makanlah yang halal lagi baik dari rezki yang telah diberikan Allah kepadamu; dan syukurilah ni’mat Allah, jika kamu hanya kepada-Nya  saja menyembah“. (QS. An-Nahl: 114)[8]

§  Menjamin kematangannya (Diantara para ahli menyebutkan haruslah dijamin suhunya sampai dengan suhu ± 800 C selama 1 menit dan pada telur sampai dengan suhu ± 640 C selama 4,5 menit, karena virus ini pada daging ayam tidak bertahan lama karena selnya sudah mati jika dimasak. Virus juga akan mati pada suhu 60 derajat celsius selama 30 menit atau 56 derajat celcius selama tiga jam). Wallahu a’lamu, dan para ilmuanlah yang paling mengerti.

§  Dari sisi keyakinan agama, mulai lah sesuatu dengan berlindung kepada Allah (diantaranya memulai pekerjaan dengan Bismillah).

Obat Flu Burung:

Formula untuk mengatasi flu burung pada unggas, di antaranya telah ditemukan oleh Tropical Agriculture Centre (TAC) bekerjasama dengan Pondok Pesantren Al-Barokah di Nganjuk, Jawa Timur. Menurut Direktur Penelitian dan Pengembangan TAC Herman Maulana, formula ini bisa menekan kematian unggas hingga 70 persen. “Bahan yang kita gunakan adalah garlik murni dari tanaman yang sudah kita ekstrak sehingga membutuhkan dosis sedikit,” kata Herman, baru-baru ini. Selain TAC, obat untuk menyembuhkan unggas dari flu burung juga ditemukan oleh seorang peternak (Zuhairi) asal Rengas Condong, Kabupaten Batang Hari, Jambi. Pekan silam, Zuhairi menyatakan, ramuannya ampuh untuk mengobati sekitar 180 ayamnya yang terjangkit flu burung. Ramuan Zuhairi terdiri dari campuran buah mengkudu dengan lada dan air.

Khulasah

Memang, amatlah benar, bahwa “man jadda wa jadda“, yakni yang bersungguh-sungguh juga yang akan mendapat.

Akhirnya, manusia beriman harus menyakini bahwa kematian adalah semata ketentuan Allah, karenanya tidak per;lu amat di takuti, namun mesti dipersiapkan. Kematian hanya mengejar kita satu kali. Ingatlah pesan Nabi SAW, Sesungguhnya seseorang dicari oleh rezekinya lebih sering dari dicari ajalnya.” (HR.Thabrani dari Abu Darda’)[i]


 

rsen. “Bahan yang kita gunakan adalah garlik murni dari tanaman yang sudah kita ekstrak sehingga Catatan


¨  Disampaikan oleh H.Mas’oed Abidin dlm acara yang di laksanakan oleh Fak.Peternakan UNAND, di Aula Unand Jl.Perintis Kemerdekaan Padang, Rabu, tgl.10 AGUSTUS 2005, dala upaya menyikapi masalah Flu Burung.


[1]           QS. Al Baqarah : 155.

   [2]   إِذَا أَحَبَّ اللهُ عَبْدًا ابْتَلاَهُ لِيَسْمَعَ تَضَرُّعَهُ (رواه البيهقي عن ابن هريرة)

    [3]  عَنْ ابْنِ شِهَابٍ: إِنَّ أَبَا سَلَمَةَ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ عَوْفٍ حَدَّثَهُ أَنَّ   رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: لاَ عَدْوَي، وَ يُحَدِّثُ أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: لاَ يُوْرِدُ ُمْمِرضٌ عَلَي مُصِحٍّ ) رواه مسلم)

[4]       يُحِبُّ اللهُ العَامِلَ إِذَا عَمِلَ أَنْ يُحْسِنَ ) رواه الطبراني (

       [5] أَحَبَّكُمْ إِلىَ اللهِ أَقَلَّكُمْ طَعْمًا وَ أَخَفَّكُمْ بَدَنًا (رواه الديلمي عن ابن عباس)

[6]    قُلْ لآأَجِدُ فيِ مَا أُوْحِيَ إِليَّ مُحَرَّمًا عَلَى طَاعِمٍ يَطْعَمُهُ إِلاَّ أَنْ يَكُوْنَ مَيِّتَةً أَوْ دَمًا مَسْفُوْحًا أَوْ لحَْمُ خِنْزِيْرِ فَإِنَّهُ رِجْسٌ أَوْ فِسْقًا أًهِلَّ لِغَيْرِ اللهِ بِهِ، فَمَنِ اضْطُرَّ غَيْرَ بَاغٍ وَلاَ عَادٍ فَإِنَّ رَبَّكَ غَفُوْرٌ رَحِيْمٌ (الأنعام: 145)

[7]    عَنْ جَابِرٍ وَ ابْنِ عُمَرٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمْ: أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: المُؤْمِنُ يَأْكُلُ فيِ مِعًي وَاحِدٍ وَ الْكَافِرُ يَأْكُلُ فيِ سَبْعَةِ أَمْعَاءٍ. (رواه مسلم)

[8]   فَكُلُوْا مِمَّا رَزَقَكُمُ اللهُ حَلاَلاً طَيِّبًا وَ اشْكُرُوْا نِعْمَةَ اللهِ إِنْ كُنْتُمْ إِيَّاهُ تَعْبُدُوْنَ       ) النحل: 114 )

[9]     إِنَّ الرِزْقَ لَيَطْلُبُ العَبْدَ أَكْثَرَ مِمَا يَطْلُبُهُ أَجَلُهُ ]رواه الطبراني[

 

Categories: ABS-SBK, Amar Makruf Nahi Munkar, Buya Masoed Abidin, Education, Flu Burung, Komentar, Minangkabau, Pendidikan, Sehat, Surau, Tauhid | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: