Pembentukan Watak Alqurani sebagai dasar ABS-SBK

Pembentukan Watak
oleh: H. Mas’oed Abidin

Diantara sasaran ibadah untuk membentuk seseorang menjadi hamba-hamba Allah yang bertaqwa.

Taqwa, artinya terpelihara, takut kepada Allah, atau senantiasa mawas diri. Sikap orang bertaqwa di antaranya adalah berlaku adil terhadap din sendiri, keluarga, masyarakat dan lingkungan

Firman Allah menjelaskan, “Hai orang-orang yang beriman, hendaklah kamu menjadi orang-orang yang senantiasa menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu kepada suatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adil-lah, karena adil itu lebih dekat dengan taqwa. Dan bertaqwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. Allah telah menjanjikan kepada orang-orang beriman dan beramal saleh, (bahwa) untuk mereka ampunan dan pahala yang besar”. (QS.5, Al Maidah, ayat 8-9).

Dalam Pergaulan hidup Muslim sehari-hari ada suatu tugas bermasyarakat yang mesti di tunaikan yaitu “memberikan nasehat kepada sesama saudaranya”.

Saling memberi nasehat adalah suatu kewajiban asasi dalam mengamalkan ajaran “amar ma’ruf nahi munkar”, supaya masyarakat hidup dalam suasana yang baik, aman dan tenteram, sehingga tercipta tatanan masyarakat utama (khaira ummah).

“Amar ma’ruf nahi munkar” adalah kewajiban kemanusiaan yang mesti dijalankan dan di tunaikan secara tulus ikhlas dalam kerangka mardhatillah, menurut bingkai “tawashii bil haqqi dan tawashii bis-shabri”, yaitu berwasiat dengan kebenaran (al-haq min rabbika) dan ketabahan (shabar).

Di samping itu ada pula wasiat denagn kasih sayang, atau “tawashau bil-marhamah”.

Sabda Rasulullah SAW menegaskan bahwa, “agama itu adalah nasehat” (ad-diin an¬nashihah).

Bila tugas ini dilalaikan, maka akan tampil segala bentuk kekacauan dan kebringasan.
Fitnah dengan berbagai isu akan sulit dibendung.

Karaenanya, “amar ma’ruf-nahi munkar” diketengahkan tanpa kebencian dan dendam, jauh dan perasaan iri dan hasad dengki.

Tugas ini tidak mengenal sakit hati. Nasehat mesti berbingkai asih-asuh, dan berisi cinta sejati sesama hidup.

Nasehat kepada kebaikan dan nasehat agar meninggalkan yang dilarang itu, karena “sama-sama ingin masuk surga. Sama-sama ingin terhindar dan neraka. Dan, sama-sama ingin terbebas dari godaan iblis-syaitan”.

Tujuan yang ingin dicapai adalah kehidupan bermartabat kemanusiaan. Hubungan bermasyarakat yang beralas dengan mahabbah dan kasih sayang.

Al Quran yang telah diwahyukan kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa Sallam, di bulan Ramadhan, dapaat dijadikan pembentuk watak yang baik, dengan akhlak mulia.
Keduanya didasari keimanan atau akidah tauhid.
Dari sana akan lahir “izzatun-nafsi” artinya “kemuliaan din dengan darjah kemanusiaan”.

Di antara hikmah Al Quran, dapat dilihat dari nama yang diberikan kepada Al Quran ini. Jumlahnya ada 36 nama, yang menjelaskan fungsi dan kegunaan Al Quran itu bagi manusia.

Antara lain ;
(1). HUDAN, artinya petunjuk,
(2). AL QURAN, artinya bacaan,
(3). ASY-YIFAA’, artinya obat bagi hati,
(4). AL FURQAN, artinya pembeda antara halal dan haram, antara suruh dan tegah,
(5). AL KITAB, artinya kitab suci yang berisi penjelasan bagi manusia sepanjang masa,
(6). AL BAYYINAH, data otentik tentang pelaksanaan hukum syari’at agaama.

Perputaran hukum di tengah kehidupan manusia,dijelaskan dalam bentuk penukilan sejarah peradaban umat terdahulu (jahiliyah, kufur. munafiq. Mukmin, setia. syukur. thaat, patuh mengikut Rasul).

Selain itu, juga dijelaskan dalam bentuk aturan-aturan (kaedah-kaedah syar’i) yang menjadi pandangan hidup mukmin atau ajaran tauhid (tauhidic weltanschaung).

Fungsi Al Quran di antaranya, bertujuan membentuk watak manusia bertaqwa, terlihat pada sikap percaya diri. hemat, mawas diri, istiqamah (teguh¬ prinsip), adil dalam. menanam nilai kebersaman (ukhuwwah) ditengah hidup bermasyarakat. dan terjauh dan sikap tercela yang hanya mementingkan diri sendiri.

Tugas ini wajib dilaksanakan secara teratur. aterus menerus atau berkesinambungan dengan disiplin yang tinggi.
Harus dilaksanakan dengan perjalanan amal besar, yang disebut “Gerakan Fastabiqul Khairat”.

Semoga Allah senantiasa meredhai.

Leave a comment

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: