Mesjid Sebagai Pusat Pembinaan Ummat

Khuthbah Jum’at oleh Buya H. Mas’oed Abidin

الحَمْدُ ِللهِ، نَحْمَدُهُ وَ نَسْتَعِيْنُهُ وَ نَسْتَغْفِرُهُ وَ نَسْتَهْدِيْهِ، وَ نَعُوْذُ بِاللهِ تَعَالىَ مِنْ سُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَ مَنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ، وَ مَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِىَ لَهُ،

وَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، وَ أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَ رَسُوْلُهُ، أَدَّى الأَمَانَةَ، وَ بَلَّغَ الرِّسَالَةَ وَ نَصَحَ لِلأُمَّةِ، وَ جَاهَدَ فيِ اللهِ حَقَّ جِهَادِهِ، اللَّهُمَّ صَلِّ وَ سَلِّمْ وَ بَارِكْ عَلىَ هَذَا النَّبِيِّ الْكَرِيْمِ، وَ عَلىَ آله وَصَحَابَتِهِ. وَ أَحْيِنَا اللَّهُمَّ عَلىَ سُنَّتِهِ، وَ أَمِتْنَا عَلَى مِلَّتِهِ، وَ احْشُرْنَا فيِ زُمْرَتـِهِ، مَعَ الَّذِيْنَ أَنـْعَمْتَ عَلَيْهِمْ مِنَ النَّبِيِّيْنَ وَ الصِّدِّيْقِيْنَ وَ الشُّهَدَاءِ وَ الصَّالِحِيْنَ وَ حَسُنَ أُولَئِكَ رَفِيْقًا. أَمَّا بَعْدُ.

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا اذْكُرُوا اللَّهَ ذِكْرًا كَثِيرًا.

فِـــي بُيُوتٍ أَذِنَ اللَّهُ أَنْ تُــرْفَعَ وَيُذْكَرَ فِيهَا اسْمُهُ يُسَبِّحُ لَهُ فِيهَا بِالْغُدُوِّ وَالْآصَال

رِجَالٌ لَا تُلْهِيهِمْ تِجَارَةٌ وَلَا بَيْعٌ عَنْ ذِكْرِ اللَّهِ وَإِقَامِ الصَّلَاةِ وَإِيتَاءِ الزَّكَاةِ يَخَافُونَ يَوْمًا تَتَقَلَّبُ فِيهِ الْقُلُوبُ وَالْأَبْصَارُ

“Bertasbihlah kepada Allah di masjid-masjid yang telah diperintahkan untuk dimuliakan dan disebut nama-Nya di dalamnya pada waktu pagi dan petang, orang-orang yang tidak dilalaikan oleh perniagaan, dan tidak (pula) oleh jual beli, atau aktivitas apapun dan mengingat Allah, dan (dari) mendirikan shalat, membayarkan zakat, mereka takut kepada suatu hari yang (di hari itu) hati dan penglihatan menjadi goncang.” (Q.S. An Nuur: 36-37)

Dalam sejarah tercatat, ketika Rasulullah SAW berhijrah dari Makkah ke Yatsrib (Madinah), setibanya beliau di Quba’ pada hari Senin tanggal 8 Rabi’ul Awwal tahun ke-14 nubuwwah atau tahun pertama hijrah, bertepatan tanggal 23 September 662 M langkah pertama yang beliau lakukan adalah membangun masjid.

Masjid Quba’ ini masjid pertama yang dibangun oleh Rasulullah SAW. Beliau berada di Quba’ selama empat hari, yaitu hari Senin, Selasa, Rabu dan Kamis. Pada hari Jum’at tanggal 12 Rabi’ul Awwal, beliau berangkat menuju Madinah. Setelah beberapa hari di Madinah beliaupun mendirikan Masjid Madinah. Masjid itu merupakan ruang berdinding batu bata, bertiang batang kurma dan beratap pelepah kurma, sebagian dibiarkan terbuka. Di sampingnya digunakan sebagai tempat tinggal Nabi dan keluarga suffah yang tak punya rumah. Pada awalnya tak ada penerangan pada malam hari selain dan cahaya dari jerami yang dibakar pada waktu shalat Isya’. Selanjutnya baru digunakan lampu-lampu yang dipasang pada tiang-tiang batang kurma.

Satu yang dapat disimpulkan adalah bahwa Nabi SAW memberikan arti penting bagi pembangunan masjid. Bukan rumah kediaman beliau yang didahulukan dibangun, bukan juga sebuah benteng pertahanan untuk menghadapi kemungkinan serangan dari Makkah. Bagi Nabi masjid dianggap lebih penting daripada semua itu.

Masjid menjadi bagian utama dalam pembinaan umat dan masyarakat selanjutnya. Ini menunjukkan bahwa masjid menduduki tempat sangat penting dalam rangka membina peribadi dan masyarakat guna membentu peribadi dan masyarakat yang Islami.

Allah SWT berfirman: “Sesungguhnya masjid yang didirikan atas dasar taqwa (Masjid Quba) sejak hari pertama adalah lebih patut kamu shalat di dalamnya. Di dalamnya ada orang-orang yang ingin membersihkan diri. Dan Allah menyukai orang-orang yang bersih.” (Q.S. At Taubah:108).

Dalam membangun masjid, Rasul SAW pesankan agar diperhatikan soal pemakmurannya, jangan sampai masjid dibangun dengan megah tapi hanya sedikit orang memakmurkan dan mengisi masjid untuk ibadah. Rasulullah SAW bersabda:

يأتى على أمتي زمان يتباهون بالمسجد ثم لا يعمرونها إلا قليلا

“Sungguh akan datang pada umatku suatu masa dimana mereka saling bermegah-megahan dengan membangun beberapa masjid tapi yang memakmurkannya hanya sedikit” (H.R. Abu Dawud)

Memakmurkan masjid (ta’mirul masjid) berarti memelihara, meramaikan dan menghidupkan suasana masjid, menjadi satu kesatuan. Tidak dapat dikatakan masjid itu makmur kalau masjid tidak terpelihara kebersihan dan keindahannya atau jarang dikunjungi atau tidak ada kegiatan bermasyarakat di dalamnya.

Pemeliharaan masjid meliputi mencegah kerusakan dan mengadakan perbaikan serta menjaga kebersihan  keindahannya. Kemudian mesti diperhatikan imarah dengan cara meramaikan dengan kegiatan keagamaan, taushiyah, diskusi dan dialog keislaman, membaca Al Qur’an, dan melaksanakan shalat secara berjama’ah.

Orang yang selalu memakmurkan masjid adalah orang pilihan yang diberi Allah hidayah sangat mahal. Mereka termasuk satu dari tujuh golongan dijamin Allah akan mendapatkan perlindungan Allah pada saat di mana tidak ada perlindungan yang berarti selain perlindungan-Nya, yaitu seseorang yang selalu terikat hatinya kepada masjid. Dalam Surat At Taubah ayat 18 Allah SWT berfirman:

إِنَّمَا يَعْمُرُ مَسَاجِدَ اللَّهِ مَنْ ءَامَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَأَقَامَ الصَّلَاةَ وَءَاتَى الزَّكَاةَ وَلَمْ يَخْشَ إِلَّا اللَّهَ فَعَسَى أُولَئِكَ أَنْ يَكُونُوا مِنَ الْمُهْتَدِينَ

“Sesunguhnya yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, serta tetap mendirikan shalat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapapun) selain kepada Allah, maka (semoga) merekalah orang-orang yang mendapat petunjuk.”

Allah berfirman dalam hadits Qudsi: “Demi kemuliaan dan keagungan-Ku, Aku bermaksud akan menurunkan siksaan kepada penduduk bumi, tetapi ketika Aku lihat penghuninya sedang memakmurkan rumah-Ku (masjid), saling mengasihi sesamanya karena Aku, selalu melakukan istighfar (meminta ampun kepada-Ku) di waktu sahur, Aku palingkan (jauhkan) siksaan itu dan mereka.” (H.Q.R Al Hafidz Al Bahaai, bersumber dan Anas r.a marfu’).

Hadits Qudsi ini memberi pengertian bahwasanya Allah SWT sangat memuliakan orang-orang yang memakmurkan masjid baik dengan shalat berjamaah, atau dengan kegiatan keagamaan Islam maupun dengan cara memeliharanya. Masjid adalah rumah Allah di bumi (Baitullah fil Ardh).

Fungsi Masjid zaman Rasulullah SAW diantaranya:

1.     Pusat kegiatan keagamaan dan Ibadah (shalat dan zikir),

2.    Tempat pertemuan Umat Islam,

3.    Pusat dakwah dan pendidikan rohani,

4.    Tempat pembinaan remaja muslim,

5.    Tempat musyawarah,

6.    Tempat konsultasi dan komunikasi (ekonomi),

7.    Tempat santunan dan kegiatan sosial budaya,

8.    Madrasah ilmu,

9.    Tempat bermula gerakan taushiyah dan amar ma’ruf nahi mungkar,

10. Tempat latihan jasmani mengatur siasat usaha,

11.  Tempat pengobatan,

12. Tempat perlindungan yang aman,

13. Aula tempat menerima tamu dan persinggahan musafir.

Agaknya masjid pada masa silam mampu berperan sedemian luas, disebabkan antara lain oleh :

a. Masyarakat masih sangat berpegang teguh kepada nilai, norma, dan jiwa agama,

b. Kemampuan pembina-pembina masjid menghu-bungkan kondisi sosial dan keperluan masyarakat dengan kegiatan masjid,

c. Manifestasi pemerintahan terlaksana di dalam masjid, baik pada peribadi­-peribadi pemimpin pemerintahan yang menjadi imam/khatib maupun di dalam ruangan-ruangan masjid yang dijadikan tempat kegiatan syura pemerintahan.

d. Masjid berfungsi sebagai pembinaan umat, memiliki  sarana yang tepat manfaat, menarik dan menyenangkan semua umat, baik dewasa, kanak-kanak, tua, muda, pria, wanita, yang terpelajar maupun tidak, sehat atau sakit, serta kaya dan miskin.

‘Amr bin Maimun Al Audy berkata: “Aku sering bertemu dengan para sahabat Rasulullah SAW mereka sering berkata bahwa masjid­-masjid itu adalah rumah Allah di bumi. Karena itu menjadi hak Allah memuliakan orang-orang yang mengunjunginya (berada di dalamnya).”

 

الحَمْدُ ِللهِ غَافِرِ الذَّنـْبِ وَ قَابِلِ التَّوْبِ شَدِيْدِ العِقَابِ ذِي الطَّوْلِ لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ إِلَيْهِ اْلمَصِيْرُ. وَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، يُسَبِّحُ لَهُ مَا فيِ السَّموَاتِ وَ مَا فيِ الأَرْضِ، لَهُ المُلْكُ وَ لَهُ الحَمْدُ، وَ هُوَ عَلىَ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ، وَ أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَ رَسُوْلُهُ، البَشِيْرُ النَّذِيْرُ، وَ السِّرَاجُ المُنِيْرُ، صَلَوَاتُ اللهِ وَ سَلاَمُهُ عَلَيْهِ، وَ عَلىَ آلِهِ وَ صَحْبِهِ الَّذِيْنَ آمَنُوْا بِهِ وَ عَزَّرُوْهُ وَ نَصَرُوْهُ وَ اتـَّبَعُوْا النُّوْرَ الَّذِي أُنْزِلَ مَعَهُ أُولَئِكَ هُمُ اْلمُفْلِحُوْنَ. وَ رَضِيَ اللهُ عَمَّنْ دَعَا بِدَعْوَتِهِ وَ اهْتَدَى بِسُنَّتِهِ، وِ جَاهَدَ جِهَادَهُ إِلىَ يَوْمِ الدِّيْنِ، أَمَّا بَعْدُ.

إِنَّ اللهَ وَ مَلاَئِكَتِهِ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبـِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيْمًا.

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَ المُؤْمِنَاتِ وَ المُسْلِمِيْنَ وَ اْلمُسْلِمَاتِ، اَلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَ اْلأَمْوَاتِ. رَبَّنَا اغْفِرْلَنَا وَِلإِخْوَانِنَا الَّذِيْنَ سَبَقُوْنَا بِاْلإِيـْـمَانِ وَلاَ تَجْعَلْ فيِ قُلُوْبِنَا غِلاًّ لِلَّذِيْنَ آمَنُوْا رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوْفٌ رَحِيْمٌ.

اللَّهُمَّ اصْلِحْ لَنَا دِيْنَنَا الَّذِي هُوَ عِصْمَةُ أَمْرِنَا، وَ اصْلِحْ لَنَا دُنْيَانَا الَّتيِ فِيْهَا مَعَاشِنَا، وَ اصْلِحْ لَنَا آخِرَتِنَا الَّتيِ إِلَيْهَا مَعَادُنَا، وَ اجْعَلِ اْلحَيَاةَ زِيَادَةً لَنَا فيِ كُلِّ خَيْرٍ، وَاجْعَلِ المَوْتَ رَاحَةً لَنَا مِنْ كُلِّ سَرٍ،

اللَّهُمَّ اجْعَلْ يَوْمَنَا خَيْرًا ِمنْ أَمْسِنَا، وَ اجْعَلْ غَدَنَا خَيْرًا ِمْن يَوْمِنَا، وَ احْسِنْ عَاقِبَتَنَا فيِ الأُمُوْرِ كُلِّهَا، وَ أَجِرْنَا مِنْ خِزْيِ الدُّنْيَا وَ عَذَابِ الآخِرَةِ، اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ اْلعَفْوَ وَ العَافِيَةَ فيِ دِيْنِنَا وَ دُنْيَاناَ وَ أَهْلِيْنَا وَ أَمْوَالِنَا،

رَبَّنَا آتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَ فِى الآخِرَةِ حَسَنَةً وَ قِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيْعُ العَلِيْمِ وَ تبُ ْعَلَيْنَا إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمِ.

سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ العِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ وَ سَلاَمُ عَلَى الْمُرْسَلِيْنَ وَ اْلحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالَمِيْنَ.

وَ أَقِمِ الصَّلاَةَ إِنَّ الصَّلاَةَ تَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَ اْلمُنْكَرِ وَ لَذِكْرُ اللهِ أَ ْكـبَرُ

Categories: Buya Masoed Abidin, dakwah ilaa Allah, Education, Energi, Komentar, Pendidikan, Surau, Tauhid, Tulisan Buya | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: