MEMBANGUN KEMULIAAN DIRI

Surau Singgalang

(HU Singgalang, dalam Syiar Ramadhan, Jumat 26 Juli 2013 – 18 Ramadhan 1434 H, hal.A-6)

Oleh Masoed Abidin

           

DALAM pergaulan hidup Muslim terdapat kewajiban melaksanakan  tugas kemasyarakatan paling asasi yaitu “memberikan nasehat kepada sesama saudaranya”, untuk senantiasa mengamalkan amar ma’ruf nahi munkar”. Tugas ini wajib ditunaikan  agar masyarakat berkehidupan dalam suasana baik dan terjaga tidak terperosok kedalam jurang kehinaan. Dengannya tercipta tatanan masyarakat utama (khaira ummah). Amar ma’ruf nahi munkar adalah kewajiban kembar yang berjalan seiring dan ditunaikan secara tulus dalam kerangka mardhatillah.

GambarEsensinya adalah tawashii bil haqqi dan tawashii bis-shabri, yaitu berwasiat dengan kebenaran (al-haq min rabbika) dan ketabahan (shabar) yang di alaskan kepada sabda Rasulullah SAW; agama itu adalah nasehat(ad-diin an-nashihah) yang datang dari Allah SWT menjadi penentu kemashlahatan umat banyak. 

Bila tugas kembar ini dilalaikan akan tampil segala bentuk kekacauan dan fitnah serta berbagai isu yang sulit dibendung. Karena itu amar ma’ruf‑nahi munkar nestinya dilaksanakan tanpa kebencian atau dendam serta terjauh hasad dengki. Inilah hakikat yang mestinya diraih dalam setiap pengajian Ramadhan di masjid masjid dimana saja setiap tahunnya.

Melaksanakan tugas ini tidak mengenal sakit hati. Haruslah berbingkai asih-asuh berisi cinta sejati sesama hidup. Didorong oleh sama‑sama ingin masuk sorga. Sama-sama ingin terhindar dari neraka dan terbebas dari godaan iblis‑syaitan. Tujuan yang ingin dicapai adalah kehidupan bermartabat dengan beralaskan mahabbah dan kasih sayang.

Baginda Rasulullah SAW bersabda bahwa setiap mukmin berkewajiban meningkatkan ibadahnya di bulan Ramadhan karena di bulan ini di bukakan pintu syurga, di tutup pintu neraka, dan dirantai syaithan“.  Hakikinya mengandung makna mendalam bahwa dalam bulan suci ini dapat dilakukan dengan pembuktian yang jelas bahwa semua amalan‑amalan yang dilakukan semata mata untuk mendekatkan kepada pintu sorga, yakni segala “kebaikan” sesuai ajaran Allah dan Rasulullah.

GambarKebaikan seseungguhnya adalah warna “fitrah” kemanusiaan. Maka dibulan Ramadhan inilah tempat kita berpacu dan berlomba melakukan kebajikan, sebagai penggambaran-kebaikan. Itulah keyakinan mukmin yang utama. Bagi siapa saja yang sudah terbiasa melakukan kejahatan selama ini, maka sekaranglah masanya untuk bertaubat. Inilah tindakan yang paling tepat. Karena shaum tidak hanya sekedar menahan haus dan lapar. Shaum atau puasa adalah pula kemampuan menahan diri untuk tidak berbuat kejahatan.

Di bulan Ramadhan itu, sebenarnya seharusnya menjauhi berteman dengan syaitan dan tidak berperangai yang tidak senonoh. Di seluruh waktu di bulan Ramadhan terdapat rahmah. Seluruhnya terdapat ampunan Allah. Seluruh bulan ini terdapat kesempatan bagi seorang mukmin untuk terbebas dari api neraka, sesuai sabda Rasulullah, “Orang yang puasa Ramadhan karena iman dan mengharap pahala, akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari no.38, Muslim, no.760).

Dalam hadits ini, disebutkan bahwa ampunan Allah tidak dibatasi hanya pada pertengahan Ramadhan saja. Bahkan pada hadits yang diriwayatkan oleh At Tirmidzi, Rasulullah bersabda: “Pada awal malam bulan Ramadhan, setan-setan dan jin-jin jahat dibelenggu, pintu neraka ditutup, tidak ada satu pintu pun yang dibuka. Pintu surga dibuka, tidak ada satu pintu pun yang ditutup. Kemudian Allah menyeru: ‘wahai penggemar kebaikan, rauplah sebanyak mungkin, wahai penggemar keburukan, tahanlah dirimu’. Allah pun memberikan pembebasan dari neraka bagi hamba-Nya. Dan itu terjadi setiap malam” (HR. Tirmidzi 682, dishahihkan oleh Al Albani dalam Shahih At Tirmidzi). Ibadah yang teratur menumbuhkan taqwa , percaya diri, hemat, istiqamah  menanam nilai kebersamaan di tengah hidup bermasyarakat. Inilah watak kepedulian yang dilahirkan dengan ibadah Ramadhan.

Insyaallah.***

Categories: Uncategorized | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: