KITA PERLU BERDOA KEPADA ALLAH Subhānahu wa Ta’ālā agar dapat MENJAGA ‘IZZAH

  1. AGAR DIBERI PEMIMPIN YANG BAIK, menyayangi umatnya, dan takut kepada Allah _subhānahu wata’ālā.
    اللَّهُمَّ اقْسِمْ لَنَا مِنْ خَشْيَتِكَ مَا يَحُولُ بَيْنَنَا وَبَيْنَ مَعَاصِيكَ،
    وَمِنْ طَاعَتِكَ مَا تُبَلِّغُنَا بِهِ جَنَّتَكَ،
    وَمِنَ اليَقِينِ مَا تُهَوِّنُ بِهِ عَلَيْنَا مُصِيبَاتِ الدُّنْيَا،
    وَمَتِّعْنَا بِأَسْمَاعِنَا وَأَبْصَارِنَا وَقُوَّتِنَا مَا أَحْيَيْتَنَا،
    وَاجْعَلْهُ الوَارِثَ مِنَّا،
    وَاجْعَلْ ثَأْرَنَا عَلَى مَنْ ظَلَمَنَا،
    وَانْصُرْنَا عَلَى مَنْ عَادَانَا،
    وَلَا تَجْعَلِ الدُّنْيَا أَكْبَرَ هَمِّنَا وَلَا مَبْلَغَ عِلْمِنَا،
    وَلَا تُسَلِّطْ عَلَيْنَا مَنْ لَا يَخَافُكَ وَلاَ يَرْحَمُنَا
    Ya Allah, bagikanlah rasa takut kepada-Mu sehingga rasa takut itu bisa membentengi kami dari berbuat maksiat kepada-Mu.
    Ya Allah, bagikanlah keyakinan kepada-Mu sehingga keyakinan ini bisa mempermudahkan kami untuk menghadapi musibah-musibah dunia.
    Ya Allah, berilah kami kesempurnaan pendengaran, kekuatan, dan penglihatan kami selama hidup kami.
    Ya Allah, balaskan lah dendam kami kepada orang yang berbuat zhalim kepada kami dan tolonglah, ya Allah, kami dalam menghadapi orang- orang yang memusuhi kami. Janganlah Engkau jadikan target dunia ini menjadi target ilmu pengetahuan kami dan target hidup kami.
    Ya Allah, janganlah Engkau jadikan penguasa bagi kami orang-orang yang tidak takut pada Engkau, ya Allah, serta tidak mengasihi kami.
  2. DOA NABI SARAT MAKNA. Amat baik banyak dibaca di era globalisasi.
    اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي خَطِيئَتِي وَجَهْلِي وَإِسْرَافِي فِي أَمْرِي وَمَا أَنْتَ أَعْلَمُ بِهِ مِنِّي،
    اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي جِدِّي وَهَزْلِي وَخَطَئِي وَعَمْدِي وَكُلُّ ذَلِكَ عِنْدِي،
    اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي مَا قَدَّمْتُ وَمَا أَخَّرْتُ وَمَا أَسْرَرْتُ وَمَا أَعْلَنْتُ وَمَا أَنْتَ أَعْلَمُ بِهِ مِنِّي، أَنْتَ الْمُقَدِّمُ وَأَنْتَ الْمُؤَخِّرُ وَأَنْتَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ.
    رواه البخاري ومسلم.
    “Ya Allah, ampunilah kesilapanku, kejahilan ku, malah keterlaluan ku dalam segala hal, dan dosa yang Engkau lebih tahu tentang diri ku ... Ya Allah, ampuni lah sifat seriusku, yang main-main, kesalahan ku, dan kesengajaan ku. Semuanya adalah dari diriku sendiri ... Ya Allah, ampunilah dosaku terdahulu, yang kemudian, yang tersembunyi, yang terang, dan yang Engkau sendiri lebih mengetahuinya. Engkau lah yang mendahulu- kemudian kan. Engkau Maha Kuasa atas segala nya.” (HR.Bukhari – Muslim).
    Aamiin yaa Mujiib as Saailiina
  3. PADA UMUR ANUGERAH ALLAH INI SELALU LAH BERDZIKIR.
    Dari ‘Abdullah bin Busr, ia berkata,
    جَاءَ أَعْرَابِيَّانِ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- فَقَالَ أَحَدُهُمَا يَا رَسُولَ اللَّهِ أَىُّ النَّاسِ خَيْرٌ قَالَ « مَنْ طَالَ عُمُرُهُ وَحَسُنَ عَمَلُهُ ». وَقَالَ الآخَرُ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّ شَرَائِعَ الإِسْلاَمِ قَدْ كَثُرَتْ عَلَىَّ فَمُرْنِى بِأَمْرٍ أَتَشَبَّثُ بِهِ. فَقَالَ « لاَ يَزَالُ لِسَانُكَ رَطْباً مِنْ ذِكْرِ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ »
    “ Ada dua orang Arab (badui) mendatangi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam “,
    lantas salah satu dari mereka bertanya, “Wahai Rasulullah, manusia bagaimana kah yang baik? ” “Yang panjang umur-nya dan baik amalan-nya, ” jawab beliau. Salah satunya lagi bertanya, “Wahai Rasulullah, sesungguh nya syari’at Islam amat banyak. Perintah kanlah pada ku suatu amalan yang bisa kubergantung pada nya. “Hendaklah lisan mu selalu basah untuk berdzikir pada Allah,” jawab beliau. (HR. Ahmad 4: 188).
  4. MENJAGA ‘IZZAH >>> BISNIS KEHORMATAN
    Menegakkan wajah dan mempertahankan kehormatan pribadi di atas kemiskinan yang panjang, bukanlah perkara gampang.
    Bertahan dalam kemiskinan yang panjang di tengah gemerlap dunia materi dengan tetap mempertahankan tingkat produktivitas ilmiah yang tinggi, tentu saja jauh lebih sulit. Tapi itulah inti semua tantangan yang dihadapi para ulama pewaris nabi. Itu akan menjadi lebih rumit bila mereka hidup pada suatu masa di mana para penguasa bersikap anti ulama, meremehkan peranan ilmu pengetahuan, dan suka merendah kan ulama.
  5. KEMISKINAN ADALAH PILIHAN HIDUP MEREKA, TAPI KEHORMATAN ADALAH TAMENG MEREKA. Masalah nya adalah bahwa sebagian dari kehormatan itu harus dipertahankan dengan materi atau harta.
    Harta itu sendiri tidak secara langsung berhubungan dengan produktivitas dalam dunia mereka. Tapi itulah masalahnya: HARTA, kata Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam, ADALAH SUMBER KEBANGGAAN MANUSIA DALAM HIDUP. Maka, perintah menjadi kaya beralasan di sini: agar kita juga memiliki kebanggaan itu, agar kita dihormati dalam pergaulan masyarakat.
    BISNIS ADALAH JALANNYA. Itu sebabnya kita menemukan para ulama besar yang juga pebisnis. Abu Hanifah, misalnya, adalah pengusaha garmen.
    Beliau bahkan membiayai hidup sebagian besar murid-muridnya. Itu membuat beliau terhormat di mata para penguasa, relatif untouchable. Tapi itu juga memberi kan beliau kedalaman dalam fiqih, khusus dalam bidang muamalah.
    Beberapa literatur awal dalam masalah keuangan regara kemudian lahir dari tangan murid beliau. Misalnya, Kitab Al Kharaj yang ditulis Abu Yusuf. Untuk sebagian nya, pemikiran ekonomi Islam pada mulanya diwarisi dari fiqih Abu Hanifah. Walaupun begitu, popularitas mereka tidak datang dari kekayaan mereka yang melimpah ruah.
    Sebab, BISNIS TIDAK BOLEH MENGGANGGU ‘BISNISMEREKA YANG LAIN. MENGEJAR REDHA ALLAH, MEREBUT KESUKSESAN AKHIRAT … Sebab, mereka hanya ingin menjadi orang bebas dengan bisnis itu. Sebab, mereka ingin mempertahan kan kehormatan mereka dengan bisnis dan berarti bahwa mereka harus mampu mengelola bisnis paruh waktu dengan sukses. Demikian lah kejadian nya. Satu saat Abdullah Ibnul Mubarak, guru para ahli zuhud, ulama dan perawi hadits yang tsiqah, jago panah dan petarung sejati, ditanya tentang mengapa beliau masih berbisnis. Beliau yang terlibat dalam sebagian besar pertempuran di masa hidupnya, menulis beberapa buku monumental seperti KITAB AL ZUHD, memang dikenal sebagai seorang pebisnis yang sukses. Namun, beliau menjawab dengan enteng. “AKU BERBISNIS UNTUK MENJAGA KEHORMATAN PARA ULAMA AGAR TIDAK TERBELI OLEH PARA PENGUASA.“
  6. Catatlah para ulama Minangkabau, Sejak Tuanku Nan Tuo dan Tuanku Imam Nan Salapan atau Harimau Padri sampai ke Syekh Ahmad Khatib al Minangkabawy dan para murid beliau yang mendirikan seluruh madrasah di Nusantara tidak pernah mampu dibeli oleh penguasa penjajahan sekalipun.
    MasyaAllah.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh BuyaHMA, Buya Masoed Abidin

Advertisement
Categories: Uncategorized | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: