ZAKAT Rukun Islam Yang TERLALAIKAN

Suaro Surau Singgalang

(HU Singgalang, Syiar Ramadhan, Senin 29 Juli 2013 (21 Ramadhan 1434H) hal.A-6)

 

 

Firman Allah, “ Ingatlah, kamu ini orang-orang yang diajak untuk menafkahkan (hartamu) pada jalan Allah. Maka di antara kamu ada yang kikir, dan siapa yang kikir sesungguhnya dia hanyalah kikir terhadap dirinya sendiri. dan Allah-lah yang Maha Kaya sedangkan kamulah orang-orang yang berkehendak (kepada-Nya); dan jika kamu berpaling niscaya Dia akan mengganti (kamu) dengan kaum yang lain; dan mereka tidak akan seperti kamu ini.” (Q.S. Muhammad 38).

Senyatanya dalam hidup sellalu ada saja orang-orang kekenyangan selesai menyantap makanan sementara tempat lainnya banyak pula orang yang menekan perutnya menahan lapar.

Ada pula orang yang bingung mencari menu makanan enak pemenuhan seleranya sementara ditempat lainnya ada yang bingung apakah masih ada orang yang berbelas kasihan padanya memberikan makan dihari ini.

Begitulah kepincangan yang sering terlihat dengan nyata di depan mata sehari hari.

Gambar

Agama Islam sebagai agama rahmatan lil’alamin memerintahkan kepada orang-orang yang memiliki rahmat kelebihan harta agar selalu memperhatikan para dhu’afa’ yang tak mampu ini.

Mengasihi dan menolong sesama umat agar terlepas dari belenggu kesusahan kemiskinan adalah salah satu ciri agama Islam yang mulia ini. Kepada orang yang memiliki harta benda dalam ukuran tertentu atau satu nisab diwajibkan mengeluarkan sebagian harta mereka (2,5%) untuk diberikan kepada mustahiqun sesuai ketetapan Al Qur’an sebagai zakat.

Di negeri ini mudah dijumpai anak-anak putus sekolah yang tak mampu membiayai dirinya. Banyak kaum melarat yang terlantar. Hal ini dapat juga terjadi karena kaum muslimin yang diberi nikmat harta benda enggan mengeluarkan zakat hartanya. Kewajiban zakat adalah salah satu Rukun Islam namun sering terabaikan. Dapat juga terjadi karena lembaga pengelola zakat yang diberi amanat melaksanakan pengelolaan zakat kurang berperan semestinya. Atau karena upaya pendistribusiannya belum mencapai sasaran pembebas umat dari belenggu kemiskinan struktural maupun kultural.

Dalam sistem ekonomi kapitalis dikembangkan ajaran bertahan untuk hidup. Sering berlaku yang kuat yang dapat bertahan dan yang lemah tersingkir dengan sendirinya.

Gambar

Dalam ajaran Islam orang-orang lemah (dhuafa) dan orang-orang yang kuat (aghniya’) saling bertolongan menciptakan kemakmuran dan kesejahteraan dalam masyarakatnya.

Rasulullah saw. bersabda: “Tidak mungkin terjadi, seorang fakir menderita kelaparan atau kekurangan sandang dan pangan kecuali dikarenakan kebakhilan para hartawan (aghniya’). Ingatlah bahwa, Allah SWT akan melakukan perhitungan yang teliti serta meminta pertanggung jawaban mereka, lalu akan menyiksa mereka dengan siksaan yang amat pedih.” (HR. Imam Al Ashbahani).

Dipahami bahwa derita kemiskinan para fakin miskin tidak semata karena kemalasan mereka dalam bekerja. Boleh saja terjadi karena kurangnya pemerataan yang bertanggung jawab dari orang kaya yang enggan menyisihkan sebagian kecil hartanya guna menciptakan masyarakat yang makmur melalui membayar zakat dengan amanah. Allah SWT berfirman. “Ambillah zakat dari sebagian dari harta mereka.” (Q.S. At Taubah 103).

Disamping itu wajib pula optimalisasi pengelolaannya secara efektif-efisien, tepat guna dan tepat sasaran. Seringkali terjadi pendistribusian zakat terkonsentrasi kepada kelompok tertentu. Pendistribusia yang tidak merata akan berakibat pendayagunaan dana zakat yang terkumpul tidak optimal.

Gambar

Kebanyakan pula al mustahiqun selama ini selalu « diberi ikan dan bukannya diberikan pancing ». Sehingga upaya menjadikan Mustahiq sebagai Muzakki di suatu saat kelak hanya impian belaka. Banyak pula umat yang kurang mengetahui hukum fiqih zakat dan menejemen pengelolaan zakat.

Masalah utama bukan terletak pada adanya kaya dan miskin, akan tetapi mengupayakan kesejahteraan berkeadilan terwujud di tengah-tengah umat adalah sebuah suruhan agama yang tak boleh diabaikan.***

Categories: Uncategorized | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: