Muhasabah Menyambut Tahun Baru Hijrah

Dzikrullah dan Muhasabah

Memantapkan Akhlaq Bermasyarakat Menyambut Tahun Baru Hijrah

Oleh : Buya H. Mas’oed Abidin

الحَمْدُ لله الذِي جَعَلَ لَنَا مَا فيِ الأرضِ لِلعِمَارَات وَ زَرْعِ الحَسَنَاتِ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ خَالِقُ الأرْض وَ السَّمَاوَات، و أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُه وَ رَسُوْله الدَّاعِي إِلىَ دِيْنِهِ بِأَوْضَحِ البَيِّنَات. اللهُمَّ صَلِّ وَ سَلِّمْ وَ بَارِك عَلَى سَيِّدِالكَائِنَات، نَبِيِّنَا مُحَمَّد وَ عَلىَ آلِهِ وَ أَصْحَابِهِ وَ التَّابِعِيْنَ المُجْتَهِدِين لِنَصْرَةِ الدِّين وَ إِزَالةِ المُنْكَرَات

Wahyu terakhir dalam Alquranul Karim,

الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الاِسْلامَ دِينًا

“Dihari ini, Aku lengkapkan untuk kamu agamamu, dan Aku sempurnakan untuk kamu ni’mat Ku, dan Aku nyatakan keredhaan depan-kabahKU untuk Islam menjadi agamamu” (QS.5, Al Maidah:3).

Kita diseru meraih redha Allah SWT dengan ;

a) Menafkahkan harta, di waktu lapang maupun sempit,

b) Menahan amarah dan mema`afkan orang,

c) Selalu berbuat kebajikan (muhsinin),

d) Ingat akan Allah, dan mohon ampun atas dosa-dosanya,

e) Tidak berbuat keji, padahal mereka tahu akibatnya..

Ketika kita ditimpa ujian, lima sikap ini amat perlu dalam mengatasi musibah ini. Hakekat dari akhlaq mulia adalah kepedulian, kemaafan, dan istighfar. Sabda Rasul SAW mengingatkan akan hamba yang sangat dicintai oleh Allah SWT, sesuai sabda Rasul SAW,

أَحَبُّ عِبَادَ اللهِ إِلىَ اللهِ أَحْسَنُهُمْ خُلُقًا

“Hamba-hamba Allah yang paling dicintai-Nya adalah yang paling baik akhlaknya diantara mereka” (Shahih Al Jami’: 179).

Hidup kita ini tidak terlepas dari Keinginan2.

Keinginan tidak terlepas dari usaha. Makin tinggi keinginan seorang makin kuat usaha yang dilakukan. Keinginan dan usaha mesti dikuatkan dengan penyerahan diri kepada Allah SWT dengan memiliki sikap tawakkal. Tawakkal akan mendorong motivasi dhamir masyarakat menjadi dinamis, khusus di Ranah Minang.

وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ إِنَّ اللَّهَ بَالِغُ أَمْرِهِ قَدْ جَعَلَ اللَّهُ لِكُلِّ شَيْءٍ قَدْرًا

Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan) nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan (yang dikehendaki) Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu. (QS.65, at-Thalaq:3).

Allah SWT telah menjadikan tawakkal sebagai syarat dari iman. Bila tawakkal hilang, maka hilang pula iman itu.

Tawakkal adalah ibadah hati yang melahirkan semangat utama, dan akhlak paling mulia. Tawakkal menduduki posisi penting dalam agama, dan maqam mulia di kalangan orang mukmin. Tawakkal adalah darjah muttaqin paling tinggi dalam taqarrub kepada Allah SWT. Tawakkal adalah bekerja keras dengan sikap yang konsisten.

لَوْ أَنَّكُمْ تَوَكَّلْتُمْ على اللهِ حَقَّ تَوَكُّلِهِ لَرَزَقَكُمْ كَمَا يَرْزُقُ الطَّيْرَ تَغْدُوْ خِمَاصًا وَ تَرُوْحُ بِطَانًا.

“ Seandainya kalian bertawakkal kepada Allah dengan sebenar-benar tawakkal, niscaya Allah akan memberikan rezki seperti kepada seekor burung yang keluar terbang pada pagi hari dalam keadaan lapar, dan pulang pada sore hari dalam keadaan kenyang ”.(HR. Ahmad, Tirmidzi dan Ibnu Majah)

Tawakkal himpunan Ma’rifah dengan Allah

Dengan mengenali sifat-sifat Allah hati teguh di maqam tauhid. Yakin kepada Allah. Menyandarkan urusan dengan tenang kepada-Nya. Anggapan baik kepada Allah Azza wa Jalla. Dan ridha kepada Allah dengan menyerahkan semua kepada-Nya.

وَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ وَكَفَى بِاللَّهِ وَكِيلا

“Dan bertawakkallah kepada Allah. Dan cukuplah Allah sebagai Pemelihara.” (QS. Al Ahzab: 3).

Tawakkal yang benar adalah selalu ingat kepada Allah dalam setiap tindakan.Tempat Dzikir berada di dalam hati. Tidak diujung lidah belaka. Dzikir menjadikan qalbu khusyu’ (focus) dan tawadhu’ (merendah) dengan rasa khauf (takut) dan raja’ (harap). Dzikir, pangkal ketentraman dan kedamaian. Allah adalah sumber ketenangan dan kedamaian.

Mencapai Kedamaian mendatangi Sumbernya

Sumber kebahagiaan adalah Allah SWT. Mendatangi-Nya adalah dengan membersamakan diri dengan Do’a.

عَنْ عَلِىِّ بن أَبِي طَالِبِ رَضِىَ الله عَنْهُ أَنَّهُ قَالَ، قال رسول الله ص.م: الدُّعَاءُ سِلاَحُ المُؤْمِنِ وَ عِمَادُ الدِّيْنِ وَ نُوْرَ السَّمَاوَاتِ وَ اْلأَرْضِ

“Dari Ali bin Abi Thalib r.a. bahwasanya Rasulullah SAW bersabda : Doa adalah senjata orang mukmin, tiang agama dan cahaya langit dan bumi.” (HR. Al Hakim)

Dzikir itulah jalan pembersamaan dengan Allah SWT (ma’rifatullah) yang dengannya qalbu jadi tenteram. “… Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku, niscaya Aku ingat (pula) kepadamu…” (Q.S. Al Baqarah: 152).

الَّذِينَ ءَامَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلاَ بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ

“(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tentram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tentram.” (Q.S. Ar Ra’d: 28)

Meninggalkan zikrullah berarti membuka keleluasaan syetan untuk menguasai diri kita dan membawa kita kepada tindakan dzalim dan maksiyat. Firman Allah :

اسْتَحْوَذَ عَلَيْهِمُ الشَّيْطَانُ فَأَنْسَاهُمْ ذِكْرَ اللَّهِ أُولَئِكَ حِزْبُ الشَّيْطَانِ أَلاَ إِنَّ حِزْبَ الشَّيْطَانِ هُمُ الْخَاسِرُونَ

“Syetan telah menguasai mereka dan menjadikan mereka lupa mengingat Allah (zikrullah); mereka itu jadi golongan syetan. Ketahuilah, sesungguhnya golongan syetan adalah golongan yang merugi.” (Q.S. Mujadilah: 19)

إِذَا أَرَادَ اللهُ بِعَبْدِهِ خَيْرًا فَتَحَ لَهُ قُفْلَ قَلْبِهِ وَ جَعَلَ فِيْهِ الْيَقِيْنَ وَ الصِّدْقَ وَ جَعَلَ قَلْبَهُ وَاعِيًا لِمَا سَلَكَ فِيْهِ وَ جَعَلَ قَلْبَهُ سَلِيْمًا وَلِسَانَهُ صَادِقًا وَ خَلِيْقَتَهُ مُسْتَقِيْمَةً وَ جَعَلَ أُذُنَهُ سَمِيْعَةً وَ عَيْنَهُ بَصِيْرَة ً) رواه الشيخ عن أبي ذر(

Apabila Allah hendak mendatangkan kebaikan kepada hambaNya dibukakan kunci hatinya dan dimasukkan ke dalamnya keyakinan dan kebenaran dan dijadikan hatinya menyimpan apa yang masuk ke dalamnya dan dijadikan hatinya bersih, lidahnya berkata benar, budinya lurus, telinganya sanggup mendengar dan matanya melihat dengan terangan. (HR. Syekh dari Abu Zar).

Hati yang sudah terbuka wajib dipupuk terus dengan mujahadah dan kesungguhan. Mujahadah adalah suatu keniscayaan yang mesti dilakukan siapa saja yang menginginkan kebersihan jiwa dan kematangan iman dan taqwa. Bertahan dalam lapar (puasa) dan bangun tahajjud di perempat malam, adalah sesuatu yang mudah. Membina akhlak dan membersihkan jiwa dari yang mengotorinya sangatlah sulit. Hati dan fikiran mesti dijaga baik, dengan menambah ilmu, mendengar nasehat yang diajarkan Rasulullah SAW, dan melengkapi diri budi pekerti mulia. Tasbih, tahmid dan istigfar memperkuat sifat istiqamah, konsisten dalam garis Allah di medan juang manapun berada supaya tidak hanyut di bawah arus.

Membangun umat berawal dari Silaturrahim.

صِلَةُ الرَّحِمِ وَ حُسْنُ اْلخُلُقِ وَ حُسْنُ الِجوَارِ يُعَمِّرْنَ الدِّيَارَ وَ يَزِدْنَ فِى الأعْمَارِ. }رواه أحمد{

“Menghubungkan silaturrahim, budi pekerti yang baik den berbuat baik terhadap tetangga, itulah yang akan meramaikan kampung dan menambah umur”. (HR Ahmad)

Khalifah Umar Ibnu Khattab menegaskan ;

نَحْنُ قَوْمٌ أَعَزَّنَا الله بِالإِسْلاَم فَمَهْمَا ابْتَغَيْنَا العِزَّةَ بِغَيْرِ مَا أَعَزَّنَا اللهُ بِهِ أَذَلَّنَا اللهُ }رواه الحكم{

Kita adalah umat yang telah dibikin berjaya oleh Allah dengan bimbingan agama Islam, kalaulah (satu kali) kita ingin mencapai kejayaan lagi dengan bimbingan selain agama Islam, (sudah pasti) malah kehinaanlah yang akan ditimpakan Allah kepada kita.”

Pemimpin berperan menyejahterakan Umatnya.

السُّلْطَانُ ظِلُّ اللهِ فِى الأرْضِ، يَأوِى إِلَيْهِ الضَّعِيْفِ وَ بِهِ يَنْتَصِرُ المَظْلُوْمُ وَ مَنْ أَكْرَمَ سُلْطَانَ الله فِى الدُّنْيَا أَكْرَمَهُ اللهُ يَوْمَ القِيَامَةِ. }رواه ابن النجار عن أبي هريرة{

“Penguasa (pemerintahan) yang dilindungi oleh Allah di bumi, lantaran berlindung kepadanya orang lemah dan karena orang teraniaya mendapatkan pertolongan (dengan adil). Barang siapa di dunia memuliakan penguasa yang menjalankan perintah Allah, niscaya orang itu di hari kiamat dimuliakan pula oleh Allah” (Diriwayatkan oleh ibnu Najar dari Abu Hurairah).

Pemimpin yang baik akan menjadikan kehidupan dunia jernih di mata rakyatnya.

خِيَارُ أَئِمَّتُكُمُ الذِّينَ تُحِبُّوْنَهُمْ وَ يُحِبُّوْنكَمُ ْو َتُصَلُّوْنَ عَلَيْهِمْ وَ يُصَلُّوْنَ عَلَيْكُمْ.

“Pemimpin kamu yang terbaik ialah yang kamu cintai dia setulus hati, sedang mereka pun mencintai kamu rakyatnya dengan sesungguh hati pula. Kamu selalu mendo’akan keselamatan mereka kepada Allah, begitu pula mereka selalu berdo’a dan berusaha keras untuk kesejahteraan kamu rakyatnya, dengan seikhlas hati pula.

وَ شِرَارُ أَئِمَّتِكُمْ الذِّيْنَ تَبْغُضُوْنَهُمْ وَ يَبْغْضُوْنَكُمْ تلَعِْنُوْنـَـهُمْ وَ يَلْعَنُوْنَكُمْ. }رواه مسلم عن ابن مالك{

Sejahat-jahat pimpinan kamu ialah mereka yang selalu kamu benci karena tindak tanduknya yang tidak adil, dan merekapun membenci kamu rakyatnya setengah mati. Kamu selalu mengutuk dan melaknat mereka supaya kekuasaan mereka cepat tumbang,sedangkan mereka sendiri mengutuki kamu pula dengan cara mempersulit dan menyengsarakan kamu rakyatnya….” (Hadits menurut riwayat Imam Muslim dari A’uf bin Malik).

Rasul SAW menyebutkan peran Hartawan

الدُّنْيَا الأَرْبَعَةُ نَفَرٍ: عَبْدٌ رِزْقَهُ الله مَالاً وَ عِلْمًا فَهُوَ يَتَّقِي فِيْهِ وَ يَصِلُ فِيْهِ رَحِمَهُ وَ يَعْلَمُ اللهُ حَقًّا فَهذَا بِأَفْضَلِ المَنَازِلِ. }رواه الترمذي{

“ Dunia ini berada dalam genggaman empat tahapan; seorang yang diberi rezki oleh Allah dengan kekayaan dan ilmu, lalu dengan kekayaan itu dia bertaqwa kepada Allah,selanjutnya di ikat tali silahturrahmi dengan masyarakat, kemudian di perhatikannya benar batas-batas hak untuk Allah. Maka disanalah kedudukan sebaik-baiknya.” (HR.Tirmidzi)

Peran umarak amat menentukan.

إِذَا كَانَ أُمَرَائُكُمْ خَيَارُكُمْ وَ أَغْنِيَائُكُمْ سَمَحَائُكُمْ وَ أَمْرُكُمْ شُوْرَى بَيْنَكُمْ فَظَهَرَ الأَرْضِ خَيْرٌ لَكُمْ مِنْ بَطْنِهَا

Manakala para pemimpin kamu diambil dari dari orang-orang baik di antara kamu dan para orang kaya kamu adalah orang-orang penyantun di antara kamu serta semua urusan kamu di musyawarahkan di antara sesamamu maka punggung bumi akan lebih baik sebagai tempat tinggalmu daripada — mati berkalang tanah, dalam perut bumi.

Dunia berkabung ketika Pemimpin buruk Perangai.

إِذَا كَانَ أُمَرَائكُِمْ شِرَرُكُمْ وَ أَغْنِيَائِكُمْ بُخَلاَئِكُمْ وَ أَمْرُكُمْ فِى يَدِ نِسَائِكُمْ فَبَطْنِ الأَرْضِ خَيْرٌ لَكُمْ مِنْ ظَهْرِهَا.

“ Jika Umarak kamu terambil dari mereka-mereka yang jahat, hartawan kamu adalah manusia-manusia bakhil budak harta, dan segala persoalan kemasyarakatan kamu tidak di musyawarahkan lagi, akan tetapi terombang ambing dalam permainan hawa nafsu wanita yang mengendalikan dari belakang, maka dalam masyarakat yang demikian, perut bumi yakni mati berkalang tanah, lebih baik dari hidup bercermin bangkai”. Na’izubillahi min zaalik.

Dengan ibadah lakukan Muhasabah.

Peribadi muslim yang kuat iman tampil dengan pekerti terpuji, terutama dengan rasa malu. Sabda Rasul SAW,

العَدْلُ حَسَنٌ وَ لَكِنْ فِى الأُمَرَاءِ أَحْسَنُ،

السَّخَاءُ حَسَنٌ وَ لَكِنْ فِى الأَغْنِيَاءِ أَحْسَنُ،

اَلْوَرَعُ حَسَنٌ وَ لَكِنْ فِى العُلَمَاءِ أَحْسَنُ،

الصَّبْرُ حَسَنٌ وَ لَكِنْ فِى الفُقَرَاءِ أَحْسَنُ،

التَّوْبَةُ حَسَنٌ وَ لَكِنْ فِى الشَّبَابِ أَحْسَنُ،

الَحيَاءُ حَسَنٌ وَ لَكِنْ فِى النِّسَاءِ أَحْسَنُ.

}رواه الديلمى عن عمر{

Keadilan itu baik, akan tetapi lebih baik kalau berada pada umarak(pejabat pemerintahan).

Kedermawanan itu baik, namun akan lebih baik jika ada pada orang-orang yang mampu (hartawan).

Hemat cermat itu sangat baik, akan tetapi lebih baik kalau cermat itu berada pada orang berilmu.

Kesabaran itu baik, namun akan lebih baik kalau ada pada orang miskin.

Tobat (meninggalkan dosa itu baik), tetapi akan lebih baik kalau ada pada pemuda.

Malu itu baik, tetapi akan lebih baik kalau ada pada perempuan”. (HR. Dailami dari Umar bin Khattab).

Padang, 1 Muharram 1430 H

Categories: Buya Masoed Abidin, Education, Hijrah, Komentar, Komentar Buya, Surau, Tauhid, Tulisan Buya | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: